Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

[Cerpen] Surga Itu Apa, Umi? (Part 1)

Minggu, 10 November 2013
“Ayah,kenapa perang di negeri kita tak kunjung usai, kapan kita bisa kembali ke negeri kita?”

Pertanyaan ini terlontar dari lisanku, ketika itu usiaku baru 4 tahun. Mulut Ayah yang tadinya begitu fokus menceritakan kisah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam yang memiliki nama sama denganku “Umar”, terhenti. Ayah diam sejenak sembari mamandangi wajah luguku dengan tatapan kasih sayang.

“Ketahuilah anakku, negeri ini juga negeri kita, negeri yang diberkati. Di langitnya para malaikat membentangkan sayapnya dan di tanahnya para utusan-utusan Tuhan yang membawa pesan langit dalam tiga agama besar berkelana menyampaikan pesan suci dari Sang Pemilik Kehidupan,” Sejenak Ayah kembali diam, dengan memandangi mataku yang begitu antusias menerima jawaban yang akan diberikannya.

“Bukan hanya sekarang saja perang ini tersulut wahai anakku, tapi jauh sebelum Khilafah Islamiyah diruntuhkan, bangsa-bangsa lain juga sudah berusaha untuk merebut negeri kita. Umar bin Khathtab Radiallahu‘anhu dahulunya pernah kembali membebaskannya, kemudian beliau mempersaudarakan seluruh umat di negeri itu. Oleh sebab itulah ayah memberimu nama Umar, Ayah ingin engkau seperti beliau, yang dengan ilmumu dan rasa cinta di hatimu kelak engkau akan membebaskan saudara-saudari kita di Al-Quds serta mempersaudarakan umat ini dalam bingkai Daulah Islam.”

Hatiku teriris perih, tiada sanggup kubendung linangan air mata yang membasahi pipi ini, tatkala aku teringat pesan dari Ayah tersebut. Sementara kini aku hanya mampu duduk diam tanpa berbuat apa-apa, apakah mungkin tanganku ini akan membebaskan tanah asalku dan mempersatukan umat ini dalam Daulah Islam?

Umar ibnu Ahmad, orang-orang biasa memanggilku demikian, kini aku telah berumur 16 tahun. Ahmad adalah nama ayahku, beliau adalah seorang aktivis salah satu harokah Islam yang begitu lantang menyampaikan pesan-pesan suci dari langit. Aku begitu mengagumi ayahku, semangatnya selalu berkobar dalam jalan dakwah baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Dan sebagai kepala keluarga beliau adalah orang yang sangat bertanggung jawab dan penyayang.

Kultweet Soal #Remaja itu Harusnya...

Selasa, 01 Oktober 2013
Remaja Islam, harusnya adalah remaja yg istimewa. Ga main ikut-ikutan trend yg ada tanpa tau makna dan bagaimana pandangannya dalam Islam...

Remaja Islam itu aset yg besar utk Islam juga bisa jadi bebans berat utk Islam. Tergantung apakah remajanya punya prinsip Islam atau engga..

Kalo punya prinsip, dia bakalan terus berdiri tegar dalam mencintai dan memperjuangkan Islam, ga jadi remaja ikut-ikutan alias pembebek...

Remaja semacam itu yg jadi aset besar utk kemajuan peradaban gemilang Islam. Remaja dengan berbagai potensi yg tersalurkan utk dakwah Islam.

Remaja yang tetap teguh berpegang pada dakwah Islam. Sesulit apapun, dia tetep berpijak pada prinsipnya dan hanya mengharapkan ridha Allah..

Remaja kaya gitu, itulah idealnya seorang remaja Islam, pemuda Islam... Bukan remaja yg bisanya ikut-ikutan, cuma ngikutin arus...

Remaja yang kaya gitu (ikut-ikutan) bisa jadi akan menambah beban berat Islam untuk mencapai kemajuan, mencapai kebangkitan...

Naudzubillah, semoga kita dijauhkan yaa... Jangan sampe kita jadi remaja yg bisanya cuma ngikut trend, ga punya prinsip, itu bahaya...

Inget sahabat, hidup kita di dunia ini hanya sementara, begitupun masa muda. Untuk itu, gunakan masa muda kita dgn sebaik-baiknya...

Dgn melakukan hal yang sudah Allah tugaskan... "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku" (51:56)

Jgn nunggu keriput buat beribadah, jgn nunggu uban tumbuh buat taat Syariah Allah. Mumpung muda, masih kuat, kita lakuin dari sekarang...

Ibadah bukan cuman Shalat, Shaum, Zakat dan sempurna saat Haji. Tapi segala aktivitas penghambaan diri kita kepada Allah, semuanya ibadah...

Menuntut ilmu, berdakwah, berbakti pada orangtua, dll semuanya bernilai ibadah. Asalkan sesuai dengan syariah-Nya, dan niatan Lillahita'ala.

Islam ga nyuruh remaja buat kuper-kudet-kuuleun atau apapun itu. Remaja Islam malah harus jadi trendsetter remaja yang lain...

Karena Islam adalah agama satu-satunya yang benar. Aturannya sempurna, ga ada alesan remajanya buat jadi semrawutan dan ga beraturan...

Bukan berarti jadi remaja @smartwithISLAM itu jadi misterius yaa. Malahan, dengan dibina oleh Islam, remaja dituntut utk selalu aktif...

Aktif mengkaji Islam, aktif nyari perkembangan informasi dan menyikapinya sesuai pandangan Islam, dan aktif juga mendakwahkan Islam...

Itu semua ga bisa dilakuin kalo remaja Islam kudet, apa apa ga tau, ga mau tau apalagi peduli. Remaja Islam itu harus serba tau dan peduli!

Peduli sama lingkungan sekitarnya, temen-temennya, termasuk saudara se-aqidahnya di seluruh dunia. Ga egois dan ga sibuk sama diri sendiri..

Termasuk juga mikirin umat Islam secara keseluruhan yg saat ini belum bangkit, terutama pemuda sebagai generasi penerus, kita harus peduli..

Kita, remaja Islam sebagai bagian dari pemuda Islam, wajib ikut berkontribusi dalam perjuangan penerapan Islam, utk membangkitkan Islam...

Caranya? Ngaji & Dakwah. Itu yang pasti. Dan #KampanyeKebangkitanPemuda2013 insyaAllah adlh salah satu bentuk kontribusi kita. Allahuakbar!

