Tampilkan postingan dengan label Hizbut Tahrir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hizbut Tahrir. Tampilkan semua postingan

KAPITALISME BIANG PELECEHAN SEKSUAL

Jumat, 08 Maret 2013
     Lagi, pelecehan seksual terhadap remaja terjadi. Seorang remaja putri yang masih berstatus pelajar SMA mengalami pelecehan seksual oleh Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di daerah Jakarta Timur. Awalnya pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan, namun ternyata pelaku melakukan pelecehan seksual kepada korban pada pertengahan tahun 2012 lalu. Setelah pemaksaan itu, korban diberikan uang sebesar Rp 50.000,- untuk ongkos pulang dan uang tutup mulut. Korban juga sempat diancam kalau sampai hal ini bocor, pelaku tidak akan mengeluarkan nilai dan ijazah korban (MetroTV News).

        Maraknya kejadian pelecehan seksual tidak lepas dari lingkungan dimana kejahatan terus menerus terjadi dan berulang. Seperti kejadian yang menimpa siswi SMA yang dilecehkan oleh Wakaseknya sendiri. Ini membuktikan bahwasannya lingkunganlah yang mendorong tumbuh dan berkembangnya kejahatan. Kasus pelecehan seksual yang marak terjadi memang bukanlah masalah tunggal yang mengharuskan penyelesaiannya hanya dengan menghukum pelaku. Akan tetapi, kasus ini merupakan kasus yang kompleks dan merujuk pada sistem, dimana harus diselesaikan bukan hanya dengan menghukumi pelaku tapi juga harus memperhatikan faktor penyebab lain yang mendorong berulangnya kasus serupa. Harus diperhatikan bahwa kejadian seperti ini berawal dari beberapa faktor, dimulai dari banyaknya perempuan yang berpakaian minim dan enggan menutup aurat, tayangan televisi dan media elektronik yang menyuguhkan berbagai adegan seks, juga dengan maraknya gambar, film dll yang semuanya dapat menimbulkan rangsangan seks yang kuat. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi terjadinya tindakan pelecehan seksual.


       Seluruh faktor tersebut adalah dampak sistem kapitalis yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis membentuk kebebasan bertingkah laku dan berekspresi, sehingga banyak perempuan yang enggan menutup aurat dan bebas berbaur dengan laki-laki, pada akhirnya inilah yang mendorong syahwat laki-laki yang melihatnya. Begitu pula dengan kebebasan penayangan adegan-adegan panas di televisi maupun media elektronik lainnya, ini pun berdampak besar pada terangsangnya naluri seks dan akhirnya tindakan pelecehan seksual pun dilakukan karena didorong oleh rangsangan-rangsangan ini. Maka tindakan pelecehan seksual ini sekali lagi bukan hanya permasalahan individual tapi ini merubahan permasalahan yang sistemik. 

     Sayangnya peran negara dan pemerintah belum terlihat. Berbagai solusi yang ditawarkan pun masih berupa solusi yang bersifat parsial dan individual. Hanya dengan menghukumi pelaku, tentu saja kasus yang sama pasti akan berulang. Seharusnya negara memahami bahwa seluruh permasalahan ini bersumber dari kesalahan sistem yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis yang berasaskan sekuleristik –memisahkan agama dari kehidupan- telah merusak moral masyarakat. Keyakinan akan kebebasan dan tidak adanya pondasi agama dalam diri masyarakat telah membuat mereka tidak takut untuk melakukan perbuatan maksiat. Aturan yang dibuat manusia secara nyata telah merusak masyarakat dan banyak menimbulkan permasalahan.

     Inilah indikasi bahwasannya setiap aturan yang dibuat oleh manusia akan berujung pada kerusakan. Karena itulah, tidak ada lagi alasan untuk tetap mempertahankan aturan yang dibuat manusia. Solusi satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan kembali pada aturan Allah. Menghukumi segala permasalahan hanya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Serta menjadikan aqidah Islam sebagai pondasi dalam setiap perbuatan. Saatnya kita kembalikan setiap aturan berdasarkan pada apa yang telah Allah turunkan dengan cara menegakkan institusi yang bisa menerapkan aturan Allah secara kaaffah, yaitu Khilafah rasyidah ala min haji nubuwwah. 

Wallahu ‘alam bish shawab.

Menjadi Pejuang Islam - Karya Najmah Hamidah

Rabu, 16 Januari 2013
Puisi ini sangat SubhanAllah sekali ^^ Ini puisi yg dibawain pas Konferensi Remaja Islam di Bandung 16 Desember 2012 kemarin :)

Wahai sobat, Tahukah engkau Aisyah?
Remaja yang menjadi rujukan ilmu dan penghafal 2000 hadits
Wahai sobat, Tahukah engkau Fathimah az-zahra?
Remaja yang setia mendampingi Rasul dalam dakwahnya

Wahai sobat, Tahukah engkau Ali bin Abi Thalib?
Remaja yang menaruhkan nyawa tuk lindungi Rasulnya
Wahai sobat, Tahukah engkau Usamah bin Zaid?
Remaja yang menghantar kanpasukan muslim ke negeri Romawi

Dan ribuan remaja yang tlah menorehkan tinta emas dalam Islam


Mereka laksana api yang mampu menerangi seluruh alam ini
Mereka laksana aliran panas yang mampu memacu kebangkitan Islam
Mereka laksana halilintar yang mampu menggetarkan kalbu musuh-musuh kami
Hingga mereka menghantarkan Islam ke atas puncak kejayaan
Dan Islam pun menjadi Negara adidaya

Namun,
Kala alam ini bergejolak panas
Kala angkara murka merajalela
Kaum muslimin terserak
Lemah tak berdaya
Terombang ambing ibarat buih di lautan


Mencoba menerjang para durjana
Walau hanya sepercik kekuatan
Lalu kamipun luluh dan jatuh tak berarti
Ibarat kerikil yang ingin menembus batu cadas

Kami pun terlena
Kami terhanyut dalam hembusan kesesatan
Yang memaksa kami tuk abaikan sebuah pegangan
Kami pun terhanyut dalam hembusan kelicikan
Yang memaksa kami tuk tinggalkan cahaya kegemilangan
Kami angkuh telah tinggalkan pesan Sang Penguasa
Kami angkuh telah abaikan pesan utusan-Nya
Kegemilangan itu pun akhirnya menjadi sebuah kenangan

Oh..kami tlah biarkan naungan  itu lenyap
Hingga tiadal agi yang mampu menahan
Kala gelombang kemungkaran itu datang
Hingga tiadalagi yang mampu melawan
Kala Palestina, Gaza, Rohingya dan deretan negeri muslim teraniaya
Keadilan pun tiadalagi kami rasakan

Kami coba tuk berjalan
Namun di atas puing-puing kehancuran
Kami coba tuk merangkak
Namun di atas serpihan yang memilukan
            Kami sadari kenyataan ini
            Kami sadari kesalahan ini
Dan ¾ abad pun sudah berlalu


Kami tepiskan keraguan ini,
Kami eratkan ikatan
Kami bulatkan tekad
Menjadi Pejuang Islam

Allahuakbar……3x
Laailahaillallah…………………….

