APBN 2014 : Makin Kapitalis, Makin Membebani

Minggu, 17 November 2013
DPR telah menetapkan APBN 2014. Anggaran belanja APBN ditetapkan sebesar Rp. 1.842,49 triliun, dengan komposisi Belanja Pemerintah Pusat Rp. 1.249,94 triliun (70 %) dan alokasi untuk Pemerintah Daerah Rp. 529,55 triliun (30%). Defisit anggaran dalam postur APBN ditetapkan 1,69 persen dari PDB atau sekitar Rp. 175,3 triliun.
Rencana penerimaan negara dan hibah ditetapkan sebesar Rp. 1.667,14 triliun terdiri dari Pendapatan Pajak Rp. 1.280,39 triliun, Pendapatan Bukan Pajak Rp. 385,39 triliun dan hibah Rp. 1,36 triliun. Sementara defisit Rp. 175,35 triliun akan ditutupi dengan utang.
Penerimaan di APBN 2014 ditetapkan naik 11% dari APBNP 2013, dari Rp. 1.502 triliun menjadi Rp. 1.667,14. Sisi pengeluaran juga naik 6,7% dari Rp. 1.726,2 triliun menjadi Rp. 1.842,49.
Walaupun APBN terus meningkat tiap tahun, PDB juga naik pesat, perekonomian tumbuh tiap tahun, pendapatan per kapita juga naik tiap tahun, tapi tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan rakyat yang signifikan. Jumlah rakyat miskin juga nyaris tidak berkurang. Ini mengindikasikan ada kesalahan besar dalam APBN sehingga APBN yang sebagian besar penerimaannya berasal dari pajak yang dibayar oleh rakyat tapi tidak memberikan kontribusi nyata meningkatkan kesejahteraan rakyat.

[Cerpen] Surga Itu Apa, Umi? (Part 1)

Minggu, 10 November 2013
“Ayah,kenapa perang di negeri kita tak kunjung usai, kapan kita bisa kembali ke negeri kita?”

Pertanyaan ini terlontar dari lisanku, ketika itu usiaku baru 4 tahun. Mulut Ayah yang tadinya begitu fokus menceritakan kisah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam yang memiliki nama sama denganku “Umar”, terhenti. Ayah diam sejenak sembari mamandangi wajah luguku dengan tatapan kasih sayang.

“Ketahuilah anakku, negeri ini juga negeri kita, negeri yang diberkati. Di langitnya para malaikat membentangkan sayapnya dan di tanahnya para utusan-utusan Tuhan yang membawa pesan langit dalam tiga agama besar berkelana menyampaikan pesan suci dari Sang Pemilik Kehidupan,” Sejenak Ayah kembali diam, dengan memandangi mataku yang begitu antusias menerima jawaban yang akan diberikannya.

“Bukan hanya sekarang saja perang ini tersulut wahai anakku, tapi jauh sebelum Khilafah Islamiyah diruntuhkan, bangsa-bangsa lain juga sudah berusaha untuk merebut negeri kita. Umar bin Khathtab Radiallahu‘anhu dahulunya pernah kembali membebaskannya, kemudian beliau mempersaudarakan seluruh umat di negeri itu. Oleh sebab itulah ayah memberimu nama Umar, Ayah ingin engkau seperti beliau, yang dengan ilmumu dan rasa cinta di hatimu kelak engkau akan membebaskan saudara-saudari kita di Al-Quds serta mempersaudarakan umat ini dalam bingkai Daulah Islam.”

Hatiku teriris perih, tiada sanggup kubendung linangan air mata yang membasahi pipi ini, tatkala aku teringat pesan dari Ayah tersebut. Sementara kini aku hanya mampu duduk diam tanpa berbuat apa-apa, apakah mungkin tanganku ini akan membebaskan tanah asalku dan mempersatukan umat ini dalam Daulah Islam?

Umar ibnu Ahmad, orang-orang biasa memanggilku demikian, kini aku telah berumur 16 tahun. Ahmad adalah nama ayahku, beliau adalah seorang aktivis salah satu harokah Islam yang begitu lantang menyampaikan pesan-pesan suci dari langit. Aku begitu mengagumi ayahku, semangatnya selalu berkobar dalam jalan dakwah baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Dan sebagai kepala keluarga beliau adalah orang yang sangat bertanggung jawab dan penyayang.

Nikmat Tuhanmu Manakah yang Kamu Dustakan?

Sabtu, 09 November 2013
Allah tidak pernah mengacuhkanmu disaat banyak manusia mengacuhkanmu…

Allah tidak pernah bosan mendengarkan keluhanmu tatkala manusia bosan dan enggan untuk mendengarkan keluhanmu….

Allah tidak pernah meninggalkamu sendirian (jika engkau bersandar kepadanya) disaat manusia meninggalkanmu…

Allah tidak pernah merendahkanmu (jika kamu taat kepadanya) disaat banyak manusia merendahkanmu karena kurangnya harta dan kedudukanmu (karena kebanyakan manusia mengukur kehormatan seseorang dengan harta)…

Allah selalu memaafkanmu jika engkau bertaubat disaat manusia enggan memafkanmu dan terus mencelamu…
Allah tidak pernah bosan untuk engkau dekati (jika engkau bertaubat) meskipun telah berulang-ulang engkau bersalah kepadaNya…tatkala manusia langsung meninggalkamu dan menghinakanmu karena hanya satu kesalahanmu…
Allah menilai satu kebaikanmu menjadi 10 kali lipat hingga tiada batas dan hanya menilai satu kesalahanmu tetap sebagai satu kesalahan…tatkala manusia menganggap besar satu kesalahanmu yang kecil dan melupakan kebaikan-kebaikanmu…
Allah selalu memberi pertolongan disaat pertolongan manusia tidak bisa lagi diharapkan…

MAKA : Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan…

Bisa jadi...

Satu konsekuensi yang selama ini aku lupa. Di mana ada seneng pasti ada sedih. Itu pasti... Hanya aja emang, Allah ngasih 2 kemudahan setelah 1 kesulitan. Mungkin... (bisa jadi) selama ini aku baru ngerasain kemudahannya aja, tinggal kesulitannya yang mungkin nyusul. (Bisa jadi) selama ini kesulitan-kesulitan yang ga kerasa itu sekarang datang secara bersamaan.
Nenek yang paling aku sayang sakit keras, ya itu Qada'... tapi... 
Dan kemaren dapet kabar dari Mama kalo Umi Abi bakal pindah dinas ke Jawa Tengah (entah kapan)... Ga bisa main lagi sama Anis aaaaa NO!!! Sedih banget :'( Pengen banget sih rasanya bilang "Udahlah mi... bi... ga usah pindah kerja, biar teteh bisa ngeliat Anis tumbuh jadi anak perempuan yang shalihah..." Anis udah kaya adik kandung aku sendiri, ini fotonya :


Dari Anis bayi sampe sekarang udah 4 tahun diasuh sama Mama... ada kabar beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun ke depan keluarganya pindah. Semoga aja ga bener... semoga ga bener... semoga...
Tapi kalaupun iya, aku bisa apa? Mungkin itu yang terbaik... huaaa (crying)

Di mana pun sebenernya do'anya tetep sama... semoga Anis Lathiifah, adik kecil perempuannya teteh Lisda yang paling imut, pinter, lucu dan bawel ini semoga jadi anak yang shalehah yaaa dek... amiin :')
Kelak kalo Anis udah bisa baca tulisan ini, mungkin udah ga ada di deket teteh atau gimanapun nanti yang jelas teteh sayang banget sama Anis, sayang banget... sayang banget :')

Aaaaa sedih aaaa :'(

Status Baru? Tantangan Baru...