Remaja berprinsip Islam, berkontribusi dan berjuang untuk dakwah Islam, insyaAllah kita semua ada di dalamnya. BarakAllah ^^



Go follow : @nasywaaLsd

Keegoisan Kita = Kekejaman bagi Mereka

Senin, 02 September 2013
Udah lama ga nulis di blog usang ini, rasanya kangen... Dan, kali ini insyaAllah aku akan curat coret tentang keegoisan.
EGOIS. Disadari atau engga, dari kecil kita sering diajarin buat egois. Bahkan mungkin saat kita terlahir pun egois, ga tau sama sekali gimana susah payahnya ibu ngelahirin kita. Semasa kita bayi, kita juga egois, terus aja nuntut perhatian orangtua kita tanpa mikirin perasaan dan rasa lelah mereka. Juga waktu masih anak-anak, kita egois kalo pengen maenan harus diturutin.. Terus juga kerasa waktu mulai beranjak masuk sekolah entah itu Playgroup atau PAUD, terus TK, SD, dan seterusnya sampe bangku kuliah atau kerja. Keegoisan yang awalnya kerasa sederhana dan lucu kalo kita masih kecil, kalo itu ga cepet-cepet diamputasi bakalan tumbuh dan berkembang besar juga ngikutin pertambahan usia kita. Visualisasi-nya bisa kita liat atau mungkin pernah kita rasain sendiri dimana pas sekolah itu yang ‘didoktrinkan’ sama orangtua adalah “Kamu harus rajin belajar biar pinter,  terus dapet juara, masuk SD/SMP/SMA/SMK/PT favorit nantinya, sama biar nanti kamu jadi anak yang sukses.” Dan blablabla~

Oke, sekejap terdengar benar. Ya, jadi pinter emang ga salah, apalagi juara dan berpendidikan tinggi. Malah Allah memuliakan dan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu daaaan hukum menuntut ilmu itupun wajib. Juga soal membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua ya (birr ul walidain) itu pun hukumnya wajib. Ya cuman... segala hal ada aturannya dalam Islam, segala perbuatan ada tolak ukurnya, dan ada batasannya, yaitu syariah Islam alias hukum Syara (re. Hukum Islam).

Aku & Satu Kata Bernama Perubahan

Selasa, 21 Mei 2013
Aku tergelitik buat nulis ini karena banyak  teman-temanku di luaran sana masih kesulitan untuk tegas dengan keputusannya untuk berubah. Kadang suka bingung sama apa yang menjadi jalan fikiran mereka, yang seringkali mereka bilang 'Aku pengen berubah jadi lebih baik...' tapi setelah berulang kali coba diarahin... ternyata upayanya belum relevan dengan harapannya. Disini, aku bukan bermaksud menggurui atau memfigurkan diri aku. Disini aku cuman mau share pengalaman yang mungkin sedikit banyaknya mirip dengan masalah temen-temenku itu.

Seseorang bisa menjadi lebih baik karena satu sebab, yaitu berubah. Tentunya dengan perubahan yang positif. Karena ada juga  perubahan yang bisa menghantarkan kita menjadi lebih buruk dari keadaan sebelum kita menyatakan ingin berubah. Berubah itu biasanya diawali oleh proses berfikir, memikirkan keadaan yang biasanya sudah terasa jenuh untuk dilakukan. Aku bisa bilang gini karena dulu aku pun pernah merasakan dan mengalami hal yang sama. Dimana setelah kita mengalami berbagai keadaan, cepat atau lambat akan muncul pemikiran "sebenarnya kenapa aku ngelakuin ini?" atau "untuk apa aku menjalani hal ini?" ataupun "apa aku hidup hanya  untuk ini?". 

[puisi] Refleksi Kehidupan

Minggu, 28 April 2013
REFLEKSI KEHIDUPAN
Lisda Kania Yuliani

Aku merasa hidupku telah sempurna
Aku memiliki semua hal yang aku impikan
Hidup yang kujalani memang bagaikan impian
Semuanya terasa indah dan membuatku terlena

Saat ku butuhkan apapun, semuanya tersedia 
Saat ku inginkan apapun, dengan mudah tinggal ku acungkan telunjukku
Aku bebas melakukan apapun sesukaku
Aku bebas memiliki apapun semauku
Aku bebas! Ya! Aku bebas!

Orangtua yang abai, tak ku jadikan sebagai beban
Karena dengan cara merekalah aku bisa bebas, sangat bebas!
Karena kebebasan itu, aku bertingkah... aku berulah...
Karena kebebasan itu, Agama tak lagi kujadikan pertimbangan
Dunia malam, obat-obatan dan minuman terlarang
Semua itu masuk ke dalam diri yang selalu menginginkan kebebasan

Aku tergiur oleh ucapan manis orang-orang yang kuanggap teman
Tanpa sadar, selangkah demi selangkah aku abaikan aturan Sang Pencipta
Aku jauh... menjauh... dan semakin jauh dari-Nya...
Tapi entah apa yang terjadi pada diriku suatu hari...

Aku bercermin, dan kudapati... betapa kelamnya hidup yang kujalani
Betapa hancurnya diri ini... kusadari, kebebasanlah yang membuatku begini
Aku malu... aku sangat malu...
Ku coba berjalan meniti lembaran baru, walau harus terjatuh dan terjatuh lagi
Aku tertatih, mencoba meraih angan untuk kembali pada Sang Illahi Rabbi
Ku merangkai hari demi hari dengan langkah baru
Ku tinggalkan serpihan-serpihan kelam dengan langkah yang lebih baik
Hingga kudapati penyebab kekelamanku yang juga teralami oleh banyak orang

Demokrasi. Ternyata itulah penyebab semua kehancuran ini
Bukan hanya aku, tapi juga mereka... mereka... dan mereka
Tapi ku yakin, pasti ada jalan untuk merubah ini semua

Akupun mencari, hal besar apa yang mampu merubah ini semua?Memperbaiki kehancuran yang saat ini terus menerus terjadi
Dan mencabut demokrasi yang hancur ini hingga akarnya

Ku hadiri kajian demi kajian Islam, ku datangi orang-orang yang memahami Islam
Hingga aku mendapat jawaban dari pertanyaan besarku

Khilafah Islamiyah...
Sistem pemerintahan agung yang mampu menciptakan perubahan besar dunia
Terbukti dengan 13 abad, 2/3 dunia sejahtera di bawah naungannya

Karena saat ini kusadari, yang dibutuhkan adalah kembali pada Allah
Sang Maha Pencipta dan Maha Pengatur 
Untuk itu, marilah kita sama-sama berjuang
Berjuang demi melanjutkan kembali kehidupan Islam
Melalui penerapan al-Qur’an dan as-Sunah dalam setiap aspek kehidupan
Untuk satu bendera, satu umat, dan satu institusi negara...
Bernama Khilafah Islamiyah ‘ala manhaji nubuwwah

Allahu Akbar!