RSBI GAGAL, ISLAM SOLUSINYA

Rintisan Sekolah Berstandard Internasional (RSBI) awalnya merupakan sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Namun ironisnya, prestasi RSBI tidak begitu memuaskan bahkan hingga tahun ke-7 pelaksanaannya. Pada kenyataannya, RSBI saat ini bukan lagi mengutamakan kualitas untuk memfasilitasi sarana dan kualitas pendidikan. Tapi hanya mengutamakan besaran nilai uang dari para siswanya. 

Sebenarnya, dengan atau RSBI sekalipun nampaknya tidak ada pengaruh bagi mutu pendidikan di Indonesia yang saat ini bisa dinilai gagal. Sistem pendidikan sekulerisme yang diterapkan di sekolah-sekolah baik RSBI ataupun regular akan tetap mencetak generasi-generasi yang hanya berorientasi pada nilai. Sebagaimana juga program RSBI yang disitu hanya mengandalkan kata pengantar berbahasa inggris, kualifikasi gurus S2 dan gedung yang bagus tidak bisa akan membentuk generasi yang akan datang menjadi lebih baik dan mempunyai pandangan hidup yang jelas. Selain itu, RSBI pun sangat berpotensi mendiskriminasi siswa, dimana yang banyak diterima adalah siswa yang berasal dari kalangan menengah ke atas dan dengan kemampuan akademik di atas rata-rata. Artinya, mereka yang memiliki kemampuan akademik rata-rata dan berasal dari keluarga miskin sangat kecil kemungkinan dapat menikmati proses pendidikan di lingkungan RSBI. Hal ini terkesan seperti Negara berbisnis dengan rakyatnya dengan pembayaran yang mahal.

Sedangkan di dalam Islam, pendidikan merupakan tanggung jawab negara yang di dalamnya akan memfasilitasi sekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, tidak dengan label Sekolah Internasional yang memerlukan biaya tinggi hingga tidak akan ada diskriminasi ataupun kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membentuk syakhsiyyah (kepribadian) Islam, sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi cemerlang yang cerdas dan berkepribadian Islam. Berbeda dengan system pendidikan dengan kurikulum yang diterapkan saat ini, dimana generasi yang dihasilkan adalah generasi yang hanya berorientasi pada materi tanpa memiliki kepribadian Islam sehingga menimbulkan berbagai kerusakan. Jadi, sudah nampak jelas bagaimana cerminan pendidikan sekuler saat ini yang kualitasnya tidak kunjung membaik malah semakin hari semakin memburuk. Inilah indikasi bahwasannya setiap aturan yang dibuat oleh manusia akan berujung pada kerusakan, termasuk system pendidikan sekuler saat ini yang jelas-jelas sudah mencetak generasi-generasi yang rusak. Untuk itu, tidak ada lagi alasan untuk tetap mempertahankan aturan yang dibuat manusia. Saatnya kita kembalikan setiap aturan berdasarkan pada apa yang telah Allah turunkan, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan cara menegakkan institusi yang bisa menerapkan aturan Allah secara kaaffah, yaitu Khilafah rasyidah ala min haji nubuwwah. WaLlahu alam bish shawab.

Kisah 2 Pasien Rumah Sakit

Senin, 06 Agustus 2012


“Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.
Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah Dia.
Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”


Sobat remaja rahimakumullah, saya akan berbagi insiprasi tentang kisah dua orang yang mempunyai penyakit serius menempati kamar yang sama di rumah sakit. Kedua pasien ini bernama Nurul dan Zahra.

Nurul setiap siang hari dibolehkan duduk selama satu jam supaya cairan yang ada di paru-parunya cepat hilang dan tempat tidurnya terletak di sebelah jendela satu-satunya di kamar itu. Sedang Zahra hanya dapat berbaring di atas punggungnya setiap hari.

Nurul dan Zahra berbicara tentang istri, keluarga, rumah tangga, pekerjaan dan sebagainya. Setiap siang, ketika Nurul yang dekat dengan jendela duduk, ia menghabiskan waktunya bercerita kepada Zahra tentang semua yang ia lihat dari balik jendela. Nurul selama satu jam hidup dalam dunia yang lebih luas. Kegiatan dan warna dunia luar membuatnya lebih bergairah hidup.  Jendela itu menghadap ke taman yang di dalamnya ada telaga yang indah.

Angsa dan itik bermainan di atas air sementara anak-anak melayarkan kapal-kapal mainannya. Sepasang kekasih jalan bergandeng tangan di antara bunga-bunga yang berwarna-warni seperti pelangi. Pohon tua yang besar menambah indahnya pemandangan. Setiap kali Nurul yang di dekat jendela menjelaskan semuanya secara indah dan rinci, Zahra memejamkan mata membayangkan pemandangan itu.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.

Suatu pagi, perawat yang datang membawakan air untuk mandi mereka, mendapati tubuh Nurul sudah tidak bernyawa. Ia meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Perawat yang selama ini telah merawatnya merasa sedih. Ia memanggil karyawan rumah sakit untuk memindahkan mayat Nurul. Setelah menganggap layak waktunya, Zahra bertanya apakah ia boleh pindah ke dekat jendela. Perawat tidak keberatan dengan pergantian tempat ini. Setelah merasa bahwa Zahra telah berbaring dengan nyaman di sebelah jendela, sang perawat pergi meninggalkannya sendiri. Perlahan-lahan dengan menahan sakit, Zahra menggunakan sikunya agar tubuhnya naik dan dapat melongok ke jendela.  Akhirnya ia bakal melihat pemandangan indah itu dengan mata kepalanya sendiri. Ia tegangkan badannya lalu perlahan-lahan berputar untuk melihat ke jendela. Betapa kagetnya ketika ia mengetahui bahwa di balik jendela itu hanya tembok belaka.

