Sinopsis Buku Muhammad Al-Fatih 1453

Selasa, 12 Juni 2012
Sinopsis Buku

     Buku Muhammad Al-Fatih 1453 adalah buku yang menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda cerdas dan jenius berusia 21 tahun yang berhasil mewujudkan impiannya dan impian kaum Muslim dalam penaklukkan sebuah kota Imperium Romawi yaitu Konstantinopel dengan berbagai strategi perang yang sangat luar biasa bahkan tidak pernah diperkirakan sebelumnya, “see beyond the eyes can see”. Konstantinopel didirikan ribuan tahun yang lalu oleh pahlawan legendaris Yunani; Byzas, kota ini dinamai sesuai dengan namanya yaitu Byzantium. Pada 324, Kaisar Konstantin memindahkan ibukota Romawi Timur ke kota ini dan sejak itu namanya diubah jadi Konstantinopel dan negaranya disebut Byzantium. Kota ini merupakan pusat dari dunia saat itu, menjadi tempat yang sangat strategis untuk jalur perdagangan dunia. Emas dan perak sangat berlimpah di kota ini, sehingga banyak Negara berebut ingin menaklukkan kota ini. Termasuk Khilafah Islam yang mencoba berbagai cara dan strategi perang yang hebat untuk bisa menaklukkan kota ini sekaligus untuk membuktikan janji Allah dan Rasul-Nya melalui bisyarah Rasulullah saw. 

     Mehmed II, adalah salah seorang anak yang ditakdirkan untuk menjadi panglima terbaik yang akan menaklukkan Konstantinopel. Mehmed II adalah seorang anak dari Sultan Murad II, khalifah dari Khilafah Utsmani. Menjelang kelahiran Mehmed II pada 29 Maret 1432, Sultan Murad II menenangkan hatinya dengan mambaca Al-Qur’an dan lahirlah Mehmed saat sampai pada surat Al-Fath, surat yang berisi janji-janji Allah akan kemenangan kaum Muslim. Maka dari itulah Sultan Murad II memberinya nama Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II. Mehmed II adalah adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, namun kedua kakaknya dibunuh oleh musuh Utsmani. Dari kecil, Sultan murad II sudah mendidik Mehmed dengan pendidikan terbaik oleh ulama-ulama terbaik pula. Mehmed mempelajari berbagai disiplin ilmu, baik ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an, Fiqih, tsaqafah Islam, maupun ilmu-ilmu lain seperti bahasa, astronomi, matematika, sastra, kimia, fisika, dan juga teknik perang dan militer. Selain merupakan seorang yang cerdas dalam pendidikan, Mehmed pun adalah satu-satunya panglima yang tidak pernah masbuq dalam shalatnya, bahkan dia selalu menunaikannya dalam keadaan berjama’ah. Menjadikan shalat malam sebagai mahkotanya dan shalat rawatib sebagai pedangnya. Penaklukkan Konstantinopel memang adalah impian terbesar bagi umat Muslim, bahkan setiap hari umat Muslim selalu mempersiapkan rencana-rencana penaklukkan kota itu. Bahkan, Sultan Murad II pun telah mencoba berbagai strategi untuk menaklukkan Konstantinopel, namun janji Allah itu belum mau terwujud. 

     Ketika Mehmed berusia 6 tahun, Mehmed diangkat menjadi Gubernur Amasya oleh sang ayah. Dan pada usia 12 tahun, Mehmed yang masih muda belia diangkat menjadi Sultan menggantikan posisi ayahnya sebagai khalifah Utsmani. Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Sultan Mehmed II, banyak kemajuan pesat yang dilakukan oleh Utsmani. Strategi demi strategi terus dilancarkan Sultan Mehmed II untuk melancarkan impian terbesarnya dan impian umat Muslim, yaitu menaklukkan kota Konstantinopel. Pada tahun 1452, Sultan Mehmed II membangun sebuah benteng yang raksasa dan luar biasa di selat Bosphorus dengan 14 menara, yang tinggi masing-masing menaranya berkisar antara 22 – 28 m dengan ketebalan dinding antara 5 – 7 m. Benteng yang hanya diselesaikan dalam kurun waktu 4 bulan ini menggambarkan kejeniusan Sultan Mehmed II yang luar biasa dalam mempersiapkan strategi perang. 