KAPITALISME BIANG PELECEHAN SEKSUAL

Jumat, 08 Maret 2013
     Lagi, pelecehan seksual terhadap remaja terjadi. Seorang remaja putri yang masih berstatus pelajar SMA mengalami pelecehan seksual oleh Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di daerah Jakarta Timur. Awalnya pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan, namun ternyata pelaku melakukan pelecehan seksual kepada korban pada pertengahan tahun 2012 lalu. Setelah pemaksaan itu, korban diberikan uang sebesar Rp 50.000,- untuk ongkos pulang dan uang tutup mulut. Korban juga sempat diancam kalau sampai hal ini bocor, pelaku tidak akan mengeluarkan nilai dan ijazah korban (MetroTV News).

        Maraknya kejadian pelecehan seksual tidak lepas dari lingkungan dimana kejahatan terus menerus terjadi dan berulang. Seperti kejadian yang menimpa siswi SMA yang dilecehkan oleh Wakaseknya sendiri. Ini membuktikan bahwasannya lingkunganlah yang mendorong tumbuh dan berkembangnya kejahatan. Kasus pelecehan seksual yang marak terjadi memang bukanlah masalah tunggal yang mengharuskan penyelesaiannya hanya dengan menghukum pelaku. Akan tetapi, kasus ini merupakan kasus yang kompleks dan merujuk pada sistem, dimana harus diselesaikan bukan hanya dengan menghukumi pelaku tapi juga harus memperhatikan faktor penyebab lain yang mendorong berulangnya kasus serupa. Harus diperhatikan bahwa kejadian seperti ini berawal dari beberapa faktor, dimulai dari banyaknya perempuan yang berpakaian minim dan enggan menutup aurat, tayangan televisi dan media elektronik yang menyuguhkan berbagai adegan seks, juga dengan maraknya gambar, film dll yang semuanya dapat menimbulkan rangsangan seks yang kuat. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi terjadinya tindakan pelecehan seksual.


       Seluruh faktor tersebut adalah dampak sistem kapitalis yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis membentuk kebebasan bertingkah laku dan berekspresi, sehingga banyak perempuan yang enggan menutup aurat dan bebas berbaur dengan laki-laki, pada akhirnya inilah yang mendorong syahwat laki-laki yang melihatnya. Begitu pula dengan kebebasan penayangan adegan-adegan panas di televisi maupun media elektronik lainnya, ini pun berdampak besar pada terangsangnya naluri seks dan akhirnya tindakan pelecehan seksual pun dilakukan karena didorong oleh rangsangan-rangsangan ini. Maka tindakan pelecehan seksual ini sekali lagi bukan hanya permasalahan individual tapi ini merubahan permasalahan yang sistemik. 

     Sayangnya peran negara dan pemerintah belum terlihat. Berbagai solusi yang ditawarkan pun masih berupa solusi yang bersifat parsial dan individual. Hanya dengan menghukumi pelaku, tentu saja kasus yang sama pasti akan berulang. Seharusnya negara memahami bahwa seluruh permasalahan ini bersumber dari kesalahan sistem yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis yang berasaskan sekuleristik –memisahkan agama dari kehidupan- telah merusak moral masyarakat. Keyakinan akan kebebasan dan tidak adanya pondasi agama dalam diri masyarakat telah membuat mereka tidak takut untuk melakukan perbuatan maksiat. Aturan yang dibuat manusia secara nyata telah merusak masyarakat dan banyak menimbulkan permasalahan.

     Inilah indikasi bahwasannya setiap aturan yang dibuat oleh manusia akan berujung pada kerusakan. Karena itulah, tidak ada lagi alasan untuk tetap mempertahankan aturan yang dibuat manusia. Solusi satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan kembali pada aturan Allah. Menghukumi segala permasalahan hanya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Serta menjadikan aqidah Islam sebagai pondasi dalam setiap perbuatan. Saatnya kita kembalikan setiap aturan berdasarkan pada apa yang telah Allah turunkan dengan cara menegakkan institusi yang bisa menerapkan aturan Allah secara kaaffah, yaitu Khilafah rasyidah ala min haji nubuwwah. 

Wallahu ‘alam bish shawab.

VALENTINE’S DAY: PERAYAAN KASIH SAYANG BERBALUT NAFSU

Rabu, 13 Februari 2013


14 februari, tanggal yang rupanya saat ini sedang menghipnotis kaula muda alias remaja. Demam merah muda dimana-mana. Boneka, coklat, bunga mawar dan berbagai asesoris berunsurkan merah muda laku dipasaran. Valentine’s Day, begitulah remaja menyebutnya. Hari yang identik dengan rasa cinta pada pasangan. Budaya Valentine’s Day saat ini memang sudah sangat luar biasa, banyak tempat perbelanjaan khusus pada tanggal ini merubah tampilan mereka menjadi serba merah muda. Begitupun dengan berbagai tayangan televisi, yang diantaranya banyak juga yang menambah nama program mereka dengan embel-embel “Spesial Valentine”.
Mirisnya, karena berbagai propaganda Valentine’s Day yang selalu ditayangkan media, remaja Muslim pun pada akhirnya terhipnotis untuk merayakan hari ini. Padahal peringatan ini sama sekali bukan dari Islam, semestinya  remaja Muslim memahami bahwa Valentine’s Day tidak layak untuk diperingati sama sekali. Terlebih lagi, banyak fakta yang memberitakan pada hari Valentine’s Day ini banyak remaja yang melakukan aktivitas-aktivitas yang bertentangan dengan aturan Islam. Seperti halnya berpacaran, ciuman, bahkan banyak yang sampai melakukan seks bebas. Ini dibuktikan dengan melonjaknya omset penjualan kondom di mana-mana. Tempat penginapan, hotel, perjalanan wisata sudah jauh-jauh hari di-booking oleh pasangan muda-muda dan orang dewasa yang mau melewatkan malam Hari Valentine’s Day bersama ‘pacar’ atau pasangannya (http://gayahidup.inilah.com / (13/2)).
Hal ini membuktikan bahwa momentum Hari Valentine betul-betul secara nyata telah dijadikan sebagai ‘wahana’ seks bebas. Makadari itu, kurang tepat rasanya jika Valentine’s Day disebut sebagai hari kasihsayang karena hari ini identik dengan perasaan cinta yang berbalut nafsu. Acara Valentine’s Day mengantarkan seseorang kepada berbagai bentuk maksiat dan yang paling besarnya adalah bentuk perzinaan. Bukankah momen seperti ini (Valentine’s Day) digunakan untuk meluapkan perasaan cinta kepada sang kekasih, baik dengan cara memberikan hadiah, menghabiskan waktu hanya berdua saja? Bahkan sampai kepada jenjang perzinaan. Padahal Allah swt telah melarang zina dan pengantarnya (seperti, pacaran, berduaan, berpegangan, berpandangan, dan lainnya),
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’ : 32)
Namun saat ini, walaupun banyaknya larangan untuk merayakan Valentine’s Day dilontarkan, tetap saja banyak remaja Muslim yang memperingati hari yang bisa mengancam aqidah seorang Muslim dan juga menghantarkan pada hancurnya generasi Muslim ini. Pemerintah yang abai dengan permasalahan remaja dan senantiasa ‘membebaskan’ remaja seakan memfasilitasi remaja untuk semakin bebas dalam bertingkah laku. Hukum yang lemah pun nampaknya tidak menimbulkan rasa takut dalam diri remaja untuk  melakukan berbagai maksiat dan kriminalitas. Berbagai kekacauan ini nyatanya memang hasil dari penerapan liberalisme dan berbagai aturan buatan manusia. Maka satu-satunya solusi untuk menhentikan kemaksiyatan yg dilakukan remaja adalah dengan penerapan Islam secara kaffah. Penerapan Islam akan memberikan hukuman yg tegas bagi para pelaku zina sehingga membuat mereka jera dan tercegah melakukan kemaksiyatan. Pun penerapan Islam akan mengkondisikan lingkungan agar sesuai dengan syariat Islam, remaja tidak dibiarkan bebas melakukan kemaksiyatan. Tentunya semua itu membutuhkan kesadaran tentang pentingnya penerapan Islam. Oleh karena itu marilah sahabat-sahabat kita jauhi ide-ide kebebasan, segera pahami Islam dan amalka serta perjuangkan Islam agar bisa diterapkan dalam kehidupan kita. (Lisda Kania Yuliani – Sisi SMKN 11 Bandung)