Zahra lalu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada perawat.
“Apa gerangan yang membuat teman sekamarku berbuat demikian?” Tanya Zahra kepada perawat.
“Nurul sesungguhnya buta, tembok yang ada di seberang jendela itu pun tak dapat dilihatnya.” Jelas si perawat.
“Mungkin ia ingin membesarkan hatimu…….!!!”

Sahabatku yg dicintai Allah, ini adalah sepenggal kisah yg penuh makna dan berharga bagi kita saat menjalani hidup ini. Lihatlah bagaimana Nurul yg buta selalu berupaya menyenangkan sahabatnya. Dia menginginkan sahabatnya tidak merasakan kesedihan dan penderitaan saat harus berbaring lemah di atas punggungnya. Dengan kekurangan yg dia miliki tak membuatnya GALAU dan tak menyebarkan kesedihan serta kegalauannya pada temannya.

Bedakan dengan kondisi saat ini, remaja kita memiliki kesempurnaan fisik tapi dengan sangat mudah GALAU, hanya karena cinta dan nafsu pada lawan jenis. Saat ini sahabat kita sering GALAU dan menyebarkan keGALAUan via jejaring sosial.  Sementara itu, kita masih punya orang tua yg mencintai kita, kita masih punya sahabat yg siap berbagi dengan kita, dan yg terpenting kita masih punya Allah yg selalu ada untuk kita. Sungguh sahabat, kita tak layak merasa GALAU jika kita beriman pada Allah. Saat kita GALAU, perbanyaklah ibadah kita, perdekatlah diri dengan Allah, ikutilah kajian-kajian Islam dan berkumpulah dengan sahabat yg shalih. Terlebih saat ini adalah bulan Ramadhan, bulan dibukanya pintu ampunan dan dilipatgandakan amalan sholih. Mari sahabat kita Jalani Ramadhan tanpa GALAU.
Semoga Allah selalu menguatkan kita, menjauhkan dari hal-hal yg bisa merusak iman kita, dan menjadi Remaja ANTI GALAU. Semangaaat!! Allahu Akbar!!

25 Fakta AS Tak Layak Disebut Negara Adikuasa

Selasa, 10 Juli 2012


Posisi Amerika Serikat (AS) sebagai negara terbesar sekaligus Adikuasa di dunia mulai dipertanyakan. Krisis keuangan dan dampak ikutannya yang belum reda membuat posisi Negara Paman Sam itu tampaknya mulai goyah di kancah internasional.
Dalam sebuah tayangan wawancara The Newsroom, penulis naskah ternama AS, Aaron Sorkin, sempat menyinggung bagaimana AS sebetulnya sudah tak layak menyandang gelar negara terhebat di dunia.
Dikutip dari laman businessinsider, setidaknya terdapat 25 fakta terbaru yang menggambarkan posisi AS dalam percaturan internasional.



Berikut adalah 25 fakta yang menunjukkan AS tak layak menyandang predikat negara Adikuasa:
1. Laporan Doing Business Bank Dunia menunjukkan AS berada pada posisi 13 dalam urusan kemudahan mengawali bisnis.
2. Data Reporters Without Border memperlihatkan AS hanya menempati posisi ke-47 dunia dalam hal kebebasan pers.
3. Untuk urusan perdagangan internasional, Bank Dunia dalam laporan Doing Business, menempatkan AS pada posisi 20 dunia.
4. Dalam urusan kemampuan membayar utang, AS berada pada posisi 15 dunia.
5. The Heritage Foundation dan Wall Street Journal menempatkan AS pada posisi ke-10 dunia dalam hal kebebasan ekonomi.
6. AS hanya menempati posisi ke-25 di antara 43 negara berkembang yang dianggap layak menjadi tempat bagi seorang ibu. Data ini dikeluarkan oleh organisasi Save The Children.
7. Untuk urusan kebahagiaan, Columbia University’s Earth Institute menempatkan AS di posisi 11 dunia sebagai negara yang dianggap paling bahagia.
8. Saat ini, terdapat 21 negara terbaik dibandingkan AS dalam upaya pemberantasan korupsi. Data dikeluarkan Heritage.org.
9. Transparency.org menempatkan AS pada posisi 24 dunia dalam hal persepsi kejujuran.
10. CIA World Factbook menemukan fakta bahwa AS berada di posisi ke-24 dunia untuk urusan ketidakseimbangan pendapatan masyarakat.
11. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringkat ke-89 bagi AS untuk urusan banyaknya anak-anak di negara itu yang memperoleh vaksinasi hepatitis B.
12. Tak disangka, untuk urusan harapan hidup bayi, AS ternyata berada di posisi 47 dunia. Data ini dikeluarkan oleh CIA World Factbook.
13. Ingin hidup lebih lama, jangan tinggal di AS. Negara ini hanya berada di posisi 50 dunia untuk urusan usia harapan hidup.
14. Di bidang ekonomi, rata-rata tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ternyata hanya ada di posisi 169 dunia dari 216 negara.
15. PDB per kapita masyarakat AS hanya mampu berada di posisi ke-12 dunia, di belakang Qatar dan Liechtenstein.
16. AS tercatat memiliki persentase pengangguran terburuk di dunia. Negara ini berada di posisi ke-102 dari 200 negara yang terdaftar dalam data CIA World Factbook.
17. CIA Fact Worldbook juga mencatat investasi infrastruktur AS masuk urutan terbawah dunia dengan berada di posisi ke-142 dari 150 negara.
18. Dalam masalah keuangan, defisit anggaran AS terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di posisi ke-192 dunia.
19. Di sektor industri, AS hanya mencatat rata-rata pertumbuhan sektor industri pada posisi ke-79 dunia.
20. AS juga terkenal sebagai negara pengimpor minyak dunia. Untuk urusan ekspor, AS hanya berada di posisi ke-11 dunia.
21. Cadangan minyak AS ternyata hanya berada di posisi ke-13 terbesar di dunia.
22. Dalam soal perdagangan produk jasa di duniaCIA World Factbook menemukan AS berada di posisi buncit atau 192 dunia.
23. Cadangan mata uang asing dan emas AS berada di posisi 19 dunia.
24. Di bidang olahraga, Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) menempatkan sepakbola AS pada posisi 28 dunia.
25. IPU menemukan, AS bukan termasuk negara yang aktif memberdayakan perempuan. Tercatat, persentase wanita yang memegang tampuk kekuasaan hanya berada di posisi 79 dari 147 negara di dunia.
(viva.co.id, 27/6/2012)