Selasa, 22 Oktober 2013
       Baru sempet nulis lagi di blog. Post pertama sejak resmi dapet status baru, mahasiswi. Ciyeeee :p
Bukan hal yang harus dibanggain juga sih jadi mahasiswa, malah beban juga rasanya. Ga boleh childish lagi, harus berpikir dewasa. Terdengar mudah, tapi ngejalaninnya zzz
       Lisda Kania Yuliani Mahasiswa Semester 1 Manajemen Informatika AMIK HASS Bandung. Hmm buat dapet status itu juga bukannya tanpa perjuangan. Harus daftar dulu, bayar dulu (jelas ya itumah) haha dan yang inti adalah harus DIOSPEK dulu... huaaa
      Unpredictable sama sekali sebelumnya kalo OSPEKnya ga kalah melelahkan sama ospek tempat kuliah lain. Selain karena tanggal Ospek yang jauh lebih telat dibanding tempat kuliah lain, aku mikir masa iya sih ospeknya parah, mungkin cuman buat kedisiplinan aja kaya waktu masuk SMKN11Bdg.
      Ya emang bener sih perkiraan aku, yang namanya ospek pasti buat ngelatih kedisiplinan. Tapi yang ga pernah aku sangka sebelumnya itu capenya ittu loh hmmm... cuman 2 hari tapi zzzz berkesan sih J
Nyari-nyari makanan sama barang-barang yang dibikin aneh namanya itu. Kaya teletubies mencari keringat, chiki kompak, susu unta, dan lain sebagainya yang jumlahnya banyak bingits sampe mikir berkali-kali buat nebak makanan apa yang dimaksud. Untungnya punya sahabat sejati yang selalu menemani bernama Google, nanya sama dia aja dan akhirnya hampir semua ketebak asehey :D beberapa yang ga bisa dijawab Bang Google untungnya dikasih tau sama teteh mentor. Luar biasa pokonamah. Sampe malem di rumah masih riweuh nyiapin ini itu, termasuk bikin kursi goyang, baju adat papua, dan lain-lainnya. Belum lagi ngebalesin sms temen-temen yang juga kebingungan.
      Jum’at, 11 Oktober 2013 pukul 03.30 WIB aku berangkat dari rumah, soalnya harus ngumpul di kampus jam 5 subuh. Nah kemarennya sempet bingung juga harus berangkat naik apa ke kampus sesubuh itu terlebih ga boleh bawa kendaraan sendiri. Alhamdulillaaah Allah ngasih jalan, sodara mau nganterin pake mobilnya :D
      Nah anggep aja udah itu aku tenggelam dalam berbagai aktivitas yang cape sih... tapi rame. Acaranya nginep dan beres Sabtu siang. Bentar ya sebenernya, tapi gatau kenapa cape banget rasanya...
     Yang paling berkesan dari Ospek alias INDOA 2013 (inovasi dan orientasi mahasiswa) kemaren adalah semua kegiatannya termasuk dibentak-bentak TATIB wkwkwkw dan perseteruan antar panitia sama akademik yang dramatis sampe para mentor nangis termasuk aku (da emang cengeng).
      Dan pelajaran yang bisa diambil adalah, nikmatin aja semua tahap demi tahap, karena kalo dijalanin dengan terpaksa semuanya bakal kerasa makin berat. “Ambil yang positif buang yang negatif....”
      Daaaan... alhamdulillah lega banget rasanya udah ngelewatin tahap itu. Ospek itu emang seru, tapi engga buat diulangin :D
      Mulai sekarang, siapin fisik, mental, dan otak buat kuliah sekaligus merubah. Merubah pemikiran temen-temen mahasiswa lainnya dengan dakwah. Asehey semangat!:D


Dan, tadi (baru) hari kedua proses perkuliahan. Mungkin sedikit telat dibandingin tempat kuliah lain, tapi yaudahlah noproblem. Dan dari awal proses perkuliahan, aku rasa I have found my place~

Kultweet Soal #Remaja itu Harusnya...

Selasa, 01 Oktober 2013
Remaja Islam, harusnya adalah remaja yg istimewa. Ga main ikut-ikutan trend yg ada tanpa tau makna dan bagaimana pandangannya dalam Islam...

Remaja Islam itu aset yg besar utk Islam juga bisa jadi bebans berat utk Islam. Tergantung apakah remajanya punya prinsip Islam atau engga..

Kalo punya prinsip, dia bakalan terus berdiri tegar dalam mencintai dan memperjuangkan Islam, ga jadi remaja ikut-ikutan alias pembebek...

Remaja semacam itu yg jadi aset besar utk kemajuan peradaban gemilang Islam. Remaja dengan berbagai potensi yg tersalurkan utk dakwah Islam.

Remaja yang tetap teguh berpegang pada dakwah Islam. Sesulit apapun, dia tetep berpijak pada prinsipnya dan hanya mengharapkan ridha Allah..

Remaja kaya gitu, itulah idealnya seorang remaja Islam, pemuda Islam... Bukan remaja yg bisanya ikut-ikutan, cuma ngikutin arus...

Remaja yang kaya gitu (ikut-ikutan) bisa jadi akan menambah beban berat Islam untuk mencapai kemajuan, mencapai kebangkitan...

Naudzubillah, semoga kita dijauhkan yaa... Jangan sampe kita jadi remaja yg bisanya cuma ngikut trend, ga punya prinsip, itu bahaya...

Inget sahabat, hidup kita di dunia ini hanya sementara, begitupun masa muda. Untuk itu, gunakan masa muda kita dgn sebaik-baiknya...

Dgn melakukan hal yang sudah Allah tugaskan... "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku" (51:56)

Jgn nunggu keriput buat beribadah, jgn nunggu uban tumbuh buat taat Syariah Allah. Mumpung muda, masih kuat, kita lakuin dari sekarang...

Ibadah bukan cuman Shalat, Shaum, Zakat dan sempurna saat Haji. Tapi segala aktivitas penghambaan diri kita kepada Allah, semuanya ibadah...

Menuntut ilmu, berdakwah, berbakti pada orangtua, dll semuanya bernilai ibadah. Asalkan sesuai dengan syariah-Nya, dan niatan Lillahita'ala.