Menjadi Pejuang Islam - Karya Najmah Hamidah

Rabu, 16 Januari 2013
Puisi ini sangat SubhanAllah sekali ^^ Ini puisi yg dibawain pas Konferensi Remaja Islam di Bandung 16 Desember 2012 kemarin :)

Wahai sobat, Tahukah engkau Aisyah?
Remaja yang menjadi rujukan ilmu dan penghafal 2000 hadits
Wahai sobat, Tahukah engkau Fathimah az-zahra?
Remaja yang setia mendampingi Rasul dalam dakwahnya

Wahai sobat, Tahukah engkau Ali bin Abi Thalib?
Remaja yang menaruhkan nyawa tuk lindungi Rasulnya
Wahai sobat, Tahukah engkau Usamah bin Zaid?
Remaja yang menghantar kanpasukan muslim ke negeri Romawi

Dan ribuan remaja yang tlah menorehkan tinta emas dalam Islam


Mereka laksana api yang mampu menerangi seluruh alam ini
Mereka laksana aliran panas yang mampu memacu kebangkitan Islam
Mereka laksana halilintar yang mampu menggetarkan kalbu musuh-musuh kami
Hingga mereka menghantarkan Islam ke atas puncak kejayaan
Dan Islam pun menjadi Negara adidaya

Namun,
Kala alam ini bergejolak panas
Kala angkara murka merajalela
Kaum muslimin terserak
Lemah tak berdaya
Terombang ambing ibarat buih di lautan


Mencoba menerjang para durjana
Walau hanya sepercik kekuatan
Lalu kamipun luluh dan jatuh tak berarti
Ibarat kerikil yang ingin menembus batu cadas

Kami pun terlena
Kami terhanyut dalam hembusan kesesatan
Yang memaksa kami tuk abaikan sebuah pegangan
Kami pun terhanyut dalam hembusan kelicikan
Yang memaksa kami tuk tinggalkan cahaya kegemilangan
Kami angkuh telah tinggalkan pesan Sang Penguasa
Kami angkuh telah abaikan pesan utusan-Nya
Kegemilangan itu pun akhirnya menjadi sebuah kenangan

Oh..kami tlah biarkan naungan  itu lenyap
Hingga tiadal agi yang mampu menahan
Kala gelombang kemungkaran itu datang
Hingga tiadalagi yang mampu melawan
Kala Palestina, Gaza, Rohingya dan deretan negeri muslim teraniaya
Keadilan pun tiadalagi kami rasakan

Kami coba tuk berjalan
Namun di atas puing-puing kehancuran
Kami coba tuk merangkak
Namun di atas serpihan yang memilukan
            Kami sadari kenyataan ini
            Kami sadari kesalahan ini
Dan ¾ abad pun sudah berlalu


Kami tepiskan keraguan ini,
Kami eratkan ikatan
Kami bulatkan tekad
Menjadi Pejuang Islam

Allahuakbar……3x
Laailahaillallah…………………….

RSBI GAGAL, ISLAM SOLUSINYA

Rintisan Sekolah Berstandard Internasional (RSBI) awalnya merupakan sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Namun ironisnya, prestasi RSBI tidak begitu memuaskan bahkan hingga tahun ke-7 pelaksanaannya. Pada kenyataannya, RSBI saat ini bukan lagi mengutamakan kualitas untuk memfasilitasi sarana dan kualitas pendidikan. Tapi hanya mengutamakan besaran nilai uang dari para siswanya. 

Sebenarnya, dengan atau RSBI sekalipun nampaknya tidak ada pengaruh bagi mutu pendidikan di Indonesia yang saat ini bisa dinilai gagal. Sistem pendidikan sekulerisme yang diterapkan di sekolah-sekolah baik RSBI ataupun regular akan tetap mencetak generasi-generasi yang hanya berorientasi pada nilai. Sebagaimana juga program RSBI yang disitu hanya mengandalkan kata pengantar berbahasa inggris, kualifikasi gurus S2 dan gedung yang bagus tidak bisa akan membentuk generasi yang akan datang menjadi lebih baik dan mempunyai pandangan hidup yang jelas. Selain itu, RSBI pun sangat berpotensi mendiskriminasi siswa, dimana yang banyak diterima adalah siswa yang berasal dari kalangan menengah ke atas dan dengan kemampuan akademik di atas rata-rata. Artinya, mereka yang memiliki kemampuan akademik rata-rata dan berasal dari keluarga miskin sangat kecil kemungkinan dapat menikmati proses pendidikan di lingkungan RSBI. Hal ini terkesan seperti Negara berbisnis dengan rakyatnya dengan pembayaran yang mahal.