ideologi #remajaIDEOLOGIS

Minggu, 08 Juli 2012

1.       Kematian Rezim Sosialisme - Komunis  bukanlah kematian organis tapi kematian zombie yang suatu saat bisa saja bangkit kembali. #remajaIDEOLOGIS
2.       Rezim kapitalisme berjaya namun menghancurkan dunia. Tapi mereka tidak pernah merasa bersalah dan tetap mengukuhkan kapitalisme adalah the end of history. #remajaIDEOLOGIS
3.       Kapitalisme menggulingkan rezim sosialisme di soviet lewat jargon glasnot, perestroika yang digulirkan Gorbacev. #remajaIDEOLOGIS
4.       Begitu juga saat ini kaum kapitalisme berusaha menghancurkan Islam dengan kedok perang melawan terrorisme. #remajaIDEOLOGIS
5.       Islam adalah ideology, itulah alasan kenapa kaum kapitalis dan sosialis sama-sama memusuhi Islam. Ideology vs ideology merupakan pertarungan berimbang. #remajaIDEOLOGIS
6.       Tapi pertarungan menjadi tidak berimbang, karena Kapitalisme dan Sosialisme sama-sama diemban oleh Negara, sedangkan Islam tidak. #remajaIDEOLOGIS
7.       Islam saat ini hanya diemban individu atau sekelompok individu, akibatnya pertarungan ideology ini menjadi tidak berimbang. #remajaIDEOLOGIS
8.       Banyak Negara yg mengklaim dirinya adalah Negara Islam. Nyatanya mereka hanyalah Negara antek kapitalis. #remajaIDEOLOGIS
9.       Logikanya, system harus dilawan dengan system, Negara harus dilawan dengan Negara, maka ideology harus dilawan dengan ideology. #remajaIDEOLOGIS
10.   Kaum muslim mustahil dapat memenangkan pertarungan global, kecuali jika Islam juga diemban oleh Negara Islam global. #remajaIDEOLOGIS
11.   Penyebab utama pertarungan ideology ini adalah perbedaan ‘aqidah atau pemikiran mendasar. #remajaIDEOLOGIS
12.   Islam tidak akan pernah bisa berdampingan dengan kapitalisme, islam juga tidak akan pernah bisa berdampingan dengan sosialisme. #remajaIDEOLOGIS
13.   Maka sangat wajar jika terus menerus akan terjadi pertarungan sampai ketiganya menang atau dikalahkan. #remajaIDEOLOGIS
14.   Jika saat ini kaum muslim masih mampu bertahan dalam system kapitalis, bukan berarti Islam dapat berdampingan dengan kapitalis. #remajaIDEOLOGIS
15.   Islam yang saat ini diterapkan hanyalah “sebagian adari ajaran Islam”. Bukan Islam secara menyeluruh. #remajaIDEOLOGIS
16.   Sedangkan Islam harus diterapkan secara sempurna. Dan Islam hanya bisa diterapkan scr sempurna jika ada system Islam. #remajaIDEOLOGIS
17.   System Islam yang dimaksud disini adalah Daulah Islam atau Khilafah Islamiyah. #remajaIDEOLOGIS
18.   Khilafah adalah system kenegaraan yg telah dicontohkan Rasulullah saw dan para shahabat dari khulafaurrasyidin. #remajaIDEOLOGIS
19.   Yang dimaksud adalah khilafah islamiyah yang memiliki wilayah, kedaulatan, dan menerapkan syari’at islam. #remajaIDEOLOGIS
20.   System islam bersifat independent dan tidak terkungkung oleh Rezim demokratik-kapitalistis.
21.   Saat ini, islam telah tereduksi menjadi wilayah privat. Umat islam terpuruk dengan kemunduran yang parah. #remajaIDEOLOGIS
22.   Wilayah kaum muslim tercabik-cabik menjadi Negara-negara kerdil, lemah dan menghambakan nasionalisme-sekularisme. #remajaIDEOLOGIS
23.   Hubungan kita (kaum muslim) dengan mereka (kaum kapitalisme&sosialisme) adalah hubungan perang ideologis. #remajaIDEOLOGIS
24.   Kaum muslim harus memahami, bahwa tidak ada satupun rezim kapitalisme dan sosialisme yang pro dengan  Islam. #remajaIDEOLOGIS
25.   Islam itu agama yang lurus. Bukanlah Islam jika bersinkretis dengan kapitalisme dan sosialisme. #remajaIDEOLOGIS
26.   “dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dan bathil dan janganlah kamu sembunyikan yg haq itu sedang kamu mengetahui” (al-Baqarah:42) #remajaIDEOLOGIS
27.   “orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan pernah ridho kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka” (al-baqarah:120) #remajaIDEOLOGIS

Amr Ibnul Jamuh ra. Sahabat cacat bertekad kuat

Sabtu, 07 Juli 2012

Syahid di medan perang menjadi impian para sahabat Rasulullah saw. Tak terkecuali seorang Amr Ibnul Jamuh ra yang mempunyai empat orang putra. Salah satunya Mu'adz bin Amr yang termasuk kelompok 70 peserta bai'at 'Aqabah. Keempat putranya nggak pernah ketinggalan ikut bersama Nabi saw dalam setiap peperangan serta tabah dalam menunaikan tugas perjuangan.
Amr Ibnu Jamuh ra sangat berkeinginan untuk bisa syahid di jalan Allah. Namun ada yang mengganjal. Kakinya yang pincang menjadi penghadang badannya untuk ikut dalam peperangan. Pernah suatu ketika Amr telah berketetapan hati dan telah menyiapkan peralatannya untuk turut dalam perang Badar. Namun putra-putranya memohon agar beliau mengurungkan niatnya dengan kesadaran sendiri atau bila terpaksa dengan larangan dari Nabi. Nabi pun menyampaikan kepada Amr bahwa Islam membebaskan dirinya dari kewajiban perang dengan alasan ketidakmampuan disebabkan cacat kakinya yang berat itu. Kemudian Rasulullah mengeluarkan perintah agar ia tetap tinggal di Madinah. Walau merasa kecewa tapi Amr tahu itu untuk kebaikannya.