Islam ga nyuruh remaja buat kuper-kudet-kuuleun atau apapun itu. Remaja Islam malah harus jadi trendsetter remaja yang lain...

Karena Islam adalah agama satu-satunya yang benar. Aturannya sempurna, ga ada alesan remajanya buat jadi semrawutan dan ga beraturan...

Bukan berarti jadi remaja @smartwithISLAM itu jadi misterius yaa. Malahan, dengan dibina oleh Islam, remaja dituntut utk selalu aktif...

Aktif mengkaji Islam, aktif nyari perkembangan informasi dan menyikapinya sesuai pandangan Islam, dan aktif juga mendakwahkan Islam...

Itu semua ga bisa dilakuin kalo remaja Islam kudet, apa apa ga tau, ga mau tau apalagi peduli. Remaja Islam itu harus serba tau dan peduli!

Peduli sama lingkungan sekitarnya, temen-temennya, termasuk saudara se-aqidahnya di seluruh dunia. Ga egois dan ga sibuk sama diri sendiri..

Termasuk juga mikirin umat Islam secara keseluruhan yg saat ini belum bangkit, terutama pemuda sebagai generasi penerus, kita harus peduli..

Kita, remaja Islam sebagai bagian dari pemuda Islam, wajib ikut berkontribusi dalam perjuangan penerapan Islam, utk membangkitkan Islam...

Caranya? Ngaji & Dakwah. Itu yang pasti. Dan #KampanyeKebangkitanPemuda2013 insyaAllah adlh salah satu bentuk kontribusi kita. Allahuakbar!

Remaja berprinsip Islam, berkontribusi dan berjuang untuk dakwah Islam, insyaAllah kita semua ada di dalamnya. BarakAllah ^^



Go follow : @nasywaaLsd

Keegoisan Kita = Kekejaman bagi Mereka

Senin, 02 September 2013
Udah lama ga nulis di blog usang ini, rasanya kangen... Dan, kali ini insyaAllah aku akan curat coret tentang keegoisan.
EGOIS. Disadari atau engga, dari kecil kita sering diajarin buat egois. Bahkan mungkin saat kita terlahir pun egois, ga tau sama sekali gimana susah payahnya ibu ngelahirin kita. Semasa kita bayi, kita juga egois, terus aja nuntut perhatian orangtua kita tanpa mikirin perasaan dan rasa lelah mereka. Juga waktu masih anak-anak, kita egois kalo pengen maenan harus diturutin.. Terus juga kerasa waktu mulai beranjak masuk sekolah entah itu Playgroup atau PAUD, terus TK, SD, dan seterusnya sampe bangku kuliah atau kerja. Keegoisan yang awalnya kerasa sederhana dan lucu kalo kita masih kecil, kalo itu ga cepet-cepet diamputasi bakalan tumbuh dan berkembang besar juga ngikutin pertambahan usia kita. Visualisasi-nya bisa kita liat atau mungkin pernah kita rasain sendiri dimana pas sekolah itu yang ‘didoktrinkan’ sama orangtua adalah “Kamu harus rajin belajar biar pinter,  terus dapet juara, masuk SD/SMP/SMA/SMK/PT favorit nantinya, sama biar nanti kamu jadi anak yang sukses.” Dan blablabla~

Oke, sekejap terdengar benar. Ya, jadi pinter emang ga salah, apalagi juara dan berpendidikan tinggi. Malah Allah memuliakan dan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu daaaan hukum menuntut ilmu itupun wajib. Juga soal membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua ya (birr ul walidain) itu pun hukumnya wajib. Ya cuman... segala hal ada aturannya dalam Islam, segala perbuatan ada tolak ukurnya, dan ada batasannya, yaitu syariah Islam alias hukum Syara (re. Hukum Islam).

Miss World, Ajang Promosi dan Eksploitasi

Minggu, 30 Juni 2013

Pada bulan September mendatang, Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah kontes kecantikan Miss World 2013. Kontes kecantikan ini rencananya akan diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor Jawa Barat, juga di pulau wisata Bali. Banyak pro dan kontra yang timbul pada masyarakat. Sebagian pihak yang pro menilai bahwa dengan diadakannya ajang kontes kecantikan ini di Indonesia akan meningkatkan potensi pariwisata dalam negeri. Sebagian lain banyak juga yang menolak, terutama ormas-ormas Islam.

Untuk meredam berbagai protes, pada ajang kecantikan Miss World tahun ini, penyelenggara menghapus peragaan bikini terkenal dari kontes tahunan ini dan menggantinya dengan sarung pantai tradisional. Namun walau begitu, kontes kecantikan yang mengusung 3B (Beauty, Brain and Behavior) ini nyatanya adalah sebuah ajang ‘pengeksploitasian’ perempuan. Para kontestan Miss World ini tentu akan berlomba-lomba untuk menjadi perempuan tercantik. Perempuan seolah dijadikan sebagai alat komoditi ekonomi. Mereka akan dijadikan sebagai alat promosi produk perusahaan-perusahaan besar. Tentu saja dengan diadakannya kontes kecantikan ini, banyak perusahaan besar yang akan meraup keuntungan. Seperti para sponsor acara dan juga lembaga pertelevisian yang menayangkan acara tersebut. Perempuan yang seharusnya menjadi kaum yang terjaga dan terhormat, malah rela menggadaikan harga dirinya.

Tentang #TolakKenaikanBBM

Jumat, 21 Juni 2013
Kenaikkan harga BBM, banyak banget yang nolak, tapi juga ga sedikit orang yang mendukung atau bahkan pasrah dengan keadaan.

Beberapa bulan yang lalu, waktu isu rencana kenaikan harga BBM menguat, aku browsing gitu di Internet buat nyari berita tentang rencana kenaikan harga BBM. Ga disengaja, aku nemuin satu blog pribadi, blog seorang Mahasiswi tepatnya. Isinya ternyata mengenai pandangannya tentang berbagai aksi protes masyarakat Indonesia 'hanya karena harga BBM akan dinaikkan'. Isi dari tulisan kakak itu kurang lebih intinya adalah mempertanyakan respon rakyat Indonesia terhadap 'kebijakan' pemerintah untuk menaikkan harga BBM. "Di negara-negara Eropa aja harga BBM mencapai harga 20-30.000 perliter, tapi masyarakatnya ga ada yang protes. Lagi pula kenaikan harga BBM adalah kebijakan pemerintah yang emang udah terlalu lama memberikan subsidi BBM pada rakyat. Harusnya rakyat Indonesia bisa jauh lebih dewasa dalam menyikapi kebijakan pemerintah ini. Ngapain harus pake teriak-teriak di jalanan buat menyuarakan penolakan? Bakar-bakar ban, dorong-dorong pager? Toh pemerintah ga bakal denger ko ..................................." 