Sedangkan di dalam Islam, pendidikan merupakan tanggung jawab negara yang di dalamnya akan memfasilitasi sekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, tidak dengan label Sekolah Internasional yang memerlukan biaya tinggi hingga tidak akan ada diskriminasi ataupun kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membentuk syakhsiyyah (kepribadian) Islam, sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi cemerlang yang cerdas dan berkepribadian Islam. Berbeda dengan system pendidikan dengan kurikulum yang diterapkan saat ini, dimana generasi yang dihasilkan adalah generasi yang hanya berorientasi pada materi tanpa memiliki kepribadian Islam sehingga menimbulkan berbagai kerusakan. Jadi, sudah nampak jelas bagaimana cerminan pendidikan sekuler saat ini yang kualitasnya tidak kunjung membaik malah semakin hari semakin memburuk. Inilah indikasi bahwasannya setiap aturan yang dibuat oleh manusia akan berujung pada kerusakan, termasuk system pendidikan sekuler saat ini yang jelas-jelas sudah mencetak generasi-generasi yang rusak. Untuk itu, tidak ada lagi alasan untuk tetap mempertahankan aturan yang dibuat manusia. Saatnya kita kembalikan setiap aturan berdasarkan pada apa yang telah Allah turunkan, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan cara menegakkan institusi yang bisa menerapkan aturan Allah secara kaaffah, yaitu Khilafah rasyidah ala min haji nubuwwah. WaLlahu alam bish shawab.

Hindari Anarkisme dengan SMART with ISLAM

Jumat, 28 September 2012


Kembali, anarkisme pelajar menelan korban. Tanggal 25 September 2012 kemarin, terjadi tawuran antara pelajar 2 SMA Negeri elit di Jakarta yaitu antara SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta Selatan. Akibat tawuran itu seorang siswa SMAN 6 Jakarta Selatan bernama Alawy Yustianto Putra menjadi korban setelah tewas dicelurit oleh siswa SMAN 70.

Terdengar sangat miris, sekolah yang dianggap elit bisa terjadi tawuran bahkan hingga menimbulkan korban jiwa. Banyak masyarakat yang berasumsi bahwa tawuran ini diakibatkan oleh pengaruh narkotika dan obat-obatan berbahaya yang dikonsumsi oleh pelaku tawuran (siswa). Selain itu, dengan banyaknya tayangan-tayangan televisi yang seakan mewajarkan aktivitas kekerasan, saling benci, saling pukul, atau bahkan aksi pembunuhan membuat para pelajar dengan mudahnya meniru aktivitas tersebut. Pengawasan dari orang tua mereka yang minim, pendidikan agama yang sangat kurang dan pemerintah yang membebaskan pelajar untuk bersikap dan berekspresi ini pun merupakan factor-faktor yang semakin membuat pelajar tidak segan untuk melakukan aksi kekerasan.

Disinilah seharusnya seluruh lapisan masyarakat berperan. Dari mulai orangtua yang seharusnya memperhatikan dan membimbing anaknya agar tetap berpegang teguh pada aturan Islam, yang dengan ini tentu akan menjauhkan anak-anaknya dari aksi anarkis. Juga dengan meningkatkan aktivitas-aktivitas kajian dan pendidikan agama di sekolah. Salah satunya dengan adanya ROHIS di sekolah, ini akan sangat membantu pelajar untuk bisa menyalurkan kreatifitas mereka kepada hal yang baik dan sesuai dengan aturan Islam. Namun saat ini, keberadaan ROHIS di sekolah malah dianggap sebagai ajang pencetak teroris. Padahal dengan mengkaji Islam, pelajar akan menjauhi aktivitas anarkis karena Islam jelas melarang hal itu. Selain itu juga dengan adanya aktivitas pengkajian Islam secara intensif (bukan hanya dalam aktivitas belajar mengajar formal) akan menjauhkan pelajar dari sikap-sikap negative lain seperti halnya penggunaan Narkoba dan pergaulan bebas yang saat ini banyak sekali dilakukan oleh pelajar sekolah. Dan jika dilihat, semua aktivitas negative yang dilakukan oleh pelajar sekolah ini adalah akibat dari minimnya pendidikan agama di sekolah dan seakan mengabaikan aturan agama (Islam) dalam kehidupan. Maka sangat disayangkan jika keberadaan ROHIS dianggap akan menciptakan generasi-generasi teroris. Jika saat ini banyak orang yang meragukan peraturan yang ada di negara ini, tentu itu adalah wajar karena saat ini aturan yang digunakan memang sudah berada di ujung tanduk. Bagi umat Islam wajib hukumnya untuk meyakini bahwa hanya aturan Allah yang Sempurna dan akan menyejahterakan manusia bukan aturan apapun yang dibuat oleh manusia. Jadi untuk apa menakuti Islam dan mencurigai gerakan yang memperjuangkan aturan Islam? Islam itu tidak anarkis. (yLK)

Kisah 2 Pasien Rumah Sakit

Senin, 06 Agustus 2012


“Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.
Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah Dia.
Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”


Sobat remaja rahimakumullah, saya akan berbagi insiprasi tentang kisah dua orang yang mempunyai penyakit serius menempati kamar yang sama di rumah sakit. Kedua pasien ini bernama Nurul dan Zahra.

Nurul setiap siang hari dibolehkan duduk selama satu jam supaya cairan yang ada di paru-parunya cepat hilang dan tempat tidurnya terletak di sebelah jendela satu-satunya di kamar itu. Sedang Zahra hanya dapat berbaring di atas punggungnya setiap hari.

Nurul dan Zahra berbicara tentang istri, keluarga, rumah tangga, pekerjaan dan sebagainya. Setiap siang, ketika Nurul yang dekat dengan jendela duduk, ia menghabiskan waktunya bercerita kepada Zahra tentang semua yang ia lihat dari balik jendela. Nurul selama satu jam hidup dalam dunia yang lebih luas. Kegiatan dan warna dunia luar membuatnya lebih bergairah hidup.  Jendela itu menghadap ke taman yang di dalamnya ada telaga yang indah.

Angsa dan itik bermainan di atas air sementara anak-anak melayarkan kapal-kapal mainannya. Sepasang kekasih jalan bergandeng tangan di antara bunga-bunga yang berwarna-warni seperti pelangi. Pohon tua yang besar menambah indahnya pemandangan. Setiap kali Nurul yang di dekat jendela menjelaskan semuanya secara indah dan rinci, Zahra memejamkan mata membayangkan pemandangan itu.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.

