Aku & Satu Kata Bernama Perubahan

Selasa, 21 Mei 2013
Aku tergelitik buat nulis ini karena banyak  teman-temanku di luaran sana masih kesulitan untuk tegas dengan keputusannya untuk berubah. Kadang suka bingung sama apa yang menjadi jalan fikiran mereka, yang seringkali mereka bilang 'Aku pengen berubah jadi lebih baik...' tapi setelah berulang kali coba diarahin... ternyata upayanya belum relevan dengan harapannya. Disini, aku bukan bermaksud menggurui atau memfigurkan diri aku. Disini aku cuman mau share pengalaman yang mungkin sedikit banyaknya mirip dengan masalah temen-temenku itu.

Seseorang bisa menjadi lebih baik karena satu sebab, yaitu berubah. Tentunya dengan perubahan yang positif. Karena ada juga  perubahan yang bisa menghantarkan kita menjadi lebih buruk dari keadaan sebelum kita menyatakan ingin berubah. Berubah itu biasanya diawali oleh proses berfikir, memikirkan keadaan yang biasanya sudah terasa jenuh untuk dilakukan. Aku bisa bilang gini karena dulu aku pun pernah merasakan dan mengalami hal yang sama. Dimana setelah kita mengalami berbagai keadaan, cepat atau lambat akan muncul pemikiran "sebenarnya kenapa aku ngelakuin ini?" atau "untuk apa aku menjalani hal ini?" ataupun "apa aku hidup hanya  untuk ini?". 

[puisi] Refleksi Kehidupan

Minggu, 28 April 2013
REFLEKSI KEHIDUPAN
Lisda Kania Yuliani

Aku merasa hidupku telah sempurna
Aku memiliki semua hal yang aku impikan
Hidup yang kujalani memang bagaikan impian
Semuanya terasa indah dan membuatku terlena

Saat ku butuhkan apapun, semuanya tersedia 
Saat ku inginkan apapun, dengan mudah tinggal ku acungkan telunjukku
Aku bebas melakukan apapun sesukaku
Aku bebas memiliki apapun semauku
Aku bebas! Ya! Aku bebas!

Orangtua yang abai, tak ku jadikan sebagai beban
Karena dengan cara merekalah aku bisa bebas, sangat bebas!
Karena kebebasan itu, aku bertingkah... aku berulah...
Karena kebebasan itu, Agama tak lagi kujadikan pertimbangan
Dunia malam, obat-obatan dan minuman terlarang
Semua itu masuk ke dalam diri yang selalu menginginkan kebebasan

Aku tergiur oleh ucapan manis orang-orang yang kuanggap teman
Tanpa sadar, selangkah demi selangkah aku abaikan aturan Sang Pencipta
Aku jauh... menjauh... dan semakin jauh dari-Nya...
Tapi entah apa yang terjadi pada diriku suatu hari...

Aku bercermin, dan kudapati... betapa kelamnya hidup yang kujalani
Betapa hancurnya diri ini... kusadari, kebebasanlah yang membuatku begini
Aku malu... aku sangat malu...
Ku coba berjalan meniti lembaran baru, walau harus terjatuh dan terjatuh lagi
Aku tertatih, mencoba meraih angan untuk kembali pada Sang Illahi Rabbi
Ku merangkai hari demi hari dengan langkah baru
Ku tinggalkan serpihan-serpihan kelam dengan langkah yang lebih baik
Hingga kudapati penyebab kekelamanku yang juga teralami oleh banyak orang

Demokrasi. Ternyata itulah penyebab semua kehancuran ini
Bukan hanya aku, tapi juga mereka... mereka... dan mereka
Tapi ku yakin, pasti ada jalan untuk merubah ini semua

Akupun mencari, hal besar apa yang mampu merubah ini semua?Memperbaiki kehancuran yang saat ini terus menerus terjadi
Dan mencabut demokrasi yang hancur ini hingga akarnya

Ku hadiri kajian demi kajian Islam, ku datangi orang-orang yang memahami Islam
Hingga aku mendapat jawaban dari pertanyaan besarku

Khilafah Islamiyah...
Sistem pemerintahan agung yang mampu menciptakan perubahan besar dunia
Terbukti dengan 13 abad, 2/3 dunia sejahtera di bawah naungannya

Karena saat ini kusadari, yang dibutuhkan adalah kembali pada Allah
Sang Maha Pencipta dan Maha Pengatur 
Untuk itu, marilah kita sama-sama berjuang
Berjuang demi melanjutkan kembali kehidupan Islam
Melalui penerapan al-Qur’an dan as-Sunah dalam setiap aspek kehidupan
Untuk satu bendera, satu umat, dan satu institusi negara...
Bernama Khilafah Islamiyah ‘ala manhaji nubuwwah

Allahu Akbar!