Pas baca tulisan itu, aku ngerasa miris. MasyaAllah gitu, ko ada orang se-cuek ini. Dan ini seorang Mahasiswa, kaum terdidik di kalangan masyarakat. Aku sendiri sebagai seorang muslim, menolak keras kenaikan harga BBM. Kenapa?

Demokrasi = Kesejahteraan yang Ilusi

Demokrasi diakui sebagai sistem pemerintahan terbaik dan paling sesuai dengan keadaan saat ini. Sistem yang mengutamakan kebebasan dan prularisme. Mungkin memang benar demokrasi ini adalah sistem terbaik, the best among the worst (terbaik di antara yang terburuk). Demokrasi dengan jargonnya yaitu dari rakyat-oleh rakyat-untuk rakyat, menjadikan manusia (rakyat) sebagai pembuat aturan melalui wakil-wakil rakyat. Walaupun pada kenyataannya, para penguasa-lah yang berkuasa, bukan rakyat.

Terbukti dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang tidak pernah memihak pada kesejahteraan rakyat. Bukti terdekatnya adalah rencana pemerintah yang tidak lama lagi akan menaikkan harga BBM. Dengan alasan ini dan itu, pemerintah tetap bersikukuh untuk menaikkan harga BBM walaupun penolakan demi penolakan dari rakyat terus bergulir. Beginilah demokrasi, tidak berpihak pada rakyat tapi berpihak pada penguasa.

Hal ini dikarenakan adanya liberalisasi migas yang berlaku di negeri ini. Berbagai sumber daya alam melimpah yang dimiliki Indonesia saat ini nyatanya tengah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan swasta dan asing. Inilah salah satu dampak dari kebebasan kepemilikan yang dianut oleh demokrasi. Begitu pula dengan banyaknya kasus yang menimpa remaja generasi bangsa seperti tawuran,  freesex, narkoba, HIV/AIDS, dan aborsi itu semua pun adalah dampak dari kebebasan yang dianut demokrasi, yaitu kebebasan bertingkah laku. Jadi secara tidak langsung, demokrasi adalah sebab mengapa saat ini semakin banyak rakyat miskin dan sebab mengapa remaja sebagai generasi  penerus estafet bangsa mengalami keterpurukan yang amat sangat.

Aku & Pengumuman Kelulusan UN

Kamis, 23 Mei 2013
Tadi malem heboh. Berawal dari datangnya SMS salah seorang temanku. Awalnya yang kupasang adalah muka datar 'tumben orang ini SMS. Pasti ada hal luar biasa sampe dia sms!'. Dan ternyata dugaanku pun benar. Tiap orang ini ngirim SMS, isinya pasti menggemparkan. Isi smsnya krang lebih memberitahukan kalo dia abis liat berita tentang banyak siswa yang ga lulus UN tahun ini. Dan dari isi SMSnya itu, dia termasuk orang yang takut kalo dia ga lulus.

Ternyata SMS ini bukan hoax. Setelah aku cek di berbagai stasiun TV berita semacam TVOne dan MetroTV, emang bener ada pemberitaan bahwasannya Mendikbud menyatakan kalo persentase kelulusan tahun ini turun jadi 99,48% dari tahun lalu yaitu 99,50%. Dan rata-rata nilai kelulusannya pun menurun menjadi 6,38 dari tahun lalu 7,57. Kemendikbud menjelaskan kalau total seluruh peserta UN tingkat SMA dan sederajat adalah 1.581.286 siswa. Dari total tersebut, yang lulus sebanyak 1.573.039 siswa dan tidak lulus sebanyak 8.250 siswa. Bahkan ada 24 sekolah yang 100% siswanya dinyatakan tidak lulus. Waaah dengan kenyataan kaya gini, mau ga mau akupun deg degan. Gimana kalo seandainya aku termasuk pada lingkaran siswa yang ga lulus. Sedih mungkin ya :(


Tapi pagi ini alhamdulillah berita baik datang melalui SMS, teman sekelasku mem-forward isi SMS dari guru bahasa Indonesia kami yaitu Ibu Iin, yang inti SMSnya menyatakan bahwa seluruh siswa SMKN 11 Bandung dipastikan lulus 100%. Agak kaget sih, soalnya surat pengumuman kelulusan baru bakal dikirim ke rumah besok. Tapi alhamdulillah luar biasa alhamdulillah :) Usaha selama 3 tahun belajar, dan dengan diakhiri rentetan ujian beberapa bulan yang lalu nampaknya tidak sia-sia. Tinggal liat aja gimana nilainya nanti, semoga memuaskan. Amiin :)

Aku & H- sekian

Rabu, 22 Mei 2013
Hari ini H-1 pengumuman kelulusan lhooo. Iyaa, pengumuman kelulusan setelah perjuanganku dan teman teman lainnya selama kurang lebih 3 tahun di SMA/SMK besok bakal sampe rumah dianter pak pos, semoga dalam  keadaan selamat dan menyelamatkan *aamiin*. Ini bukan pertama kalinya sih, waktu kelulusan SMP juga sama-sama lewat pak pos. Dan perasaannya juga ga tau kenapa selalu aja sama, flat dan santai. Mungkin karena asumsiku yang selalu positif kalo yaa... "aku yakin aku pasti lulus!" :D *aamiiin*

Buat aku, yang lebih menegangkan adalah pengumuman kelulusan SNMPTN. Honestly, aku berharap banget bisa lulus SNMPTN di UNPAD atau ga ya UPI. Alesannya karena... keduanya adalah universitas yang bagus banget. Tapi aku tertarik sama 2 universitas itu bukan hanya karena bagus gedungnya atau besar kualitasnya sih *eh kebalik*. Aku excited banget berharap bisa masuk antara 2 univ itu karena aku ngeliat gerakan dakwah kampus di 2 univ ini keren banget, subhanAllah banget. Mahasiswa aktivis dakwahnya pada militan. Kebukti kalo misalkan ada aksi damai yang melibatkan kampus, yang paling banyak muncul adalah mahasiswa ber-jas almamater UNPAD dan UPI.

Sebenernya kemungkinan lolosnya itu kecil banget lho, dan aku juga ga begitu yakin aku bisa masuk. Mengingat nilai raportku aja masih ga lebih gede dari temen-temenku yang lain. Tapi yaudah sih ya, aku kembaliin lagi semuanya pada kehendak Allah. Kalo misalkan baiknya aku menurut Allah adalah berada pada komunitas dakwah di salah satu univ itu, aku sangat bersyukur. Dan kalo misalkan sebaliknya, aku ga ditakdirin buat di sana ya berarti ada rencana Allah yang lain yang itu pasti akan jauh lebih baik dari rencana siapapun. Yang terpenting ikhtiar dan do'a kan :)

Aku & Satu Kata Bernama Perubahan

Selasa, 21 Mei 2013
Aku tergelitik buat nulis ini karena banyak  teman-temanku di luaran sana masih kesulitan untuk tegas dengan keputusannya untuk berubah. Kadang suka bingung sama apa yang menjadi jalan fikiran mereka, yang seringkali mereka bilang 'Aku pengen berubah jadi lebih baik...' tapi setelah berulang kali coba diarahin... ternyata upayanya belum relevan dengan harapannya. Disini, aku bukan bermaksud menggurui atau memfigurkan diri aku. Disini aku cuman mau share pengalaman yang mungkin sedikit banyaknya mirip dengan masalah temen-temenku itu.