Suatu pagi, perawat yang datang membawakan air untuk mandi mereka, mendapati tubuh Nurul sudah tidak bernyawa. Ia meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Perawat yang selama ini telah merawatnya merasa sedih. Ia memanggil karyawan rumah sakit untuk memindahkan mayat Nurul. Setelah menganggap layak waktunya, Zahra bertanya apakah ia boleh pindah ke dekat jendela. Perawat tidak keberatan dengan pergantian tempat ini. Setelah merasa bahwa Zahra telah berbaring dengan nyaman di sebelah jendela, sang perawat pergi meninggalkannya sendiri. Perlahan-lahan dengan menahan sakit, Zahra menggunakan sikunya agar tubuhnya naik dan dapat melongok ke jendela.  Akhirnya ia bakal melihat pemandangan indah itu dengan mata kepalanya sendiri. Ia tegangkan badannya lalu perlahan-lahan berputar untuk melihat ke jendela. Betapa kagetnya ketika ia mengetahui bahwa di balik jendela itu hanya tembok belaka.

Zahra lalu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada perawat.
“Apa gerangan yang membuat teman sekamarku berbuat demikian?” Tanya Zahra kepada perawat.
“Nurul sesungguhnya buta, tembok yang ada di seberang jendela itu pun tak dapat dilihatnya.” Jelas si perawat.
“Mungkin ia ingin membesarkan hatimu…….!!!”

Sahabatku yg dicintai Allah, ini adalah sepenggal kisah yg penuh makna dan berharga bagi kita saat menjalani hidup ini. Lihatlah bagaimana Nurul yg buta selalu berupaya menyenangkan sahabatnya. Dia menginginkan sahabatnya tidak merasakan kesedihan dan penderitaan saat harus berbaring lemah di atas punggungnya. Dengan kekurangan yg dia miliki tak membuatnya GALAU dan tak menyebarkan kesedihan serta kegalauannya pada temannya.

Bedakan dengan kondisi saat ini, remaja kita memiliki kesempurnaan fisik tapi dengan sangat mudah GALAU, hanya karena cinta dan nafsu pada lawan jenis. Saat ini sahabat kita sering GALAU dan menyebarkan keGALAUan via jejaring sosial.  Sementara itu, kita masih punya orang tua yg mencintai kita, kita masih punya sahabat yg siap berbagi dengan kita, dan yg terpenting kita masih punya Allah yg selalu ada untuk kita. Sungguh sahabat, kita tak layak merasa GALAU jika kita beriman pada Allah. Saat kita GALAU, perbanyaklah ibadah kita, perdekatlah diri dengan Allah, ikutilah kajian-kajian Islam dan berkumpulah dengan sahabat yg shalih. Terlebih saat ini adalah bulan Ramadhan, bulan dibukanya pintu ampunan dan dilipatgandakan amalan sholih. Mari sahabat kita Jalani Ramadhan tanpa GALAU.
Semoga Allah selalu menguatkan kita, menjauhkan dari hal-hal yg bisa merusak iman kita, dan menjadi Remaja ANTI GALAU. Semangaaat!! Allahu Akbar!!

Remaja Islam Cerdas Tanpa Kriminalitas

Kamis, 02 Agustus 2012

Remaja sebagai generasi penerus bangsa saat ini nyatanya terus menunjukkan citra yang buruk. Permasalahan demi permasalahan tak hentinya melanda remaja-remaja khususnya di Indonesia. Dari mulai kasus pergaulan bebas yang semakin menyeruak, kasus aborsi, tawuran dan anarkisme, hingga kasus kriminalitas seperti pencurian, pemerkosaan, penyalahgunaan narkoba, bahkan pembunuhan jumlahnya semakin terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut data BPS, jumlah kasus kriminalitas yang dilakukan oleh remaja mencapai jumlah 4.200 pada tahun 2009. 60% di antaranya adalah remaja putus sekolah, dan 81,5% di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu dari segi ekonomi. Tindak pidana yang dilakukan remaja itu pada umumnya adalah pencurian yaitu sebanyak 60%. Pada tahun 2012 sendiri, Ketua Komisi Perlindungan Anak menyatakan bahwasannya di Indonesia terdapat lebih dari 7.000 anak yang mendekam di penjara. Mereka di antaranya adalah pelaku kasus narkotika, pemerkosaan, pencurian, dan pembunuhan.

Kenakalan remaja yang saat ini jumlahnya semakin meningkat memang bisa disebabkan oleh dua factor, factor internal juga eksternal. Faktor internal yaitu berupa lemahnya keimanan remaja menyebabkan diri mereka lebih dikuasai oleh hawa nafsu. Selain itu faktor eksternal yaitu, factor orangtua, sekolah dan lingkungan juga sangat berpengaruh pada tingkah laku remaja. Factor kemiskinan dalam keluarganya memang adalah salah satu penyebab terbesar yang mempengaruhi tingkah kriminalitas remaja. Karena terjerat kemiskinan inilah, orangtua tidak bisa memberikan pendidikan yang memadai termasuk pendidikan agama. Sedihya, kemiskinan ini tidak hanya terjadi pada 1 keluarga saja, melainkan hampir sebagian besar melanda keluarga Indonesia. Itu artinya, kemiskinan ini sudah bersifat sistemik. Oleh karenanyalah, banyak tercetak [ganti katanya dengan: mendorong peningkatan jumlah remaja-remaja jalanan. mereka mengamen, mengemis, terjerat kasus narkoba, pelecehan seksual, bahkan pembunuhan.

Tentu ini semua tidak terlepas dari peranan pemerintah yang semestinya dapat mengayomi rakyatnya termasuk remaja. Namun nyatanya, saat ini dengan system kapitalisme yang diterapkan, peluang untuk merubah dan memperbaiki keadaan remaja menjadi kembali cemerlang sangatlah kecil.  Karena pada dasarnya, system kapitalisme inilah factor mendasar dari berbagai kenakalan dan kriminalitas yang terjadi di negeri ini. Saya teringat Rasulullah pernah bersabada: “Sesungguhnya Imam itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya berlindung kepadanya.” (HR Muslim). Hadits ini jelas menunjukkan kewajiban seorang pemimpin yang harus selalu seantiasa melindungi rakyatnya dan menjamin kemanan serta kesejahteraan rakyatnya. Ini jelas berbeda dengan pengaturan dan kepemimpinan dalam sistem Kapitalisme yg diterapkan saat ini.

Oleh karena itu yang harus kita lakukan untuk merubah keadaan remaja saat ini adalah dengan meninggalkan aturan Kapitalisme dan kembali kepada aturan Islam yang mulia. Kenakalan dan kriminalitas remaja hanya bisa diatasi dengan penerapan aturan Islam secara menyeluruh oleh Negara. Karena Islam akan menjamin kesejahteraan masyarakat, termasuk menjamin pendidikan masyarakat khususnya remaja. Dimana pendidikan itu terbuka dan diperuntukkan untuk kalangan mana saja, miskin ataupun kaya. Hal ini akan mencetak remaja-remaja yang berkualitas dan berkepribadian Islam, hingga kriminalitas remaja bisa diselesaikan.