Tapi ketika masa perang uhud telah tiba, tekad Amr semakin tak terbendung. Udah kebelet banget pengen ngerasain syahid di medan perang seperti parasahabat lainnya. Dengan penuh keyakinan Amr menemui Nabi saw dan memohon kepadanya agar diizinkan terjun ke medan perang.
"Ya Rasulullah, putra-putraku bermaksud hendak menghalangiku pergi bertempur bersama Anda. Demi Allah, aku amat berharap kiranya dengan kepincanganku ini aku dapat merebut surga!'' ungkap Amr. Rasul tak kuasa menahan tekad kuat Amr yang sangat ingin berjihad. Nabi saw pun akhirnya memberikan izin pada Amr untuk berperang. Betapa bahagianya Amr mendapat ijin dari Nabi. Dengan sigap, Amr segera mengambil persenjataan perangnya. Dengan hati yang diliputi oleh rasa puas dan gembira, ia berjalan berjingkat-jingkat sambil memohon kepada Allah: "Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk menemui syahid, dan janganlah aku dikembalikan kepada keluargaku!"
Dalam perang Uhud, Amr ibnul Jamuh bersama keempat putranya maju ke depan menebaskan pedangnya dengan membabi-buta kepada para tentara musuh. Di tengah-tengah pertarungan yang hiruk-pikuk itu Amr melompat dan berjingkat. Sekali lompat, pedangnya berhasil memenggal satu kepala dari anggota pasukan musuh. Ia pun semakin bersemangat melepaskan sabetan pedang di tangan kanannya sambil menengok ke sekelilingnya. Seolah-olah mengharapkan kedatangan Malaikat Izrail yang akan menemani dan mengawalnya masuk surga. Karena, ia telah memohon kepada Allah swt agar diberi syahid dan ia yakin Allah swt pasti akan mengabulkannya. Dan apa yang diharapkannya pun terjadi. Sebuah sabetan pedang dari prajurit musuh yang berkelebat memaklumkan datangnya saat keberangkatan, yakni keberangkatan seorang syahid yang mulia menuju surga jannatul khuldi, surga Firdaus yang abadi!
Driser, kisah Amr Ibnul Jamuh ra di atas nunjukkin pada kita kalo sebuah keberhasilan bermula dari sebuah impian apakah kita ingin memperjuangkanya hingga menjadi sebuah tekad atau hanya cukup menjadi keinginan. Jika tekad sudah bulat, akan menggerakkan seluruh organ tubuh dan otak kita untuk fokus meraih impian tanpa menghiraukan kendala yang menjadi penghalang. Dengan berdoa dan tekad yang kuat, Allah pasti akan memberikan jalan keluar terbaik. Jika impian tidak tercapai dalam waktu dekat, jangan pernah berkecil hati. Tetaplah belajar, berusaha, dan selalu berpikir positif. Innallaha ma’ana.. karena bersama kita...[Ridwan]

Dunia Lain Pun Terguncang..Tidak Hanya Amerika Yang Meradang Terhadap Hizbut Tahrir

Minggu, 01 Juli 2012

(Saya dengar langsung dari Ustad Abu Nashir, waktu kunjung ke pesantren beliau di Pangkalan Banteng Kalteng akhir bulan Oktober 2011, kemudian beliau menuliskannya)
Demi Allah, cerita inspiratif yang saya sampaikan ini adalah benar adanya. Bukan cerita fiktif atau sesuatu yang mengada-ngada. Tujuannya agar bagi yang membaca khususnya para pengemban dakwah dapat semakin istiqomah dan bersemangat dalam memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah.

Perkenalkan, nama saya Abu Nasir. Saya asli dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan sudah dua belas tahun merantau ke Kalimantan dan menetap di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalteng. Saya aktif sebagai aktivis HTI Kecamatan sejak 2007. Sehari-hari saya berprofesi sebagai pengasuh Ponpes Darul Hikam Pangkalan Banteng. Pendidikan agama saya dapatkan ketika nyantri di Ponpes Lirboyo Kediri.

Saya memiliki 8 orang saudara dan 2 di antaranya sudah meninggal dunia. Yang bungsu bernama Muhammad Za’far An Nuh (19 tahun). Ketika masih duduk di bangku SD, Za’far sering di siksa secara fisik oleh seorang teman satu sekolah sampai kelas enam akhir. Karena fisiknya lemah (memang karakternya yang pendiam dan tertutup), Za’far tidak bisa membela diri. Meski demikian, Za’far tetep berjanji dalam hatinya bahwa kalau teman yang menyiksa itu meminta maaf kepadanya pasti Za’far memaafkanya dengan setulus hati. Kenyataannya, sampai lulus SD, teman tersebut tidak pernah meminta maaf kepada Za’far. Ketika duduk di kelas 1 MTs PSM Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, gejala-gejala supranatural mulai nampak dalam diri Zafar. Di awali dengan sering munculnya bisikan Hatif (suara tanpa wujud) yang menyuruh Zafar untuk menjalankan sebuah lelakon tertentu. Begitu Zafar selesai melakukan satu lelakon, muncul kembali hatif yang meminta Zafar melakukan lelakon yang lain. Begitu seterusnya. Dan itu terjadi dengan sendirinya sampai Zafar mendapatkan kekuatan supranatural yang sangat jarang di miliki orang lain.

Di antaranya, Zafar bisa membaca pikiran (hati) teman-temannya yang sedang membencinya dan mengetahui alasan kenapa teman teman membenci dirinya secara detail. Dia mampu melihat/menerawang peristiwa yang akan terjadi pada masa mendatang. Sebagai contoh, dia melihat dinding atas (layar atap bagian luar) masjid di desanya roboh ketika menjalankan sholat Jum’at dan menimpa sejumlah jamaah serta beberapa kendaraan. Meskipun, secara kasat mata pada saat itu kondisi masjid masih utuh. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada sang ayah. Mendengar ucapan Za’far, ayah kami tidak merespon dan hanya mengatakan kuwi jenenge laduni. Artinya, ilmu yang di dapat secara langsung tanpa melalui proses belajar. Ternyata, satu bulan kemudian apa yang di lihat Za’far menjadi kenyataan. Mulai saat itulah, Za’far akhirnya semakin penasaran dan mendalami kemampuan supranatural yang dimiliki. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang tidak bisa kami ceritakan satu persatu.