KAPITALISME BIANG PELECEHAN SEKSUAL

Jumat, 08 Maret 2013
     Lagi, pelecehan seksual terhadap remaja terjadi. Seorang remaja putri yang masih berstatus pelajar SMA mengalami pelecehan seksual oleh Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di daerah Jakarta Timur. Awalnya pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan, namun ternyata pelaku melakukan pelecehan seksual kepada korban pada pertengahan tahun 2012 lalu. Setelah pemaksaan itu, korban diberikan uang sebesar Rp 50.000,- untuk ongkos pulang dan uang tutup mulut. Korban juga sempat diancam kalau sampai hal ini bocor, pelaku tidak akan mengeluarkan nilai dan ijazah korban (MetroTV News).

        Maraknya kejadian pelecehan seksual tidak lepas dari lingkungan dimana kejahatan terus menerus terjadi dan berulang. Seperti kejadian yang menimpa siswi SMA yang dilecehkan oleh Wakaseknya sendiri. Ini membuktikan bahwasannya lingkunganlah yang mendorong tumbuh dan berkembangnya kejahatan. Kasus pelecehan seksual yang marak terjadi memang bukanlah masalah tunggal yang mengharuskan penyelesaiannya hanya dengan menghukum pelaku. Akan tetapi, kasus ini merupakan kasus yang kompleks dan merujuk pada sistem, dimana harus diselesaikan bukan hanya dengan menghukumi pelaku tapi juga harus memperhatikan faktor penyebab lain yang mendorong berulangnya kasus serupa. Harus diperhatikan bahwa kejadian seperti ini berawal dari beberapa faktor, dimulai dari banyaknya perempuan yang berpakaian minim dan enggan menutup aurat, tayangan televisi dan media elektronik yang menyuguhkan berbagai adegan seks, juga dengan maraknya gambar, film dll yang semuanya dapat menimbulkan rangsangan seks yang kuat. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi terjadinya tindakan pelecehan seksual.


       Seluruh faktor tersebut adalah dampak sistem kapitalis yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis membentuk kebebasan bertingkah laku dan berekspresi, sehingga banyak perempuan yang enggan menutup aurat dan bebas berbaur dengan laki-laki, pada akhirnya inilah yang mendorong syahwat laki-laki yang melihatnya. Begitu pula dengan kebebasan penayangan adegan-adegan panas di televisi maupun media elektronik lainnya, ini pun berdampak besar pada terangsangnya naluri seks dan akhirnya tindakan pelecehan seksual pun dilakukan karena didorong oleh rangsangan-rangsangan ini. Maka tindakan pelecehan seksual ini sekali lagi bukan hanya permasalahan individual tapi ini merubahan permasalahan yang sistemik. 

     Sayangnya peran negara dan pemerintah belum terlihat. Berbagai solusi yang ditawarkan pun masih berupa solusi yang bersifat parsial dan individual. Hanya dengan menghukumi pelaku, tentu saja kasus yang sama pasti akan berulang. Seharusnya negara memahami bahwa seluruh permasalahan ini bersumber dari kesalahan sistem yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis yang berasaskan sekuleristik –memisahkan agama dari kehidupan- telah merusak moral masyarakat. Keyakinan akan kebebasan dan tidak adanya pondasi agama dalam diri masyarakat telah membuat mereka tidak takut untuk melakukan perbuatan maksiat. Aturan yang dibuat manusia secara nyata telah merusak masyarakat dan banyak menimbulkan permasalahan.

     Inilah indikasi bahwasannya setiap aturan yang dibuat oleh manusia akan berujung pada kerusakan. Karena itulah, tidak ada lagi alasan untuk tetap mempertahankan aturan yang dibuat manusia. Solusi satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan kembali pada aturan Allah. Menghukumi segala permasalahan hanya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Serta menjadikan aqidah Islam sebagai pondasi dalam setiap perbuatan. Saatnya kita kembalikan setiap aturan berdasarkan pada apa yang telah Allah turunkan dengan cara menegakkan institusi yang bisa menerapkan aturan Allah secara kaaffah, yaitu Khilafah rasyidah ala min haji nubuwwah. 

Wallahu ‘alam bish shawab.