Maka dari itulah, saatnya kita kembali pada aturan yang Maha Benar, aturan yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. InsyaAllah, remaja akan kembali bangkit dan cemerlang bersama Islam. Teringat firman Allah dalam QS An-Nisa:65 yang berbunyi:
Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (LKY)

ideologi #remajaIDEOLOGIS

Minggu, 08 Juli 2012

1.       Kematian Rezim Sosialisme - Komunis  bukanlah kematian organis tapi kematian zombie yang suatu saat bisa saja bangkit kembali. #remajaIDEOLOGIS
2.       Rezim kapitalisme berjaya namun menghancurkan dunia. Tapi mereka tidak pernah merasa bersalah dan tetap mengukuhkan kapitalisme adalah the end of history. #remajaIDEOLOGIS
3.       Kapitalisme menggulingkan rezim sosialisme di soviet lewat jargon glasnot, perestroika yang digulirkan Gorbacev. #remajaIDEOLOGIS
4.       Begitu juga saat ini kaum kapitalisme berusaha menghancurkan Islam dengan kedok perang melawan terrorisme. #remajaIDEOLOGIS
5.       Islam adalah ideology, itulah alasan kenapa kaum kapitalis dan sosialis sama-sama memusuhi Islam. Ideology vs ideology merupakan pertarungan berimbang. #remajaIDEOLOGIS
6.       Tapi pertarungan menjadi tidak berimbang, karena Kapitalisme dan Sosialisme sama-sama diemban oleh Negara, sedangkan Islam tidak. #remajaIDEOLOGIS
7.       Islam saat ini hanya diemban individu atau sekelompok individu, akibatnya pertarungan ideology ini menjadi tidak berimbang. #remajaIDEOLOGIS
8.       Banyak Negara yg mengklaim dirinya adalah Negara Islam. Nyatanya mereka hanyalah Negara antek kapitalis. #remajaIDEOLOGIS
9.       Logikanya, system harus dilawan dengan system, Negara harus dilawan dengan Negara, maka ideology harus dilawan dengan ideology. #remajaIDEOLOGIS
10.   Kaum muslim mustahil dapat memenangkan pertarungan global, kecuali jika Islam juga diemban oleh Negara Islam global. #remajaIDEOLOGIS
11.   Penyebab utama pertarungan ideology ini adalah perbedaan ‘aqidah atau pemikiran mendasar. #remajaIDEOLOGIS
12.   Islam tidak akan pernah bisa berdampingan dengan kapitalisme, islam juga tidak akan pernah bisa berdampingan dengan sosialisme. #remajaIDEOLOGIS
13.   Maka sangat wajar jika terus menerus akan terjadi pertarungan sampai ketiganya menang atau dikalahkan. #remajaIDEOLOGIS
14.   Jika saat ini kaum muslim masih mampu bertahan dalam system kapitalis, bukan berarti Islam dapat berdampingan dengan kapitalis. #remajaIDEOLOGIS
15.   Islam yang saat ini diterapkan hanyalah “sebagian adari ajaran Islam”. Bukan Islam secara menyeluruh. #remajaIDEOLOGIS
16.   Sedangkan Islam harus diterapkan secara sempurna. Dan Islam hanya bisa diterapkan scr sempurna jika ada system Islam. #remajaIDEOLOGIS
17.   System Islam yang dimaksud disini adalah Daulah Islam atau Khilafah Islamiyah. #remajaIDEOLOGIS
18.   Khilafah adalah system kenegaraan yg telah dicontohkan Rasulullah saw dan para shahabat dari khulafaurrasyidin. #remajaIDEOLOGIS
19.   Yang dimaksud adalah khilafah islamiyah yang memiliki wilayah, kedaulatan, dan menerapkan syari’at islam. #remajaIDEOLOGIS
20.   System islam bersifat independent dan tidak terkungkung oleh Rezim demokratik-kapitalistis.
21.   Saat ini, islam telah tereduksi menjadi wilayah privat. Umat islam terpuruk dengan kemunduran yang parah. #remajaIDEOLOGIS
22.   Wilayah kaum muslim tercabik-cabik menjadi Negara-negara kerdil, lemah dan menghambakan nasionalisme-sekularisme. #remajaIDEOLOGIS
23.   Hubungan kita (kaum muslim) dengan mereka (kaum kapitalisme&sosialisme) adalah hubungan perang ideologis. #remajaIDEOLOGIS
24.   Kaum muslim harus memahami, bahwa tidak ada satupun rezim kapitalisme dan sosialisme yang pro dengan  Islam. #remajaIDEOLOGIS
25.   Islam itu agama yang lurus. Bukanlah Islam jika bersinkretis dengan kapitalisme dan sosialisme. #remajaIDEOLOGIS
26.   “dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dan bathil dan janganlah kamu sembunyikan yg haq itu sedang kamu mengetahui” (al-Baqarah:42) #remajaIDEOLOGIS
27.   “orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan pernah ridho kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka” (al-baqarah:120) #remajaIDEOLOGIS

Sepakbolaa????

Sabtu, 07 Juli 2012
Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat, dari mulai orang tua, remaja, bahkan anak-anak. Bahkan bagi kebanyakan remaja, menjadi penggila pemain bola ternama merupakan satu kebanggaan dan cita-citanya. Mereka rela melakukan apapun demi kepentingan tim yang mereka idolakan. Sekalipun untuk menonton langsung pertandingan sepakbola tentunya memerlukan biaya yang cukup besar dan menyita waktu. 

Seperti halnya pada perhelatan sepakbola Piala Euro 2012 yang baru saja berakhir, euphorianya tidak hanya terjadi di Eropa tapi juga menggema di Indonesia. Di setiap topic pembicaraan, pasti pembahasan yang diulas adalah mengenai hasil pertandingan ataupun pemain sepakbola di Euro. Parahnya, dari pertandingan sepakbola semacam Euro ini, masyarakat termasuk remaja banyak yang sampai melakukan aktivitas perjudian dari mulai taruhan kecil-kecilan sampai perjudian yang menggunakan uang yang melimpah. Inilah yang memicu para pengusaha untuk menjadikan euphoria event sebagai peluang usaha mereka. Dari mulai menyediakan berbagai pernak-pernik tim yang berlaga di piala euro, bahkan bekerja sama dengan tempat hiburan untuk mengadakan nonton bareng, termasuk memfasilitasi taruhan atau perjudian sehingga keuntungan besar bisa didapat oleh para pengusaha tersebut. 