Lulus dari MTs pada tahun 2006/2007, Za’far ingin nyantri di ponpes yang masih berada di Kabupaten Nganjuk untuk mempelajari ilmu agama dan pengobatan alternatif menggunakan herbal dan pijat syaraf. Setelah selesai nyantri di ponpes di ngajuk (nama pesantren tidak kami sebutkan), Zafar pindah belajar agama ke salah satu Pesantren (nama ponpes dirahasiakan) di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Di pesantren tersebut, Za’far bermaksud mencari guru ngaji sekaligus guru spiritual supaya nantinya ketika suara Hatif tersebut muncul sang gurulah yang memutuskan apakah dilaksanakan atau tidak bisikan tersebut. Selama berada di pesantren itu, kemampuan supranatural yang dimiliki Za’far semakin meningkat karena mendapat dukungan ustad di pesantren setempat. Di antaranya, Zafar memiliki kemampuan hipnotis, bisa menghilang dan berpindah-pindah tempat hanya dalam hitungan detik.

Puncaknya, dia dengan mudah mendapatkan ilmu tasawuf sampai pada level wihdatul wujud dengan sendirinya tanpa di pandu oleh siapapun.

Pada level ini, Za’far kembali mendapat bisikan kuat yang menjelaskan bahwa wihdatul wujud sebenarnya bukanlah “Manunggaling kawulo marang gusti” (bersatunya mahluk dengan khaliq), TETAPI yang benar adalah mengamalkan syariat Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Disini Za’far mulai merenung dan mengoreksi diri. Pada satu sisi, dia mendalami ilmu tasawuf. Pada sisi lain, juga melihat fakta umat yang aktifitasnya banyak bertentangan dengan syariah Islam. Dalam hati, Zafar mulai bertanya-tanya “apakah mungkin cinta seorang hamba di terima oleh-Nya sedangkan umat terus dalam kerusakan yang membabi buta?”. Alhamdulillah, dari sini Za’far mendapat pencerahan dan bertekad kuat untuk melepas dan membuang ilmu yang pernah di pelajarinya. Zafar juga bertekad untuk berperan aktif memikirkan nasib umat, tetapi masih binggug karena belum memiliki fikrah yang jelas. Untuk membuang ilmu tersebut, Za’far membutuhkan bantuan tiga orang ustadz dan Alhmdulillah berhasil. Bisikan fakta umat itu semakin kuat hingga memaksa Za’far untuk pindah ke pesantren tahfidzul Quran guna memperdalamnya dan masih berada di wilayah administrasi Kabupaten Tegal.. Di sisi lain, keinginan untuk mempelajari Syariat Islam semakin kuat.. Pada titik ini, Za'far kembali menerima cobaan berupa sakit kepala yang luar biasa di bagian kiri, seperti ada benda tajam di dalamnya,semakin hari rasa sakitnya tambah parah hingga sempat terhenti akfitas Qurannya beberapa bulan . Setelah di periksa secara medis, dokter memvonis Za’far terserang penyakit semacam gangguan syaraf pada kepala dan untuk mengobatinya harus dengan jalan operasi. Setelah itu, kami keluarga yang ada di Kalimantan menyarankan agar Za’far di bawa ke Kalimantan tempat kami menetap di Desa Karang Mulya, Kabupaten Kobar. Kebetulan saya pernah kursus thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi). Setelah saya terapi sekitar dua minggu, sakitnya semakin parah dan sering pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit yang luar biasa. Akhirnya kami memutuskan untuk membawa Za’far ke Thibbun Nabawi El Iman Bogor Cabang Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama satu hari satu malam. Begitu tiba di Banjarmasin, pada pagi hari, Za’far di ruqyah oleh para ustad di sana, namun tidak ada reaksi hanya bau yang sangat busuk yang menyelimuti tubuh Za’far sedangkan yang lain tidak merasakan. Kemudian sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Za’far kembali di ruqyah. Hasilnya, Za’far kesurupan, meraung dan berteriak keras sehingga kami berlima kewalahan dalam menenangkan Za’far. Dalam kondisi kesurupan, jin dalam tubuh jafar melontarkan sejumlah perkataan antara lain tidak terima kalau Za’far bisa menghafalkan Al Quran dan meminta pihak keluarga untuk menghentikan aktivitas hafalan Quran Za’far. Setelah kurang lebih dua jam mengamuk hingga pukul 23.00 waktu setempat, Za’far tersadar. Kemudian oleh sang terapis, Za’far di suruh mengambil air wudhu dan segera tidur. Kemudian Za’far tidur di temani salah seorang kakaknya (adik saya yang lain), Ayyub di salah satu ruang ruqyah. Saya sendiri tidak bisa tidur dan memilih duduk di ruang tunggu. Jarak antara tempat tidur Za’far dan tempat saya duduk sekitar 20 meter dan dipisahkan oleh lorong panjang. Tak berselang lama, saya terkejut bukan kepalang karena tiba-tiba Za’far sudah berdiri di belakang saya dalam kondisi kerasukan.
Kemudian terjadilah dialog antara kami berdua (Kode AB : Abu Nasir, MZA (Muhammad Za’far An Nuh)

AB : Nuh... (memanggil nama Za’far dengan suara merendah)

MZA : Nama saya bukan An Nuh. Nama saya Ubaid

AB : Siapapun kamu, saya minta kamu duduk (dengan nada datar)
MZA akhirnya duduk dan menundukkan kepala. Hening sejenak. Kemudian MZA mengangkat kepala sambil mengancungkan tangan kanan ke atas dan berkata
MZA : Ini semua gara-gara Hizbut Tahrir. Sebetulnya anak ini sudah lama mencari pemahaman yang benar tentang Syariat Islam namun tidak menemukannya. Setelah di Kalimantan, dia bertemu Hizbut Tahrir dan akhirnya menemukan apa yang telah di carinya.
Maka ini semua tidak boleh terjadi.... (dengan nada yang tinggi)

AB : Kenapa kamu menyalahkan Hizbut Tahrir. Apa yang kamu tahu tentang Hizbut Tahrir ?
MZA : Kamu tahu dengan Hizbut Tahrir (balik bertanya). Gara-gara Hizbut –Tahrir kami bangsa jin di seluruh dunia luluh lantah dan saya tidak terima. Kami pada saat ini bangsa jin merapatkan barisan untuk menghalang-halangi tegaknya syariah dan khilafah.

AB : Apa lagi yang kamu tahu dari Hizbut Tahrir ?
MZA : Hizbut Tahrir itu akan membangunkan umat Islam dari tidur panjangnya, mengingatkan kembali sejarah kejayaan Islam selama 1.300 tahun dan akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Dan itu sebentar lagi. Namun, semua itu tidak boleh terjadi.