Seseorang bisa menjadi lebih baik karena satu sebab, yaitu berubah. Tentunya dengan perubahan yang positif. Karena ada juga  perubahan yang bisa menghantarkan kita menjadi lebih buruk dari keadaan sebelum kita menyatakan ingin berubah. Berubah itu biasanya diawali oleh proses berfikir, memikirkan keadaan yang biasanya sudah terasa jenuh untuk dilakukan. Aku bisa bilang gini karena dulu aku pun pernah merasakan dan mengalami hal yang sama. Dimana setelah kita mengalami berbagai keadaan, cepat atau lambat akan muncul pemikiran "sebenarnya kenapa aku ngelakuin ini?" atau "untuk apa aku menjalani hal ini?" ataupun "apa aku hidup hanya  untuk ini?". 

[puisi] Refleksi Kehidupan

Minggu, 28 April 2013
REFLEKSI KEHIDUPAN
Lisda Kania Yuliani

Aku merasa hidupku telah sempurna
Aku memiliki semua hal yang aku impikan
Hidup yang kujalani memang bagaikan impian
Semuanya terasa indah dan membuatku terlena

Saat ku butuhkan apapun, semuanya tersedia 
Saat ku inginkan apapun, dengan mudah tinggal ku acungkan telunjukku
Aku bebas melakukan apapun sesukaku
Aku bebas memiliki apapun semauku
Aku bebas! Ya! Aku bebas!

Orangtua yang abai, tak ku jadikan sebagai beban
Karena dengan cara merekalah aku bisa bebas, sangat bebas!
Karena kebebasan itu, aku bertingkah... aku berulah...
Karena kebebasan itu, Agama tak lagi kujadikan pertimbangan
Dunia malam, obat-obatan dan minuman terlarang
Semua itu masuk ke dalam diri yang selalu menginginkan kebebasan

Aku tergiur oleh ucapan manis orang-orang yang kuanggap teman
Tanpa sadar, selangkah demi selangkah aku abaikan aturan Sang Pencipta
Aku jauh... menjauh... dan semakin jauh dari-Nya...
Tapi entah apa yang terjadi pada diriku suatu hari...

Aku bercermin, dan kudapati... betapa kelamnya hidup yang kujalani
Betapa hancurnya diri ini... kusadari, kebebasanlah yang membuatku begini
Aku malu... aku sangat malu...
Ku coba berjalan meniti lembaran baru, walau harus terjatuh dan terjatuh lagi
Aku tertatih, mencoba meraih angan untuk kembali pada Sang Illahi Rabbi
Ku merangkai hari demi hari dengan langkah baru
Ku tinggalkan serpihan-serpihan kelam dengan langkah yang lebih baik
Hingga kudapati penyebab kekelamanku yang juga teralami oleh banyak orang

Demokrasi. Ternyata itulah penyebab semua kehancuran ini
Bukan hanya aku, tapi juga mereka... mereka... dan mereka
Tapi ku yakin, pasti ada jalan untuk merubah ini semua

Akupun mencari, hal besar apa yang mampu merubah ini semua?Memperbaiki kehancuran yang saat ini terus menerus terjadi
Dan mencabut demokrasi yang hancur ini hingga akarnya

Ku hadiri kajian demi kajian Islam, ku datangi orang-orang yang memahami Islam
Hingga aku mendapat jawaban dari pertanyaan besarku

Khilafah Islamiyah...
Sistem pemerintahan agung yang mampu menciptakan perubahan besar dunia
Terbukti dengan 13 abad, 2/3 dunia sejahtera di bawah naungannya

Karena saat ini kusadari, yang dibutuhkan adalah kembali pada Allah
Sang Maha Pencipta dan Maha Pengatur 
Untuk itu, marilah kita sama-sama berjuang
Berjuang demi melanjutkan kembali kehidupan Islam
Melalui penerapan al-Qur’an dan as-Sunah dalam setiap aspek kehidupan
Untuk satu bendera, satu umat, dan satu institusi negara...
Bernama Khilafah Islamiyah ‘ala manhaji nubuwwah

Allahu Akbar!

KAPITALISME BIANG PELECEHAN SEKSUAL

Jumat, 08 Maret 2013
     Lagi, pelecehan seksual terhadap remaja terjadi. Seorang remaja putri yang masih berstatus pelajar SMA mengalami pelecehan seksual oleh Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di daerah Jakarta Timur. Awalnya pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan, namun ternyata pelaku melakukan pelecehan seksual kepada korban pada pertengahan tahun 2012 lalu. Setelah pemaksaan itu, korban diberikan uang sebesar Rp 50.000,- untuk ongkos pulang dan uang tutup mulut. Korban juga sempat diancam kalau sampai hal ini bocor, pelaku tidak akan mengeluarkan nilai dan ijazah korban (MetroTV News).

        Maraknya kejadian pelecehan seksual tidak lepas dari lingkungan dimana kejahatan terus menerus terjadi dan berulang. Seperti kejadian yang menimpa siswi SMA yang dilecehkan oleh Wakaseknya sendiri. Ini membuktikan bahwasannya lingkunganlah yang mendorong tumbuh dan berkembangnya kejahatan. Kasus pelecehan seksual yang marak terjadi memang bukanlah masalah tunggal yang mengharuskan penyelesaiannya hanya dengan menghukum pelaku. Akan tetapi, kasus ini merupakan kasus yang kompleks dan merujuk pada sistem, dimana harus diselesaikan bukan hanya dengan menghukumi pelaku tapi juga harus memperhatikan faktor penyebab lain yang mendorong berulangnya kasus serupa. Harus diperhatikan bahwa kejadian seperti ini berawal dari beberapa faktor, dimulai dari banyaknya perempuan yang berpakaian minim dan enggan menutup aurat, tayangan televisi dan media elektronik yang menyuguhkan berbagai adegan seks, juga dengan maraknya gambar, film dll yang semuanya dapat menimbulkan rangsangan seks yang kuat. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi terjadinya tindakan pelecehan seksual.


       Seluruh faktor tersebut adalah dampak sistem kapitalis yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis membentuk kebebasan bertingkah laku dan berekspresi, sehingga banyak perempuan yang enggan menutup aurat dan bebas berbaur dengan laki-laki, pada akhirnya inilah yang mendorong syahwat laki-laki yang melihatnya. Begitu pula dengan kebebasan penayangan adegan-adegan panas di televisi maupun media elektronik lainnya, ini pun berdampak besar pada terangsangnya naluri seks dan akhirnya tindakan pelecehan seksual pun dilakukan karena didorong oleh rangsangan-rangsangan ini. Maka tindakan pelecehan seksual ini sekali lagi bukan hanya permasalahan individual tapi ini merubahan permasalahan yang sistemik. 

