Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Road to Rome, Be the Next Al-Fatih!

Rabu, 29 Agustus 2012

 “Ya rasul, kota manakah yang akan ditundukkan terlebih dahulu? kota Konstantinopel ataukah Kota Roma?"
"Kotanya Heraclius (Konstantinopel) akan ditundukkan terlebih dahulu"
(HR. Ahmad)

Sulthan Mehmed II, Al-Fatih
Musim dingin tengah menyergap Edirne saat Sulthan Mehmed II berhadapan dengan peta kekaisaran Byzantium. Awal tahun 1453, hujan salju telah lama membekukan tekadnya untuk  tidak mengundurkan diri dari pengepungan Konstantinopel. Keyakinan dirinya sebagai penglima terbaik yang diramalkan rasulullah, membawa pengaruh yang sangat besar. Proyeksi bahwa dirinyalah penakluk Konstantinopel sebagaimana telah ditanamkan oleh Syekh Aaq Syamsuddin dan Syekh Ahmad Al-Kurani sejak kecil, membawa inspirasi yang tak terbatas serta motivasi yang tak terbendung. Ia menguras seluruh tenaganya demi merancang strategi terbaik untuk pengepungan. Dengan strategi inilah Konstantinopel kelak akan takluk dibawah komandonya. 

Konstantinopel bukan sembarang kota. Ia didirikan ribuan tahun yang lalu oleh pahlawan legendaris Yunanni; Byzas dan diberi nama Byzantium sesuai dengan namanya. Pada tahun 324, kaisar konstantine memindahkan ibukota Romawi Timur ke kota ini dan sejak saat itu namanya diubah menjadi Konstantinopel dan negaranya disebut Byzantium. Sebagai satu-satunya pewaris imperium Romawi, Konstantinopel memiliki semua teknologi perang dan kejayaan militer sistem Romawi yang sempat memimpin dunia. Wilayah lautnya sangat luas dan armada lautnya menjadi yang terbaik pada masanya. Konstantinopel sendiri sering disebut ‘New Rome’ dan dengan sendirinya menjadi kota dengan aktivitas dagang terpadat dengan populasi mencapai 500.000 orang.

Sebagai ibukota imperium terbesar masa itu, Konstantinopel dihuni oleh beberapa etnis yang didominasi oleh etnis Yunani. Kaisar Konstantine menjadikan Konstantinopel sebagagai “Kota yang paling diinginkan seluruh dunia” dengan memperkeras seluruh jalan kota dengan batu porifri dan gedung-gedung marmer di sebelah kanan-kirinya. Tiang-tiang dan alun-alun disediakan di setiap sudut kota lengkap dengan taman-taman dan monumen-monumen kemenangan. Terdapat Hippodrome yang dapat menampung ratusan ribu orang untuk menyaksikan pacuan kuda. Kota ini juga penuh dengan barang-barang berharga dari seluruh dunia yang terkumpul sebagai hadiah rampasan perang seperti kuda tembaga Alexander, Emas, dan Perak yang berlimpah dan uang pajak dari negara-negara jajahan (Siauw, 2011).

Konstantinopel merupakan kota yang kental dengan nuansa religiusnya. Agama mengakar kuat di dalam tubuh masyarakat. Setiap monumen religius dihiasi dengan emas dan batu permata, disini juga disimpan kepala Yohanes pembabtis yesus dan Mahkota duri yang kabarnya dipakai Yesus ketika disalib. Para rahib dan pastor merupakan profesi yang sangat dihormati, perayaan kristen dilaksanakan dengan megah dan setiap penduduk sangat mempercayai bahwa kota mereka dilindungi oleh tuhan mereka, terutama bunda Maria yang menjadi penjaga suci kota. 

Kaisar Byzantium sendiri dianggap sebagai wakil Yesus di dunia dan kotanya dibangun seolah menyerupai surga dengan katedral dan gereja yang jumlahnya lebih banyak daripada hari dalam satu tahun, dan tentu saja yang paling mewah adalah gereja Hagia Sophia “Holy Wisdom Church” (Siauw, 2011). Tak satupun bangunan yang menandingi luas dan tinggi kubahnya pada waktu itu. Di dalamnya, emas bertahtakan permata membanjiri dinding gereja, ratusan lukisan mozaik dan hasil seni lainnya menambah keindahan bangunan ini dan membuat orang di dalamnya bagaikan dihujani bintang-bintang.

