Popularitas

Kamis, 07 Juni 2012


Harta dan Popularitas, kedua hal ini rasanya memang sudah sangat melekat dalam benak orang-orang zaman sekarang. Siapa yang tidak mau memiliki harta yang banyak, kaya raya, hidup bahagia dan foya-foya, ditambah dengan popularitas yang menjulang. Setiap hari wajah kita hadir di layar televisi, jarang sekali yang menolak hal ini. Malah yang ada sampai mau mengorbankan apapun untuk meraih kedua hal yang notabene adalah hanya untuk kepentingan duniawi.
Tidak dapat dipungkiri bahwasannya harta dan popularitas saling berkaitan erat. Semakin popular-nya seseorang, maka kemungkinan besar hartanya pun lebih banyak. Semisal saja artist. Dari mulai pemain sinetron/bintang film (actor maupun aktris), penyanyi, grup band, termasuk fenomena girlband-boyband yang akhir-akhir ini sedang happening di media entertainment.
Seseorang yang terobsesi pada kedua hal ini, khususnya popularitas cenderung akan melakukan hal apapun dan menghalalkan segala cara agar ia bisa dikenal oleh semua orang. Bahkan, banyak artis yang melakukan hal-hal aneh yang melanggar hukum syara hanya untuk tujuan mencari sensasi semata. Misalnya saja seorang wanita muslim yang ingin menjadi penyanyi terkenal, untuk mencapai cita-citanya itu dia rela membuka auratnya agar dapat terlihat bentuk tubuhnya. Setelah pamornya mulai menurun, ia mencari sensasi lain, misalkan saja dengan mewarnai rambut ataupun ada yang sampai mem-make over wajah dan tubuhnya agar bisa lebih menarik dengan cara OpPlas (operasi plastic). Mungkin dengan cara ini, popularitasnya akan beranjak naik walaupun hanya sesaat, karena di dunia entertainment itu syarat dengan persaingan popularitas. Bagi orang yang sedemikian cintanya pada popularitas, dia tidak akan rela merelakan popularitasnya dikalahkan oranglain, maka dia akan melakukan segala cara untuk membuat figure dirinya terus terkenang dalam benak masyarakat. Cara yang dilakukan ini biasanya dengan cara membunuh dirinya sendiri (bunuh diri) dengan tragis, dengan cara inilah namanya akan selalu terkenang dalam benak masyarakat. Naudzubillahimindzalik 
Namun, walaupun banyak kejadian mengerikan seperti itu, nyatanya semakin banyak saja orang-orang yang tetap saja mencintai popularitas. Bahkan saat ini, Negara, lingkungan, dan media memfasilitasi orang-orang yang ingin mencapai obsesinya untuk menjadi ‘artis’. Miss Universe, Miss Indonesia/Puteri Indonesia, Indonesian Idol, Boyband girlband, audisi-audisi band, dan masih banyak lagi bahkan ada pula audisi da’i. Yang pada tahap pendaftarannya itu melibatkan beribu-ribu orang, bahkan sampai ada yang pingsan karena menunggu antrean yang panjang. MasyaAllah 
Orientasi hidup mereka adalah bagaimana dia bisa terkenal, bagaimana mereka supaya menjadi idola, walaupun apa yang mereka tawarkan tidak sesuai dengan syariah islam. Bahkan dalam dunia entertainment, aturan islam suadah seakan diabaikan. Tiap orang yang ingin menjadi artis, tentu saja harus tergabung dalam satu manajemen, biasanya dengan dia menjadi artis, mau tidak mau ia harus menuruti dan mentaati perintah dan system yang ditentukan oelh manajemen. Bagaimana ia berpakaian, bagaimana ia bergaul, tentu saja tidak ada celah bagi aturan islam untuk masuk. Akibatnya, banyak sekali artis yang terlibat kasus narkoba, minuman keras, sexbebas, dll.
Kekeliruan masyarakat terhadap popularitas ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah yang membebaskan segalanya walaupun bertentangan dengan syariah islam. Padahal kan negara Indonesia itu mayoritas beragama islam, namun kenyataannya bukan hukum islamlah yang pemerintah gunakan saat ini. Demokrasi yang syarat akan kebebasan ini tentunya membebaskan rakyatnya berperilaku seperti apapun, karena dalam demokrasi ada hak yang membebaskan untuk berpendapat dan hak untuk berperilaku bebas. Demokrasi yang merupakan aturan yang berkiblat pada sekularisme, kapitalisme dan libelarisme tentu saja tidak akan mempu memberikan solusi yang bisa memberikan kejelasan dan membuat masyarakat bisa merasakan kesejahteraan tanpa harus berebut popularitas.
Dalam syariah islam, seorang muslim hanya diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana Firman-Nya:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
(TQS. Az-Dzaariyat : 56)
Sedangkan jika mencari popularitas yang semata-mata hanya untuk kepentingan duniawi semata, itu tidak akan terkategori beribadah kepada Allah SWT. Ditambah lagi dengan system yang harus dijalani, itu merupakan aturan hasil buatan manusia.
Sudah nampak jelas, bagaimana hukum dan system jahiliyah ini telah merusak masyarakat. Maka, tidak ada cara lain agar rakyat terlepas dari belenggu yang menyengsarakan ini selain dengan menerapkan syariah islam yang bersumber hanya dari Allah SWT secara keseluruhan di negeri kita ini, dalam bingkai khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah.
Wallahu’alam bi shawab

0 komentar:

Posting Komentar