Sepakbola antarnegara seperti Euro 2012 dan event-event akan memupuk rasa nasionalisme (ikatan kebangsaan). Contoh, orang Spanyol pasti akan mendukung timnas Spanyol, Orang Yunani akan mendukung timnas Yunani. Begitu juga ketika timnas Indonesia berlaga di AFF Cup, orang indonesia pastinya akan mendukung timnas habis-habisan. Nah, dengan adanya ajang sepakbola ini nasionalisme pastinya akan menguat. Padahal Rasulullah saw pernah bersabda : “Barang siapa berperang di bawah bendera kebutaan, ia marah karena ashobiyah atau menyeru kepada ashobiyah atau menolong berdasarkan ashobiyah, maka matinya mati jahiliyah.” (HR Muslim). Ashobiyah ini berdampak terjadinya banyak kerusuhan yang disebabkan karena sepakbola bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. 

Islam sendiri memang membolehkan sepakbola, tapi dengan catatan tidak sampai melalaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Apalagi jika sampai menyebabkan berbagai kerusuhan dan korban jiwa. 

Untuk mengatasi masalah yang kompleks seperti ini, tentu saja peran pemerintah yang memiliki wewenang atas masyarakat dibutuhkan. Tentu saja dibutuhkan peran pemerintah sebagai pihak yg memiliki wewenang, tapi dalam penerapan sistem seperti sekarang, sulit rasanya untuk menuntaskan smeua masalah sampai ke akarnya, termasuk perjudian sepakbola, karena semua itu akan terkait dengan pihak2 tertentu dan bisa mendatangkan keuntungan tentunya. Iilah sistem yg berlandaskan pada keuntungan materi, tidak mengindahkan halal haram lagi. Oleh karena itu, untuk menuntaskan semua itu, marilah kita semua mempertebal keimanan kita pd Allah, kembali kpd aturan Allah, merasa diawasi oleh Allah, dan menyadari bahwa semua perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Untuk mendukung itu semua, dibutuhkan aturan dan sistem yg kondusif. Sistem itu adalah sistem Islam yang penerapannya berdasarkan pd Al Quran dan Assunah.


Remaja Islam Cinta Bahasa Arab

Selasa, 26 Juni 2012

Rame-rame sekarang bahasa asing digandrungi sobat muda. Sebut saja bahasa korea, jepang, Mandarin,dan yang g ketinggalan pastinya bahasa inggris. Udah pada ‘ngeh’ az klu sekarang bahasa-bahasa itu menghiasi percakapan sobat muda . Jika ngerti brbicara dengan bahasa asing itu udah dianggap keren, supeerrr dupeerr keren dech!


Padahala masih ada lho bahasa yang lebih keren dari bahasa asing tersebut. Apa ayooo! coba tebak?..yah udah pada tau dari judul kita sekarang, jawabnya bahasa arab. Jangan pernah melihat sebelah mata pada bahasa ini. Karena emang susah klu liat hanya dengan sebelah mata khan? :D Maksudnya karena bahasa arab adalah bahasanya ahlu jannah. Bahasa yang bahkan memiliki posisi yang terbaik di hadapan Allah swt. Sebagaimana firman-Nya:
Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya (QS. Az Zukhruf:3)

Salah satu kelebihan bahasa ‘arab adalah kosakatanya yang sangat banyak, satu kata bisa memiliki makna yang lebih (hampir 50). Bahasa Arab (اللغة العربية al-lughah al-‘Arabīyyah, atau secara ringkas عربي ‘Arabī) adalah salah satu bahasa Semitik Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semitik dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo Arami.

Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semitik. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur'an.

Bahasa Arab Baku berasal dari Bahasa Arab Klasik, satu-satunya anggota rumpun bahasa Arab Utara Kuna yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripsi peninggalan Arab pra-Islam yang berasal dari abad ke-4 Bahasa Arab Klasik juga telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa peribadatan Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri.

Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematik adan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab.

Jika sobat muda kenal salah satu Imam termasyhur di dunia Islam bernama Imam syafi’i, beliau sangat cinta akan bahasa arab. Kita liat az mulai dari beliau mencari ilmu. Sejak kecil Syafi’i cepat menghafal syair, pandai bahasa Arab dan sastra sampai-sampai Al Ashma’i berkata,”Saya mentashih syair-syair bani Hudzail dari seorang pemuda dari Quraisy yang disebut Muhammad bin Idris,”

Imam Syafi’i adalah imam bahasa Arab. Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi’i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, Ar-Risalah.

SubhnaLLah….Amazing.. :D ALLahu akbar!

Bahkan ada pemuda Argentina masuk Islam setelah mendengarkan lagu arab. Dia berasal dari Buenos Aires, Argentina. Sebelum masuk Islam, Mariano menganut agama Katolik Roma. Sejak kecil sudah dibaptis dan tinggal dalam suasana agama Kristen yang taat.

"Di masa remaja, aku sempat kena pengaruh narkotika. Itulah saat-saat dimana aku mulai mencari identitas diri dalam hidup" kata dia mengenang. Kenal dengan Islam awalnya dari lirik lagu berbahasa Arab. Dia makin tertarik dan secara rutin mempelajari bahasa Arab dan juga Alquran. Akhirnya, Mariano mendapat hidayah dan pada Juli 2007 memeluk Islam.

Jadi masih mikir nich untuk belajar bahasa arab? Ntar nyesel lho..karena bahasa keren ini akan menghantarkan kita pada pemahaman Islam yang Kaffah. Seorang mujtahid mutlak bernama Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani menyatakan belum sempurna pemahaman Islam seseorang sebelum ia menguasai bahasa arab. Apalagi pedoman hidup kita yaitu Al-qur’an gunain bahasa arab.

Sobat jangan ragu lagi…ayo cepetan dunk cepetan. Remaja Islam kudu cinta ama bahasa arab. Coz bahasa arab juga kan kembali menjadi bahasa Internasional alias bahasa dunia. Setelah Khilafah tegak maka bahasa resminya yah bahasa arab....Yuk remaja cinta dengan bahasa arab ^_^

--Salsa--

--DIVISI REMAJA--

Dan bagi yang ingin mengirimkan 'opininya' untuk rubrik 'Suara Muslimah', silahkan dikirim ke alamat email:
muslimahrindukhilafah@yahoo.co.id atau via 'Pesan' page Komunitas Muslimah Rindu Syariah & Khilafah.

Mari bergabung dan LIKE halaman :

Semoga tercatat sebagai amal baik buat kita bersama. Dan semoga kian banyak yg menginginkan akan diterapkannya kembali Khilafah Islamiyyah yg telah amat sangat kita rindukan.

Jazakumullahu khairan khatsiron :)