     Pada akhir bulan di tahun 1452, Sultan Mehmed II mulai melancarkan strateginya untuk penaklukkan Konstantinopel. Saat itu, Sultan Mehmed II mengisolasi warga Konstantinopel sehingga mereka tidak mendapatkan pasokan makanan dan bantuan apapun dari luar. Namun, proses pengisolasian ini sengaja dilakukan untuk membuat pasukan bertahan Konstantinopel lemah, karena Konstantinopel merupakan kota dengan pertahanan terbaik sepanjang masa. Ini terbukti dari 20 km garis pertahanan kota, 13 km diantaranya dibatasi laut. Sebelah selatan dilindungi ombak dan badai yang luar biasa di laut Marmara, seluruh batas laut inipun dijaga dengan tembok setinggi 15 meter dan dikuatkan 188 menara dengan ketinggian 70 meter. Inilah yang membuat Konstantinopel tetap tegak bertahan menahan gempuran dan serangan yang datang dari pasukan musuh yang mencoba menaklukkannya. Di teluk tanduk emas pun, dibentangkan rantai raksasa sepanjang 275 meter untuk menutup akses ke teluk tanduk emas hingga menyulitkan musuh untuk masuk ke kota Konstantinopel. Mengetahui bahwa tembok pertahanan Konstantinopel sangatlah luar biasa hebat dan bertahan selama belasan abad. Maka strategi yang dilakukan oleh Sultan Mehmed pun merupakan hal yang luar biasa dan diluar nalar manusia. Suatu hari, ada seorang pembuat meriam dari Konstantinopel datang kepada Sultan Mehmed II untuk menawarkan meriam yang ia buat. Meriam ini sebenarnya telah ditawarkan pada Kaisar Konstantinopel, namun karena Konstantinopel sedang dalam keadaan terisolasi maka Kaisar tidak mampu untuk membeli meriam yang harganya sangat mahal. Sebelum Sultan membeli meriam tersebut, beliau bertanya pada pembuat meriam tersebut apakah meriam yang ia buat itu bisa menghancurkan tembok Konstantinopel atau tidak. Dan ternyata pembuat meriam yang bernama Orban itu meyakinkan bahwa meriam yang ia buat pasti bisa menghancurkan tembok sehebat tembok pertahanan kontsantinopel. Akhirnya, walaupun harga meriam itu sangat tinggi, Sultan tetap membelinya. Dan meminta Orban untuk membuat meriam yang lebih besar lagi. Setelah 3 hari, akhirnya proses pembuatan meriam raksasa dengan ukuran 8.2 meter dengan diameter sepanjang 70 cm dapat diselesaikan. Akhirnya pada bulan maret 1453, Sultan menugaskan 200 pekerja untuk meratakan jalan sepanjang 225 km yang menghubungkan antara Edirne dengan Konstantinopel. Sehingga meriam raksasa dan 69 meriam lain yang ukurannya beragam berhasil ditarik oleh 60 sapi dan 200 tentara dengan kecepatan 4 km perhari. Begitupun pergerakan pasukan Utsmani di laut, semua kekuatan dikerahkan oleh Sultan Mehmed II menunjukkan kesungguhannya dalam rencana penaklukkan Konstantinopel. 