     Sayangnya peran negara dan pemerintah belum terlihat. Berbagai solusi yang ditawarkan pun masih berupa solusi yang bersifat parsial dan individual. Hanya dengan menghukumi pelaku, tentu saja kasus yang sama pasti akan berulang. Seharusnya negara memahami bahwa seluruh permasalahan ini bersumber dari kesalahan sistem yang saat ini diterapkan. Sistem kapitalis yang berasaskan sekuleristik –memisahkan agama dari kehidupan- telah merusak moral masyarakat. Keyakinan akan kebebasan dan tidak adanya pondasi agama dalam diri masyarakat telah membuat mereka tidak takut untuk melakukan perbuatan maksiat. Aturan yang dibuat manusia secara nyata telah merusak masyarakat dan banyak menimbulkan permasalahan.

     Inilah indikasi bahwasannya setiap aturan yang dibuat oleh manusia akan berujung pada kerusakan. Karena itulah, tidak ada lagi alasan untuk tetap mempertahankan aturan yang dibuat manusia. Solusi satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan kembali pada aturan Allah. Menghukumi segala permasalahan hanya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Serta menjadikan aqidah Islam sebagai pondasi dalam setiap perbuatan. Saatnya kita kembalikan setiap aturan berdasarkan pada apa yang telah Allah turunkan dengan cara menegakkan institusi yang bisa menerapkan aturan Allah secara kaaffah, yaitu Khilafah rasyidah ala min haji nubuwwah. 

Wallahu ‘alam bish shawab.

VALENTINE’S DAY: PERAYAAN KASIH SAYANG BERBALUT NAFSU

Rabu, 13 Februari 2013


14 februari, tanggal yang rupanya saat ini sedang menghipnotis kaula muda alias remaja. Demam merah muda dimana-mana. Boneka, coklat, bunga mawar dan berbagai asesoris berunsurkan merah muda laku dipasaran. Valentine’s Day, begitulah remaja menyebutnya. Hari yang identik dengan rasa cinta pada pasangan. Budaya Valentine’s Day saat ini memang sudah sangat luar biasa, banyak tempat perbelanjaan khusus pada tanggal ini merubah tampilan mereka menjadi serba merah muda. Begitupun dengan berbagai tayangan televisi, yang diantaranya banyak juga yang menambah nama program mereka dengan embel-embel “Spesial Valentine”.
Mirisnya, karena berbagai propaganda Valentine’s Day yang selalu ditayangkan media, remaja Muslim pun pada akhirnya terhipnotis untuk merayakan hari ini. Padahal peringatan ini sama sekali bukan dari Islam, semestinya  remaja Muslim memahami bahwa Valentine’s Day tidak layak untuk diperingati sama sekali. Terlebih lagi, banyak fakta yang memberitakan pada hari Valentine’s Day ini banyak remaja yang melakukan aktivitas-aktivitas yang bertentangan dengan aturan Islam. Seperti halnya berpacaran, ciuman, bahkan banyak yang sampai melakukan seks bebas. Ini dibuktikan dengan melonjaknya omset penjualan kondom di mana-mana. Tempat penginapan, hotel, perjalanan wisata sudah jauh-jauh hari di-booking oleh pasangan muda-muda dan orang dewasa yang mau melewatkan malam Hari Valentine’s Day bersama ‘pacar’ atau pasangannya (http://gayahidup.inilah.com / (13/2)).
Hal ini membuktikan bahwa momentum Hari Valentine betul-betul secara nyata telah dijadikan sebagai ‘wahana’ seks bebas. Makadari itu, kurang tepat rasanya jika Valentine’s Day disebut sebagai hari kasihsayang karena hari ini identik dengan perasaan cinta yang berbalut nafsu. Acara Valentine’s Day mengantarkan seseorang kepada berbagai bentuk maksiat dan yang paling besarnya adalah bentuk perzinaan. Bukankah momen seperti ini (Valentine’s Day) digunakan untuk meluapkan perasaan cinta kepada sang kekasih, baik dengan cara memberikan hadiah, menghabiskan waktu hanya berdua saja? Bahkan sampai kepada jenjang perzinaan. Padahal Allah swt telah melarang zina dan pengantarnya (seperti, pacaran, berduaan, berpegangan, berpandangan, dan lainnya),
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’ : 32)
Namun saat ini, walaupun banyaknya larangan untuk merayakan Valentine’s Day dilontarkan, tetap saja banyak remaja Muslim yang memperingati hari yang bisa mengancam aqidah seorang Muslim dan juga menghantarkan pada hancurnya generasi Muslim ini. Pemerintah yang abai dengan permasalahan remaja dan senantiasa ‘membebaskan’ remaja seakan memfasilitasi remaja untuk semakin bebas dalam bertingkah laku. Hukum yang lemah pun nampaknya tidak menimbulkan rasa takut dalam diri remaja untuk  melakukan berbagai maksiat dan kriminalitas. Berbagai kekacauan ini nyatanya memang hasil dari penerapan liberalisme dan berbagai aturan buatan manusia. Maka satu-satunya solusi untuk menhentikan kemaksiyatan yg dilakukan remaja adalah dengan penerapan Islam secara kaffah. Penerapan Islam akan memberikan hukuman yg tegas bagi para pelaku zina sehingga membuat mereka jera dan tercegah melakukan kemaksiyatan. Pun penerapan Islam akan mengkondisikan lingkungan agar sesuai dengan syariat Islam, remaja tidak dibiarkan bebas melakukan kemaksiyatan. Tentunya semua itu membutuhkan kesadaran tentang pentingnya penerapan Islam. Oleh karena itu marilah sahabat-sahabat kita jauhi ide-ide kebebasan, segera pahami Islam dan amalka serta perjuangkan Islam agar bisa diterapkan dalam kehidupan kita. (Lisda Kania Yuliani – Sisi SMKN 11 Bandung)

Menjadi Pejuang Islam - Karya Najmah Hamidah

Rabu, 16 Januari 2013
Puisi ini sangat SubhanAllah sekali ^^ Ini puisi yg dibawain pas Konferensi Remaja Islam di Bandung 16 Desember 2012 kemarin :)

Wahai sobat, Tahukah engkau Aisyah?
Remaja yang menjadi rujukan ilmu dan penghafal 2000 hadits
Wahai sobat, Tahukah engkau Fathimah az-zahra?
Remaja yang setia mendampingi Rasul dalam dakwahnya

Wahai sobat, Tahukah engkau Ali bin Abi Thalib?
Remaja yang menaruhkan nyawa tuk lindungi Rasulnya
Wahai sobat, Tahukah engkau Usamah bin Zaid?
Remaja yang menghantar kanpasukan muslim ke negeri Romawi