Di bagian terluar, terdapat tombok Theodosius yang membentang dari selat teluk tanduk emas hingga ke laut Marmara. Hidup mati penduduk Konstantinpel berada pada tembok ini. Selama tembok masih berdiri maka penduduk di dalam kota merasa aman. Bahkan tanpa diminta pun, penduduk akan memperbaiki tembok yang berlubang karena serangan. Tembok inilah yang menjadi penghambat pengepungan yang dilakukan oleh pendahulu-pendahulu Al-Fatih, terutama ayahnya, Murad II.
Tembok 3 lapis yang melindungi Konstantinopel

Wall of Constantinople mampu bertahan selama 1.123 tahun, dibangun oleh Kaisar Constantine pada abad ke-3. Tembok pertahanan ini terdiri dari 3 lapis. Lapisan pertama setinggi 18 meter dengan ketebalan 5 meter. Di luar tembok terdapat parit selebar 18-20 meter dengan kedalaman 6-10 meter. Dengan kondisi terluar seperti ini, nyali pasukan manapun yang mencoba menaklukkan Konstantinopel dengan cara klasik akan menciut karena tak akan mampu menyebranginya dengan kuda ataupun pengepungan lainnya. Tidak kurang dari 23 kali pasukan pernah mengepung tembok Konstantinopel, namun tak satupun yang mampu menembusnya. 

Inilah yang menjadikan Konstantinople bagaikan bukan sembarang mutiara yang diperebutkan. Tercatat ada 5 gelombang pasukan kaum muslimin pernah mencoba menaklukkan. Gelombang pertama dipimpin oleh Abu Aub Al-Anshari pada tahun 44 H, namun gagal karena usianya. Gelombang kedua dipimpin oleh Sulaiman Bin Abdul Malik  yang terkenal kedekatannya kepada Allah pada tahun 98 H. Gelombang ketiga dipimpin oleh Khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah tahun 190 H. Gelombang setelahnya dipimpin oleh kakek buyut Al-Fatih, Beyazid I pada tahun 796 H, dan selanjutnya dipimpin oleh Murad II (sulthan ketujuh Utsmani) pada masa kekhalifahan bani Utsmaniyah. Gerakan seluruh pasukan ini jelas;Konstantinopel, namun semua pasukan yang pernah dikirim untuk menaklukkan Konstantinopel harus pulang dengan kepala tertunduk karena Konstantinopel terlalu sulit untuk ditembus.

Sebelumnya pada tahun 1204 M, dengan sangat arogan pasukan Kristen Roma yang awalnya bertolak menuju Yerussalem, mengalihkan kapal-kapalnya menuju Konstantinopel. Kerusakan terjadi dimana-mana, darah bertumpah, rumah dibakar, bahkan pasukan ini memasukkan keledai dan kuda ke dalam gereja. Konstantinopel benar-benar hancur. 57 tahun kemudian, pasukan Byzantium kembali menguasai Konstantinopel, dan yag tersisa hanyalah bangunan-bangunan yang telah hancur dan hanya sedikit dari kemegahan kota yang tersisa. Inilah yang kelak akan menimbulkan perpecahan antara kaum Yunani Orthodok dan Roma Latin. Sejak saat itu, Byzantium seperti di awang-awang kejayaan. Sampai pada awal bulan April 1453.

Saat itu usia Mehmed II yang baru menginjak 21 tahun lebih 2 bulan, masih terlalu muda untuk menjabat sebagai seorang gubernur menggantikan ayahnya, Murad II. Tentu saja hal ini membawa angin segar bagi kaum kristen Eropa terutama kaisar Constantine XI. Mereka berbahagia menyambut kematian Murad II dan memandang remeh Mehmed II yang masih terlalu polos. Namun, api jauh dari panggangnya. Mehmed II hadir dengan strategi yang berbeda, tak pernah diduga sebelumnya dan menimbulkan efek serangan-serangan kejutan.

Rumelli Hisari, dibangun oleh Sultha Mehmed II
Sebagai permulaan, Mehmed II membangun benteng Rumelli Hisari yang berada di selat Bosporus. Rumelli hisari terletak berseberangan dengan Anadolu Hisari yang telah dibangun oleh Beyazid I. Keduanya saling berhadap-hadapan sehingga Mehmed II mampu mengontrol setiap kapal Eropa yang masuk. 