     Pada tanggal 6 April, Sultan Mehmed II dengan pasukannya membuat pasukan pertahanan kota bergidik ketakutan. Sultan dan pasukannya melaksanakan shalat jum’at dengan berbaris sepanjang 4 km dari pantai Marmara hingga Selat Tanduk Emas (Golden Horn). Pekikan takbir dengan pergerakan yang cepat dan sangat terorganisir rapi dari pasukan Muslim membuat pasukan bertahan ketakutan. Ketika kedua pasukan telah berhadap-hadapan, Sultan Mehmed mengirimkan utusan yang membawa sepucuk surat kepada Kaisar Constantine, surat yang berisi 3 pilihan yang bisa diambil oleh penguasa Byzantium. Bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah lalu menjadi Muslim maka serangan fisik akan segera dibatalkan, atau membayar jizyah dan tunduk pada syariat Islam, atau diperangi sampai Allah memenangkan kaum Muslim. Tentu saja, Kaisar menolak masuk Islam dan tidak juga menyerahkan Konstantinopel. Sultan segera memerintahkan pasukan artilerinya untuk mengetes kekuatan meriam Orban. Kaum Muslim menggunakan meriam-meriam yang dapat menembakkan peluru seberat 200-300 kg, sementara Konstantinopel hanya dilengkapi meriam yang berukuran jauh lebih kecil. Meriam Orban melakukan tugasnya dengan baik, tembakan demi tembakan yang dilancarkan di setiap sudut tembok memberikan efek masing-masing, namun dengan hasil yang tetap efektif. Proses bombardier tembok sepanjang 7,5 km terus menerus dilancarkan hingga satu pekan. Legenda 1300 tahun pertahanan tembok Konstantinopel akan segera dihapuskan oleh pasukan Sultan Mehmed II dengan meriam raksasanya. Namun, kelemahan dari meriam ini baru diketahui setelah dioperasikan beberapa saat, ternyata meriam ini hanya bisa dioperasikan setiap 3 jam sekali karena dikhawatirkan meriam retak jika terlalu sering digunakan. Penduduk Konstantinopel panik, mereka berlari menjauhi tembok, berteriak dan menyelamatkan dirinya masing-masing, sementara Kaisar segera mengendalikan keadaan dengan membunyikan lonceng-lonceng gereja. Tentara Muslim berhamburan di depan tembok Konstantinopel, hingga suasana menjadi sangat kacau. Namun keberuntungan masih berada di pihak pasukan bertahan. Jumlah pasukan Muslim yang banyak bisa diimbangi dengan jetinggian tempat yang dikuasai oleh pasukan bertahan. 

     Setelah 6 jam, suara-suara teriakan perlahan menjadi desahan pelan dan masyat-mayat bergelimpangan, tentara Utsmani kalah. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi pasukan Muslim juga Sultan Mehmed II, mereka kehilangan 18000 tentara pada saat itu. Langkah mereka gontai karena kelelahan, namun yang paling menakutkan dari kekalahan ini adalah kerugian moril yang besar dan sangat berbahaya. Begitupun yang menimpa armada laut Utsmani, nampaknya situasi laut tidak berpihak pada mereka. Teriakan gembira dan harapan menyelimuti penduduk Konstantinopel setelah kekalahan yang menimpa pasukan Utsmani. Sementara bagi pihak Utsmani kekalahan ini menjadi pukulan berat, dipermalukan 2 kali selama sepekan. Namun, Sultan Mehmed II justru menjawab kekalahan ini dengan taktik yang jauh lebih berani. Saat penduduk Konstantinopel sedang menikmati euphoria kemenangan di Teluk tanduk emas yang dilindungi oleh rantai raksasa, pasukan Utsmani kembali menyerang mereka dengan peluru-peluru meriam. Pertarungan kembali terjadi di antara kedua pihak. Namun sekali lagi, Allah swt belum memberikan kemenangan yang telah dijanjikan pada Sultan Mehmed. Sultan Mehmed “terpaku, tak berucap sepatah kata pun ia berbalik lalu meninggalkan lautan dengan kudanya” dengan penuh kegalauan dan kegetiran. Kembali, penduduk Konstantinopel berbahagia atas keberuntungan yang masih menyelimuti kota mereka. Euphoria pun berlangsung dengan sangat meriah di Kota Konstantinopel. Namun di pihak Utsmani, hal ini bagaikan ledakan yang tak tertahan, kritik dan protes datang kepada Sultan. 