AB : Kenapa tidak boleh terjadi ?
MZA : Karena kami bangsa jin susah mencari teman dari kalangan manusia
Karena saya ketakutan, saya lari ke lorong dan membangunkan Ayyub yang sedang tertidur agar menjadi saksi. Kemudian kami kembali ke ruang tunggu dan menghampiri Za’far yang masih dalam kondisi kerasukan. (Kode AY : Ayyub)

AY : Sudah, kamu keluar (dari tubuh Za’far) aja. Kasihan Za’far kecapean belum tidur.
MZA : Saya mau keluar asalkan ada perjanjian. Syaratnya, kamu harus menghalang-halangi anak ini agar tidak menghafalkan Al Quran, Sebab, ketika dia hafal Al Quran dan mendakwahkan syariah. Maka seluruh ulama se Jawa Timur akan hancur (sadar dan memperjuangkan tegaknya Syariah).

AY : Tidak ada perjanjian antara manusia dan Jin. Siapa yang menyuruh kamu ? (dengan nada tegas)
MZA : Yang menyuruh saya, ya jin , ya manusia.

AY : Kamu Islam atau bukan ?
MZA : Saya Islam

AY : Kalau kamu Islam, coba baca syahadat.
MZA : As as as.... (dengan nada yang terputus-putus)

AY : Bohong kamu. Kalau kamu memang benar Islam, cepat baca syahadat
MZA : Asyahadu Allah Ilaha Ila llah

AY : Teruskan...
MZA kemudian menjulurkan lidahnya.

AY : Teruskan...
MZA : Wa Ashaduanna Muhammadarasulullah
Usai membaca syahadat, MZA kemudian menangis dan meneteskan air mata sambil berkata
MZA : Sebetulnya saya sudah mau pergi. Tapi pergi kemana ? kami sudah membangun rumah di kepala anak ini lebih dari setahun. Sekarang sudah di hancurkan.

AY : Tidakkah kau tahu bahwa bumi Allah itu luas


AB : Sudah, jangan banyak bicara. Pergi aja...
MZA kembali menangis sambil berkata
MZA : Saya tetap tidak bisa menerima tegaknya syariah dan khilafah.

AB : Kenapa kemarin tidak ikut ngaji (JM di masjid Al Muhajirin, Pangkalan Banteng)
MZA : Sebetulnya anak ini sudah mau ngaji. Namun, saya halang-halangi karena anak ini tidak boleh mengikuti kajian Hizbut Tahrir.
Akhirnya, ngak jadi ngaji kan ? Menang saya kan !! tepuk tangan (sambil tertawa HA HA HA)

AB : Siapapun kamu, kamu harus pergi hari ini dan ketahuilah bahwa Syariah dan Khilafah janji Allah. Dan itu pasti akan terjadi. (dengan suara lantang)
MZA : (sambil teriak) Jangan!! Jangan katakan itu. Tolong-tolong.

AB : Kamu adalah mahluk lemah. Ketika kamu tidak segera bertaubat, maka kamu segera di azab oleh Allah. Kalau kamu tidak percaya, maka datangkanlah semua jin untuk menghalang-halangi tegaknya Syariah dan Khilafah. Pasti kalian tidak akan mampu. Karena itu janji Allah.
MZA : Jangan... jangan katakan itu. Jangan..... panas... (sambil teriak). Ya sudah, saya pergi saat ini juga.

Seketika, Za’far lemas dan jatuh ke lantai. Kemudian tertidur. Sejenak Ust Abu dan Ayyub membiarkan tubuh Za’far yang terkulai lemas di lantai. Tak lama berselang, keduanya membangunkan Za’far untuk kembali istrihat ke dalam kamar.
Pagi harinya, Z’afar terbangun dan kepalanya terasa ringan. Sakitnya pun sudah mulai berkurang. Bada subuh, kami berpamitan dengan para terapis. Sebelum pulang, kami meminta para terapis meruqyah sekali lagi untuk memastikan rasa sakit Za’far sudah sembuh atau belum.
Alhamdulillah, setelah beberapa kali di ruqyah, tidak ada reaksi dan Za’far dalam keadaan normal.

Akhirnya, terapis bertanya kepada Za’far. (Kode T : Terapis)
T : Apakah sebelumnya pernah mimpi buruk ?
MZA : Tidak pernah bermimpi, kecuali dua hari sebelum ke sini. Sekitar jam 02.00 dini hari. Saya bermimpi bertemu dengan Rasul dan Rasul duduk di dalam masjid dan di kelilingi oleh lima orang satu diantaranya saya,posisi saya tepat berada di depan Rasul.

T : Berlima itu siapa saja ?
MZA : Saya tidak kenal kecuali satu orang. Teman saya di Tahfidzul Quran
T : Apa yang disampaikan Rasul kepada kalian ?
MZA : Saya tidak hapal saking banyaknya pesan yang disampaikan Rasul. Namun, garis besarnya beliau mengajarkan saya tentang thariqul iman(dalam hati saya berfikir ‘lho kok sama penjelasanya,seperti kakak saya tentang thariqul iman?’). Beliau menjelaskan alam semesta, manusia dan kehidupan. Di baliknya (pencipta) ada Allah dan setelahnya ada yaumul hisab. Selain itu, Rasul menjelaskan tentang keterkaitan antara sebelum, saat, dan setelah kehidupan ada hubungan perintah dan larangan. Setelah beliau menjelaskan tentang thariqul iman akhirnya saya terbangun dari tempat tidur saya.
Selesai berdialog, kami pun pamit kembali ke Desa Karang Mulya.
Sebagai informasi tambahan, hingga kini Za’far sudah khatam 20 juz dan Alhamdulillah dalam kondisi sehat.