Dan ribuan remaja yang tlah menorehkan tinta emas dalam Islam


Mereka laksana api yang mampu menerangi seluruh alam ini
Mereka laksana aliran panas yang mampu memacu kebangkitan Islam
Mereka laksana halilintar yang mampu menggetarkan kalbu musuh-musuh kami
Hingga mereka menghantarkan Islam ke atas puncak kejayaan
Dan Islam pun menjadi Negara adidaya

Namun,
Kala alam ini bergejolak panas
Kala angkara murka merajalela
Kaum muslimin terserak
Lemah tak berdaya
Terombang ambing ibarat buih di lautan


Mencoba menerjang para durjana
Walau hanya sepercik kekuatan
Lalu kamipun luluh dan jatuh tak berarti
Ibarat kerikil yang ingin menembus batu cadas

Kami pun terlena
Kami terhanyut dalam hembusan kesesatan
Yang memaksa kami tuk abaikan sebuah pegangan
Kami pun terhanyut dalam hembusan kelicikan
Yang memaksa kami tuk tinggalkan cahaya kegemilangan
Kami angkuh telah tinggalkan pesan Sang Penguasa
Kami angkuh telah abaikan pesan utusan-Nya
Kegemilangan itu pun akhirnya menjadi sebuah kenangan

Oh..kami tlah biarkan naungan  itu lenyap
Hingga tiadal agi yang mampu menahan
Kala gelombang kemungkaran itu datang
Hingga tiadalagi yang mampu melawan
Kala Palestina, Gaza, Rohingya dan deretan negeri muslim teraniaya
Keadilan pun tiadalagi kami rasakan

Kami coba tuk berjalan
Namun di atas puing-puing kehancuran
Kami coba tuk merangkak
Namun di atas serpihan yang memilukan
            Kami sadari kenyataan ini
            Kami sadari kesalahan ini
Dan ¾ abad pun sudah berlalu


Kami tepiskan keraguan ini,
Kami eratkan ikatan
Kami bulatkan tekad
Menjadi Pejuang Islam

Allahuakbar……3x
Laailahaillallah…………………….

RSBI GAGAL, ISLAM SOLUSINYA

Rintisan Sekolah Berstandard Internasional (RSBI) awalnya merupakan sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Namun ironisnya, prestasi RSBI tidak begitu memuaskan bahkan hingga tahun ke-7 pelaksanaannya. Pada kenyataannya, RSBI saat ini bukan lagi mengutamakan kualitas untuk memfasilitasi sarana dan kualitas pendidikan. Tapi hanya mengutamakan besaran nilai uang dari para siswanya. 

Sebenarnya, dengan atau RSBI sekalipun nampaknya tidak ada pengaruh bagi mutu pendidikan di Indonesia yang saat ini bisa dinilai gagal. Sistem pendidikan sekulerisme yang diterapkan di sekolah-sekolah baik RSBI ataupun regular akan tetap mencetak generasi-generasi yang hanya berorientasi pada nilai. Sebagaimana juga program RSBI yang disitu hanya mengandalkan kata pengantar berbahasa inggris, kualifikasi gurus S2 dan gedung yang bagus tidak bisa akan membentuk generasi yang akan datang menjadi lebih baik dan mempunyai pandangan hidup yang jelas. Selain itu, RSBI pun sangat berpotensi mendiskriminasi siswa, dimana yang banyak diterima adalah siswa yang berasal dari kalangan menengah ke atas dan dengan kemampuan akademik di atas rata-rata. Artinya, mereka yang memiliki kemampuan akademik rata-rata dan berasal dari keluarga miskin sangat kecil kemungkinan dapat menikmati proses pendidikan di lingkungan RSBI. Hal ini terkesan seperti Negara berbisnis dengan rakyatnya dengan pembayaran yang mahal.

Sedangkan di dalam Islam, pendidikan merupakan tanggung jawab negara yang di dalamnya akan memfasilitasi sekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, tidak dengan label Sekolah Internasional yang memerlukan biaya tinggi hingga tidak akan ada diskriminasi ataupun kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membentuk syakhsiyyah (kepribadian) Islam, sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi cemerlang yang cerdas dan berkepribadian Islam. Berbeda dengan system pendidikan dengan kurikulum yang diterapkan saat ini, dimana generasi yang dihasilkan adalah generasi yang hanya berorientasi pada materi tanpa memiliki kepribadian Islam sehingga menimbulkan berbagai kerusakan. Jadi, sudah nampak jelas bagaimana cerminan pendidikan sekuler saat ini yang kualitasnya tidak kunjung membaik malah semakin hari semakin memburuk. Inilah indikasi bahwasannya setiap aturan yang dibuat oleh manusia akan berujung pada kerusakan, termasuk system pendidikan sekuler saat ini yang jelas-jelas sudah mencetak generasi-generasi yang rusak. Untuk itu, tidak ada lagi alasan untuk tetap mempertahankan aturan yang dibuat manusia. Saatnya kita kembalikan setiap aturan berdasarkan pada apa yang telah Allah turunkan, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan cara menegakkan institusi yang bisa menerapkan aturan Allah secara kaaffah, yaitu Khilafah rasyidah ala min haji nubuwwah. WaLlahu alam bish shawab.

Dilema uang 7 Ribu (PR Bahasa Indonesia)