     Sultan tak ingin hal ini terus menerus menyelimuti pasukannya, Sultan pun memahami bahwasannya cara untuk menaikkan moral pasukan yang paling baik adalah dengan pengalaman kemenangan dan dia harus menciptakan hal itu. Sultan pun terus menerus memikirkan bagaimana cara untuk menaikkan moral pasukannya, seperti yang dikatakan oleh gurunya bahwa “sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya” yang bisa membuat kemenangan berpihak pada pasukan Utsmani. Oleh karena itu, Sultan menyiapkan kejutan, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan membuat kondisi perang berubah dan menaikkan moral pasukannya. Malam hari, Sultan Mehmed dan pasukan Utsmani berdiskusi tentang rencana selanjutnya untuk menaklukkan Konstantinopel. Akhirnya, Sultan Mehmed menengahi diskusi tersebut dengan sebuah solusi yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun. “Bila kita tidak akan bisa memutuskan rantainya, maka kita akan melewatinya.” Melewati yang dimaksud oleh Sultan adalah melewati rantai raksasa yang adal di teluk tanduk emas melalui jalur darat, ini berarti mengangkat kapal-kapal dari selat Bosphorus melewati daratan Galata. Walaupun terdengar mustahil, tidak ada seorang pasukan Utsmani pun yang menganggap ini mustahil. 

     Pada tanggal 22 april 1453, pasukan Konstantinopel dikagetkan dengan pemandangan yang membuat mereka ngeri dan sama sekali tidak pernah menduga hal tersebut akan terjadi. Tentu saja hal ini sangat membuat penduduk Konstantinopel ketakutan, dan meyakini bahwa sebentar lagi kota mereka akan dapat ditaklukkan. Perpecahan antar pasukan Konstantinopel terus saja terjadi, ditambah dengan berkurangnya persediaan makanan, factor kelelahan, serta keputusasaan menyelimuti penduduk Konstantinopel. Pada tanggal 5 Mei 1453, lagi-lagi mendapatkan kejutan baru khas Sultan Mehmed, always unpredictable. Meriam yang pada awalnya ditemukan bisa menjadi mortar diproduksi dengan skala besar dan beberapa meriam telah siap menembakkan peluru-peluru dari bukit Galata. Penembakan ini terjadi sampai 14 Mei 1453. Bombardier tanpa henti membuat penduduk dan pasukan Konstantinopel putus asa, mereka sibuk mencari makanan untuk keluarga mereka sehingga pertahanan kota melemah. Waktu dilewati pasukan Konstantinopel dengan menghitung mayat yang terus bergelimpangan. Penyerangan berkala terus dilancarkan oleh Sultan Mehmed. Setiap hari, selalu saja ada rencana baru luar biasa Sultan Mehmed untuk menaklukkan kota Konstantinopel. 
      