*Diceritakan langsung oleh Ustad Abu Nasir dan Ayyub pada hari Senin, 24 Oktober 2011 bada Isya. Ditulis ulang Andri Saputra (Humas HTI Kobar)

Khilafah Rasyidah … Tema Untuk Perubahan

Kamis, 28 Juni 2012

بسم الله الرحمن الرحيم
Khilafah Rasyidah … Tema Untuk Perubahan
Di tengah umat ini tengah berlangsung peringatan ke-91 hancurnya daulah al-Khilafah al-Islamiyah yang terjadi pada 28 Rajab 1342 H.  Peringatan ini berlangsung ditengah kondisi umat yang hidup dalam suasana revolusi arab.  Umat berjuang merubah sistem-sistem politik mereka.  Pada waktu yang sama, kaum kafir berupaya serius untuk mengaborsi revolusi umat dan menjaga sistem-sistem yang sedang eksis serta membatasi revolusi pada perubahan personel pemerintah saja.
Wahai Kaum Muslimin,
Allah SWT berfirman:
]وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ[
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim (QS Ali Imran [3]: 140)
Diantara sunatullah bahwa hari-hari itu dipergilirkan diantara manusia.  Umat ini dahulu telah menyaksikan daulah al-Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian selama masa Khulafaur Rasyidin radhiyallah ‘anhum.  Kemudian umat ini menyaksikan pemerintahan zalim selama masa Umawiyin dan masa sesudah mereka. Meski demikian mereka memerintah dengan Kitabullah dan sunnah nabi-Nya. Mereka mewariskan al-Khilafah.  Sejak runtuhnya al-Khilafah hingga sekarang, umat menyaksikan pemerintahan diktator.  Dan itu adalah masa para pemerintah antek yang memaksa masyarakat untuk menerima pemutusan perkara selain dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah dan menjauhkan kaum muslimin dari Islam menggunakan kekerasan dan paksaan.  Mereka terus menerus memelihara kepentingan-kepenitngan kafir di negeri-negeri kaum muslimin.  Namun Rasulullah saw bersabda:
«تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خـلافة على منهاج النبوة، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكاً عاضاً فيكون ما شاء الله أن يكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكاً جبريةًّ، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها…»
Ada masa kenabian di tengah-tengah kalian dan atas kehendak Allah akan tetap ada.  Kemudian Allah akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan akan tetap ada atas kehendak Allah.  Kemudian Allah akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan yang menggigit (zalim) dan akan tetap ada atas kehendak Allah.  Kemudian Allah akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator dan akan tetap ada atas kehendak Allah.  Kemudian Allah akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya …
Sungguh Rasul saw mengakhiri hadits beliau dengan berita gembira untuk umat yatu kembalinya al-Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian kedua kalinya.  Beliau bersabda:
«… ثم تكون خـلافة راشدة على منهاج النبوة، ثم سكت»
Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian, kemudian beliau diam(HR Ahmad)
Yaitu Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian yang akan kita saksikan tegaknya dalam waktu dekat atas izin Allah.
Revolusi umat yang penuh berkah untuk membebaskan diri dari kondisi mereka hari ini akan mengakhiri pemerintahan diktator, atas izin Allah.  Dan tuntutan umat atas penerapan Islam dan pemutusan perkara dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah serta tegaknya daulah islamiyah merupakan pendahuluan untuk tegaknya al-Khilafah ar-Rasyidah setelah era pemerintahan diktator, atas izin Allah.  Hal itu sebagaimana yang diberitakan kabar gembiranya oleh Rasulullah saw.
Wahai Kaum Muslimin,
Al-Khilafah adalah Sistem Pemerintahan Islam.  Penegakannya berarti penegakan daulah islamiyah, penerapan syariah Allah dan pemutusan perkara dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah.  Maka hendaknya kita satukan tuntutan kita dan kita jadikan tuntutan bersama kita adalah Khilafah Rasyidah dan Khilafah Rasyidah itu menjadi tema perubahan untuk kondisi yang sedang eksis.  Maka jangan kita terima kurang dari tegaknya al-Khilafah sebagai tema perubahan, tujuan untuk umat dan metode untuk revolusi.  Allah SWT berfirman:
]وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ[
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS an-Nur [24]: 55)
Penegakan al-Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian seperti yang dikabarkan berita gembiranya oleh rasulullah saw, mewajibkan pertama-tama kekuasaan umat itu harus independen berdiri sendiri.  Dan supaya kekuasaan umat itu independen berdiri sendiri maka umat harus bekerja dengan kemampuannya sendiri dan upayanya sendiri, menggunakan potensi-potensi umat sendiri, dan bertawakal hanya kepada Allah SWT.  Allah SWT berfirman:
]وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلْ الْمُؤْمِنُونَ[
Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS Ali Imran [3]: 160)
Dan untuk membebaskan diri umat dari pengaruh kafir (Amerika, Rusia, Inggris, Perancis dan semua negara yang berambisi terhadap negeri kaum muslimin).  Allah SWT berfirman:
]وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً[
dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS an-Nisa' [4]: 141)
Jika kekuasaan umat telah menjadi independen berdiri sendiri maka umat telah menjadi mampu memutuskan nasibnya sendiri, mengimplementasikan kehendaknya, menerapkan kitab Rabbnya dan menegakkan khilafahnya.
Wahai kaum muslimin diantara ahlu nushrah,
Lebih baik untuk Anda menolong umat untuk menegakkan pemerintahan dengan sistem Islam.  Sesungguhnya fajar Khilafah telah mulai menyingsing.  Sinyal-sinyalnya telah makin jelas.  Maka jangan bertaruh atas subordinasi kepada Barat.  Akan tetapi bertaruhlah atas keridhaan Rabb Anda dan berjuanglah bersama orang-orang mukhlis diantara anak-anak umat untuk menolong agama ini dan menjulangtinggikan kalimat Allah.  Mendukung para penguasa despot tidak akan memberi manfaat kepada Anda di dunia dan tidak pula di akhirat.  Mereka tengah menuju lenyap, sementara umat akan tetap ada dan pertolongan Allah itu amat dekat.
Wahai kaum muslimin
Sesungguhnya tidak ada jalan selamat untuk Anda kecuali dengan Islam.  Kezaliman tidak akan hilang dari Anda kecuali dengan penerapan syariah Allah.  Anda telah mencoba sosialisme, kapitalisme, nasionalisme dan patriotisme, akan tetapi kondisi masyarakat malah mengalami pembusukan di semua aspek kehidupan.  Maka campakkanlah panji-panji Sykes-Picot.  Junjunglah panji rasulullah saw.  Berjuanglah bersama Hizbut Tahrir untuk menegakan syariah Allah melalui daulah al-Khilafah al-Islamiyah ar-Rasyidah yang menjadi satu-satunya jalan keluar Anda.  Dan Allah bersama Anda dan tidak akan menyia-nyiakan amal-amal Anda.
]يا أيُّها الّذينَ آمَنوا إنْ تَنْصُروا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أقْدامَكُمْ[
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad [47]: 7)
25 Rajab 1433 H
15 Juni 2012 M
Hizbut Tahrir
Wilayah Kuwait