Senin, 01 Oktober 2012


“ Sekarang udah akhir bulan, mama cuma bisa ngasih segini buat bekel kamu hari ini.” ucap mama padaku yang saat itu sedang memakai sepatu sembari memberikanku selembar uang lima ribuan dan selembar uang 2 ribu. Aku hanya bisa terdiam, kalaupun aku mengeluh atas bekalku aku berdosa. Jadi akhirnya aku putuskan untuk coba menerima.
“Tapi ma, bensin motorku abis, dari kemaren belum sempet aku isi.” Ucapku yang tiba-tiba teringat pada jarum indicator bensin di motor.
“Mama cuma uang segitu, kamu coba cukup-cukupin aja ya!” tumpas mama dengan lembut, sambil menunjukkan isi dometnya yang memang kosong.
“Oh yaudah ma gapapa. insyaAllah cukup ko ini!” aku berusaha membuat diriku tegar dengan senyuman yang kuukir di wajah. Melihat wajah mama yang kemudian berseri padaku membuat aku sekejap melupakan hal kecil yang baru saja mengganjal pikiranku.
“Lagian ini cuma hal kecil, kan ga lucu juga kalo aku dosa cumin gara-gara ngeluhin bekel doang…” ucapku dalam hati sambil terus menghibur diriku sendiri.
Setelah dua pasang sepatu hitam terpasang di kakiku, aku segera berangkat dan berpamitan mengingat hari itu aku harus datang lebih awal ke sekolah.
Tetapi, sepanjang jalan dilema uang 7 ribu itu hadir lagi seakan mengguncang hati dan pikiranku. Teringat bensin yang sudah harus segera aku isi, aku memikirkandan memperhitungkan bagaimana caranya agar uang 7 ribu itu cukup.
“5 ribu ya mba!” seruku pada seorang pegawai SPBU. Tidak lama setelah mengisi bensin, aku merasa ada yang aneh pada skuter matikku. Akupun segera turun dan mengecek apa yang terjadi. Dan ternyata ya subhanAllah, banku kehabisan angin.
Akupun mengunjungi tempat tambal ban, untungnya tidak begitu jauh daai pemberhentianku. Akhirnya, aku harus membayar 1 ribu rupiah untuk jasa peniupan angin ban motorku.
“Tinggal seribu lagi! Semoga bisa berguna dengan sebaik-baiknya ya Allah!” doaku pagi itu.
Biasanya, uang 7 ribu cukup. Aku bisa makan di kantin, bahkan menabungkan sisanya. Tapi 7 ribu kali ini berbeda. Jangankan untuk menabung, membeli air the manis saja tidak mencukupi.
Setelah sampai di sekolah, aku langsung menuju kelas. Belum juga aku menyimpan tas dan mengistirahatkan sejenak badanku, temanku menghampiriku sambil meminta “Lika, aku minta iuran buat materi presentasi ya, maaf!” Dengan senyuman akupun menjawab pertanyaan “Iurannya berapa An?”
“Seribu aja li, cuma 10 lembar ko!” jawab temanku yag bernama Ani itu. Aku segera mengambil uang seribu yang tersisa di saku seragamku. Habislah uang 7 ribuku itu. Kabar baiknya, aku tidak usah memikirkan uang itu lagi. “Tapi bagaimana cara makan istirahat nanti?” pikirku. Kalaupun aku membiarkan perutku kelaparan, aku berarti menyiksa diri sendiri dan aku berdoa atas itu. Lagi pula, aku memang mimiliki sakit maag yang mengharuskan aku makan jika aku lapar, kalau tidak rasa sakit yang luar biasa ang akan aku dapat.
Jam ke-3 tepatna pukul 09.30 guru mata pelajaran saat itu berhalangan hadir dan hanya membei kami tugas. Karena itulah, aku bergegas pergi ke mesjid dengan membawa mukena berwarna ungu kesayanganku. Kudirikan shalat dhuha hingga 6 rakaat, karena ada salah satu temanku memanggil dan memintaku untuk ikut dengannya.
 “kita mau kemana Za?” tanyaku pada Zahra yang sangay terburu-buru. “Kita disuruh ke kantin. Semua anak di kelas pada ke kantin.” Jawab Zahra sambil menuntun tanganku.
Terlihat ramai sekali di kantin, semua nak di kelasku tumpah ruah disana. Akupun mencari-cari informasi pa penyebab keramaian ini.
“Dinda sekarang ulang tahun. Makanya neraktir kita semua!” ungkap salah satu temanku yang sudah mengambil satu porsi makann. Akupun ditawari dan dengan senang hati aku terima.
“Allah memang Maha Mengetahui. Dia Mengetahui yang aku butuhkan, Allah memberiku kebutuhan itu walaupun tidak sesuai dengan keinginan.” Syukurku.
Uang  ribu itu tidak banyak, tapi jika menggunakannya dengan niat yang baik terasa besar sekali maknanya. Bersyukur memang indah, sesulit apapun yang disyukuri.

Hindari Anarkisme dengan SMART with ISLAM

Jumat, 28 September 2012


Kembali, anarkisme pelajar menelan korban. Tanggal 25 September 2012 kemarin, terjadi tawuran antara pelajar 2 SMA Negeri elit di Jakarta yaitu antara SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta Selatan. Akibat tawuran itu seorang siswa SMAN 6 Jakarta Selatan bernama Alawy Yustianto Putra menjadi korban setelah tewas dicelurit oleh siswa SMAN 70.

Terdengar sangat miris, sekolah yang dianggap elit bisa terjadi tawuran bahkan hingga menimbulkan korban jiwa. Banyak masyarakat yang berasumsi bahwa tawuran ini diakibatkan oleh pengaruh narkotika dan obat-obatan berbahaya yang dikonsumsi oleh pelaku tawuran (siswa). Selain itu, dengan banyaknya tayangan-tayangan televisi yang seakan mewajarkan aktivitas kekerasan, saling benci, saling pukul, atau bahkan aksi pembunuhan membuat para pelajar dengan mudahnya meniru aktivitas tersebut. Pengawasan dari orang tua mereka yang minim, pendidikan agama yang sangat kurang dan pemerintah yang membebaskan pelajar untuk bersikap dan berekspresi ini pun merupakan factor-faktor yang semakin membuat pelajar tidak segan untuk melakukan aksi kekerasan.

Disinilah seharusnya seluruh lapisan masyarakat berperan. Dari mulai orangtua yang seharusnya memperhatikan dan membimbing anaknya agar tetap berpegang teguh pada aturan Islam, yang dengan ini tentu akan menjauhkan anak-anaknya dari aksi anarkis. Juga dengan meningkatkan aktivitas-aktivitas kajian dan pendidikan agama di sekolah. Salah satunya dengan adanya ROHIS di sekolah, ini akan sangat membantu pelajar untuk bisa menyalurkan kreatifitas mereka kepada hal yang baik dan sesuai dengan aturan Islam. Namun saat ini, keberadaan ROHIS di sekolah malah dianggap sebagai ajang pencetak teroris. Padahal dengan mengkaji Islam, pelajar akan menjauhi aktivitas anarkis karena Islam jelas melarang hal itu. Selain itu juga dengan adanya aktivitas pengkajian Islam secara intensif (bukan hanya dalam aktivitas belajar mengajar formal) akan menjauhkan pelajar dari sikap-sikap negative lain seperti halnya penggunaan Narkoba dan pergaulan bebas yang saat ini banyak sekali dilakukan oleh pelajar sekolah. Dan jika dilihat, semua aktivitas negative yang dilakukan oleh pelajar sekolah ini adalah akibat dari minimnya pendidikan agama di sekolah dan seakan mengabaikan aturan agama (Islam) dalam kehidupan. Maka sangat disayangkan jika keberadaan ROHIS dianggap akan menciptakan generasi-generasi teroris. Jika saat ini banyak orang yang meragukan peraturan yang ada di negara ini, tentu itu adalah wajar karena saat ini aturan yang digunakan memang sudah berada di ujung tanduk. Bagi umat Islam wajib hukumnya untuk meyakini bahwa hanya aturan Allah yang Sempurna dan akan menyejahterakan manusia bukan aturan apapun yang dibuat oleh manusia. Jadi untuk apa menakuti Islam dan mencurigai gerakan yang memperjuangkan aturan Islam? Islam itu tidak anarkis. (yLK)