Dari jalur darat diberangkatkan 250.000 pasukan. Tak mudah untuk melakukan serangan dari jalur ini, tembok pertahanan Konstantinopel tentu akan mempersulit pasukan. Namun, bukan Al-Fatih namanya jika menyerah hanya karena masalah ini. Untuk menghadapinya tentu cara yang digunakan harus cara yang penuh kejutan dan tidak biasa. Ia lalu menunjuk Orban untuk membuatkan meriam. Dibawah komando Orban, jadilah meriam raksasa sepanjang 8 meter dan diameter lebih dari 0,7 meter yang terbuat dari campuran tembaga dan timah. Saat ujicoba, meriam ini mampu melemparkan batu besar sejauh 1,6 meter sebelum menghantam tanah, dan membuat lubang sedalam 2 meter di tanah utsmani. Meriam ini tentu membuat Byzantium menegang.

Dari jalur selatan, 400 kapal yang diberangkatkan mampu direpotkan oleh 125 pasukan Byzantium. Hal ini menunjukkan betapa hebatnya armada tempur Konstantinopel.

Proses pemindahan kapal dalam 1 malam
Sedangkan dari jalur utara, terbentang rantai raksasa sepanjang 275 meter untuk menutup akses melalui jalur teluk Tanduk Emas. Rantai ini memberikan blokade sempurna hingga tak satupun kapal mampu melewatinya. Tak mungkin jika melakukan serangan melalui jalur ini. Inilah yang membuat Sulthan Mehmed memiliki ide luar biasa yang tak pernah tada sebelumnya. Ia memutuskan untuk memindahkan 72 kapal dari selat Bosphorus ke Selat Teluk Tanduk, yang hanya terjadi dalam satu malam. Ide 'gila' Al-Fatih ini membuat Byzantium terancam.

29 Mei 1453 dini hari pertempuran dimulai. Setelah 2 gelombang pasukan gugur di medan syahid, dikerahkanlah pasukan Yenisari. Pasukan ini telah didik sejak kecil dengan akademis, strategi perang, ushul fiqh, serta latihan fisik. Pasukan ini pula yang merupakan pasukan yang digaji oleh sulthan. Jumlah pasukan mungkin hanya tertinggal 7.000 pasukan waktu itu, namun hujan panah yang dilemparkan oleh pasukan Yenisari mampu memukul mundur pasukan bertahan  Hanya dalam waktu seperempat menit 30.000 pasukan muslim mampu menjebol gerbang kota. Satu persatu bendera Liwa’ Raya’ dikibarkan, padahal beberapa menit yang lalu elang berkepala dua Byzantium dan singa st. Mark berkibar di langit Konstantinopel. Sebentar kemudian terdengar teriakan “Kota telah jatuh!!!”

Mendengar teriakan ini, kaisar Constantine XI mengetahui bahwa Konstantinopel telah jatuh, kekaisaran Byzantium telah berakhir. Ia kemudian turun dari kudanya, melepas jubah kebesarannya kemudian berperang laksana prajurit biasa dan tak terlihat lagi setelah itu. Guistiani, panglima tertinggi pasukan gabungan, menyelamatkan diri bersama pasukannya dengan perahu. Begitu pula yang dilakukan oleh prajurut Venesia. Begitulah watah pengecut yang haus kekuasaan. Saat itu juga Konstantinopel telah jatuh sebelum mentari terbit.

Sementara pasukan kaum muslimin dengan suara takbir terpana memasuki kemegahan kota. Pertama Al-Fatih menuju gereja Hagia Sophia yang padat oleh penduduk yang mencari perlindungan.  Melihat kedatangan sang sulthan, semua penduduk tampak ketakutan. Ia kemudian menemui seorang pendeta dan memohon kepadanya untuk menenangkan. 

Gereja Hagia Sophia, Masjid Aya Sophia, Musium, Istambul
Sejak saat itu adzan selalu terdengar 5 kali dalam sehari. Gereja Hagia Sophia (sekarang menjadi musium) yang megah dan mewah itu disulap oleh Al-Fatih tanpa mengusik peribadatan warga non-muslim. Patung salib dihilangkan dan diganti dengan lafadz Allah dan Muhammad. Sulthan Mehmed II tidak pernah memaksakan penduduk masuk islam, karena hal itu dilarang. Namun setelah  penduduk konstantinopel merasakan kesejahteraan atas diterapkannya syari’at islam, dengan sendirinya pendeta dan penduduk memeluk islam.

