Demokrasi = Kesejahteraan yang Ilusi

Jumat, 21 Juni 2013
Demokrasi diakui sebagai sistem pemerintahan terbaik dan paling sesuai dengan keadaan saat ini. Sistem yang mengutamakan kebebasan dan prularisme. Mungkin memang benar demokrasi ini adalah sistem terbaik, the best among the worst (terbaik di antara yang terburuk). Demokrasi dengan jargonnya yaitu dari rakyat-oleh rakyat-untuk rakyat, menjadikan manusia (rakyat) sebagai pembuat aturan melalui wakil-wakil rakyat. Walaupun pada kenyataannya, para penguasa-lah yang berkuasa, bukan rakyat.

Terbukti dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang tidak pernah memihak pada kesejahteraan rakyat. Bukti terdekatnya adalah rencana pemerintah yang tidak lama lagi akan menaikkan harga BBM. Dengan alasan ini dan itu, pemerintah tetap bersikukuh untuk menaikkan harga BBM walaupun penolakan demi penolakan dari rakyat terus bergulir. Beginilah demokrasi, tidak berpihak pada rakyat tapi berpihak pada penguasa.

Hal ini dikarenakan adanya liberalisasi migas yang berlaku di negeri ini. Berbagai sumber daya alam melimpah yang dimiliki Indonesia saat ini nyatanya tengah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan swasta dan asing. Inilah salah satu dampak dari kebebasan kepemilikan yang dianut oleh demokrasi. Begitu pula dengan banyaknya kasus yang menimpa remaja generasi bangsa seperti tawuran,  freesex, narkoba, HIV/AIDS, dan aborsi itu semua pun adalah dampak dari kebebasan yang dianut demokrasi, yaitu kebebasan bertingkah laku. Jadi secara tidak langsung, demokrasi adalah sebab mengapa saat ini semakin banyak rakyat miskin dan sebab mengapa remaja sebagai generasi  penerus estafet bangsa mengalami keterpurukan yang amat sangat.

Aku & Pengumuman Kelulusan UN

Kamis, 23 Mei 2013
Tadi malem heboh. Berawal dari datangnya SMS salah seorang temanku. Awalnya yang kupasang adalah muka datar 'tumben orang ini SMS. Pasti ada hal luar biasa sampe dia sms!'. Dan ternyata dugaanku pun benar. Tiap orang ini ngirim SMS, isinya pasti menggemparkan. Isi smsnya krang lebih memberitahukan kalo dia abis liat berita tentang banyak siswa yang ga lulus UN tahun ini. Dan dari isi SMSnya itu, dia termasuk orang yang takut kalo dia ga lulus.

Ternyata SMS ini bukan hoax. Setelah aku cek di berbagai stasiun TV berita semacam TVOne dan MetroTV, emang bener ada pemberitaan bahwasannya Mendikbud menyatakan kalo persentase kelulusan tahun ini turun jadi 99,48% dari tahun lalu yaitu 99,50%. Dan rata-rata nilai kelulusannya pun menurun menjadi 6,38 dari tahun lalu 7,57. Kemendikbud menjelaskan kalau total seluruh peserta UN tingkat SMA dan sederajat adalah 1.581.286 siswa. Dari total tersebut, yang lulus sebanyak 1.573.039 siswa dan tidak lulus sebanyak 8.250 siswa. Bahkan ada 24 sekolah yang 100% siswanya dinyatakan tidak lulus. Waaah dengan kenyataan kaya gini, mau ga mau akupun deg degan. Gimana kalo seandainya aku termasuk pada lingkaran siswa yang ga lulus. Sedih mungkin ya :(


Tapi pagi ini alhamdulillah berita baik datang melalui SMS, teman sekelasku mem-forward isi SMS dari guru bahasa Indonesia kami yaitu Ibu Iin, yang inti SMSnya menyatakan bahwa seluruh siswa SMKN 11 Bandung dipastikan lulus 100%. Agak kaget sih, soalnya surat pengumuman kelulusan baru bakal dikirim ke rumah besok. Tapi alhamdulillah luar biasa alhamdulillah :) Usaha selama 3 tahun belajar, dan dengan diakhiri rentetan ujian beberapa bulan yang lalu nampaknya tidak sia-sia. Tinggal liat aja gimana nilainya nanti, semoga memuaskan. Amiin :)

Aku & H- sekian

Rabu, 22 Mei 2013
Hari ini H-1 pengumuman kelulusan lhooo. Iyaa, pengumuman kelulusan setelah perjuanganku dan teman teman lainnya selama kurang lebih 3 tahun di SMA/SMK besok bakal sampe rumah dianter pak pos, semoga dalam  keadaan selamat dan menyelamatkan *aamiin*. Ini bukan pertama kalinya sih, waktu kelulusan SMP juga sama-sama lewat pak pos. Dan perasaannya juga ga tau kenapa selalu aja sama, flat dan santai. Mungkin karena asumsiku yang selalu positif kalo yaa... "aku yakin aku pasti lulus!" :D *aamiiin*

Buat aku, yang lebih menegangkan adalah pengumuman kelulusan SNMPTN. Honestly, aku berharap banget bisa lulus SNMPTN di UNPAD atau ga ya UPI. Alesannya karena... keduanya adalah universitas yang bagus banget. Tapi aku tertarik sama 2 universitas itu bukan hanya karena bagus gedungnya atau besar kualitasnya sih *eh kebalik*. Aku excited banget berharap bisa masuk antara 2 univ itu karena aku ngeliat gerakan dakwah kampus di 2 univ ini keren banget, subhanAllah banget. Mahasiswa aktivis dakwahnya pada militan. Kebukti kalo misalkan ada aksi damai yang melibatkan kampus, yang paling banyak muncul adalah mahasiswa ber-jas almamater UNPAD dan UPI.

Sebenernya kemungkinan lolosnya itu kecil banget lho, dan aku juga ga begitu yakin aku bisa masuk. Mengingat nilai raportku aja masih ga lebih gede dari temen-temenku yang lain. Tapi yaudah sih ya, aku kembaliin lagi semuanya pada kehendak Allah. Kalo misalkan baiknya aku menurut Allah adalah berada pada komunitas dakwah di salah satu univ itu, aku sangat bersyukur. Dan kalo misalkan sebaliknya, aku ga ditakdirin buat di sana ya berarti ada rencana Allah yang lain yang itu pasti akan jauh lebih baik dari rencana siapapun. Yang terpenting ikhtiar dan do'a kan :)