      Pada pertengahan bulan Mei 1453, hamper semua teknik peperangan telah dicoba oleh Sultan Mehmed, berikut beberapa strategi yang telah dilakukan. Bombardier artileri, serangan umum dengan tangga, panah tombak dan pedang, bahkan mengangkat 72 kapal dan memblokade bantuan, sekarang cara penyerangan akan ditambah lagi melalui penggalian terowongan bawah tanah. Belum hilang kekagetan pasukan bertahan menghadapi serangan bawah tanah, pada 18 Mei 1453 pagi hari, pasukan bertahan menghadapi hari baru dengan penuh kengerian dan pandangan tidak percaya. Di hadapan mereka, di tengah-tengah tenda-tenda Utsmani yang menghampar luas, entah darimana muncul satu menara menjulang tinggi sedang mendekati mereka. Menara itu terbuat dari kayu, lebih tinggi dari menara Konstantinopel. Sultan Mehmed kembali menunjukkan pekerjaan yang menjadi ciri khasnya; penuh kerahasiaan dengan kecepatan dan skala besar. Pada 22 mei 1453, saat itu pengepungan Konstantinopel telah berlangsung selama 47 hari dan kedua pihak mengalami kelelahan yang luar biasa. Hal yang menjadi salah satu kelemahan dari pihak Kristen adalah percayanya mereka pada takhayul dan mitos-mitos sehingga lengkaplah penyakit pemikiran masyarakat Kristen Byzantium. Panen gagal, asap tebal, hujan yang turun berhari-hari, kilat di langit, mimpi anak kecil bahwa Malaikat telah meninggalkan kota, patung perawan Maria yang menangis mengeluarkan darah, penampakan roh perawan Maria di tembok kota dan sebagainya termasuk anggapan yang muncul bahwa Konstantinopel akan bangun dan jatuh oleh yang bernama sama dan menmpunyai nama ibu yang sama. Sialnya, Kaisar Constantine The Great dan Constantine Palaiologos XI sama-sama memiliki ibu bernama Helen. Mitos-mitos ini menambah ketakutan pihak Konstantinopel dan meyakini bahwa sebentar lagi kota mereka akan ditaklukkan. Selasa, 29 mei 1453. Kala itu langit masih gelap dan pengepungan yang dilakukan pasukan Utsmani sudah memasuki hari ke 54. Saat itu masih pukul 01.00 dini hari, namun tirai panggung penaklukkan mulai terbuka. Satu demi satu actor mulai berdatangan, siap memainkan skenario Tuhan pencipta semesta alam dalam kisah penaklukkan yang selalu akan diingat sepanjang masa. Panik yang nyata melanda kota, semua penduduk sipil menyelamatkan dirinya masuk ke dalam gereja. 
    
     Pasukan bertahan dikepung dan dipaksa menyerah tanpa syarat sementara yang lain memilih mati di pedang atau tombak kaum Muslim. Selapis demi selapis garis pertahanan Konstantinopel lumpuh. Saat Kaisar Constantine mendengar hal ini, dia mengetahui bahwa Byzantium telah berakhir dan kota Konstantinopel yang agung telah jatuh. Inilah akhir dari dinasti keluarga Palaiogis selama 194 tahun, sekaligus akhir bagi Byzantium. 29 mei 1453 atau bertepatan dengan tanggal 20 jumadil ula 857 H, adalah saat yang dinanti-nanti. Sultan Mehmed II memasuki kota dari gerbang Charisian. Sultan memasuki gerbang kota, mengagumi isi di dalamnya dan mengalir dari lisannya puji dan syukur kepada Tuhannya, sang pemberi kemenangan. Teriakan takbir berkumandang, merekam momen yang bersejarah dan fenomenal ini, lukisan-lukisan kini terpajang di seluruh dunia, mengingat hari dimana dia mendapatkan gelar sebagai Ahlu Bisyarah, gelar mulia yang diperebutkan orang-orang yang mulia. Dialah Muhammad Al-Fatih. Usianya baru 21 tahun lewat 2 bulan ketika itu, namun bisyarah Rasulullah keluar dari lisannya yang mulia berhasil direalisasikan.


Lisda Kania Yuliani, 29 Mei 2012 14:53

4 komentar:

Ni'ma Izzah mengatakan...

maa syaaAllah.. jazakumullah khoiron kak.

Shafinnaf mengatakan...

Terimakasih kepada penulis artikel ini saya sangat terharu sampai sampai,semoga bermanfaat dan menfaat nya kembali kepada anda aminn

Shafinnaf mengatakan...

Terimakasih kepada penulis artikel ini saya sangat terharu sampai sampai,semoga bermanfaat dan menfaat nya kembali kepada anda aminn

Lutfi mengatakan...

Novel Muhammad Al Fatih versi lain, sila kunjungi link berikut :
https://myebooknovel.blogspot.com/2020/07/muhammad-al-fatih-kisah-kontroversial.html

Posting Komentar