Harta rampasan perang dibagikan sesuai syari’at setelah dikumpulkan ke hadapan sulthan. Kepada pasukan diberikan imbalan sesuai hukum islam pula. Mehmed pun memberikan hadiah tambahan bagi keluarga prajurit yang gugur sebagai syahid. Terhadap tawanan-tawanan perang, sebagian dibebaskan dan sebagian lagi ditebus dengan emas dan perak. Kesejahteraan dirasakan baik oleh orang muslim maupun non-muslim. 

Bayangan buruk tentang islam dibantah oleh keadilan di depan mata. Seringkali sulthan membagi-bagikan sendiri harta dalam jumlah yang banyak kepada wanita-wanita yang ditinggal mati suaminya, sehingga dapat menghidupi keluarga yang ditinggalkan. Sulthan pun meminta Paderi Kristen untuk mengurus agama mereka, dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kaum kristen untuk menjalankan agama mereka. 

Pasca futuhan Konstantinopel, pedang terus diarahkan ke tanah Crhistendom Eropa.  Kekecewaan menempa dunia Barat, mereka tak percaya kota sekuat Konstantinopel bisa jatuh ke tangan kaum muslim. Kebencian terhadap kaum muslim yang telah dihembuskan sejak zaman dahulu  membuat sentimen terhadap islam menjadi kian parah. Mereka terus melancarkan upaya untuk merebut kembali kota kebanggan romawi tersebut.

Ada cerita mengagumkan ketika Sulthan Mehmed II mendapat tawaran dari Paus Pius II. Paus Pius menawarkan kepada sulthan Mehmed untuk berpindah agama menjadi seorang Kristiani. katanya "Jika anda mau dibaptis, maka anda akan menerima mahkota kerajaan Roma". Tampaknya sang Paus tahu betul apa yang menjadi ambisi sulthan, ia berambisi untuk menjadi penglima terbaik sebagaimana menjadi bisyarah rasul dengan lebih dahulu menaklukkan Konstantinopel, baru kemudian Roma. Dengan tetap tenangAl Fatih berjanji akan menjadikan Paus Pius sebagai mufti kesultanan Utsmani jika ia berkehendak masuk islam.

Setelah memastikan Konstantinopel berada pada kondisi aman dari serangan, Sulthan Mehmed II memulai rangkaian penakulukkan kota Roma. Kemenangan demi kemenangan selalu diraih oleh pasukan kaum Muslim Utsmani. Tahun 1463 Bosnia jatuh ke tangan kaum muslim, kemudian Albania yang jatuh pada tahun 1474, serta Otranto pada tahun 1480. Jalan menuju Roma tinggal setapak lagi. Sejak Otarnto dikuasai pada tahun 1480, Mehmed tengah mempersiapkan pasukan yang jauh lebih besar lagi daripada jumlah pasukan yang dikerahkan pada pengepungan Konstantinopel. Tidak ada satupun yang tahu kemana pasukan ini akan di arahkan, bahkan prajurit utsmani pun tidak ada yang berani menanyakannya kepada sulthan. Dan saat itu pula penduduk Roma berada dalam bayang-bayang menakutkan akan datangnya pasukan muslim utsmani yang terkenal gagah dan tak kenal mundur.

Pada penaklukkan kali itu, Sulthan Mehmed II merasa tak seperti biasanya. Namun, hal ini tidak menjadikannya halangan untuk mewujudkan bisyarah rasulullah, pasukan istimewa tetap dipersiapkan untuk menaklukkan Roma. Namun ternyata Allah berkehendak untuk membagi pahala pembebasan yang telah dijanjikan itu. Sulthan Mehmed, Muhammad Al-Fatih. meninggal dalam kondisi bersiap untuk menaklukkan ROMA. Kini, Roma menanti kita.

Amr Ibnul Jamuh ra. Sahabat cacat bertekad kuat

Sabtu, 07 Juli 2012

Syahid di medan perang menjadi impian para sahabat Rasulullah saw. Tak terkecuali seorang Amr Ibnul Jamuh ra yang mempunyai empat orang putra. Salah satunya Mu'adz bin Amr yang termasuk kelompok 70 peserta bai'at 'Aqabah. Keempat putranya nggak pernah ketinggalan ikut bersama Nabi saw dalam setiap peperangan serta tabah dalam menunaikan tugas perjuangan.
Amr Ibnu Jamuh ra sangat berkeinginan untuk bisa syahid di jalan Allah. Namun ada yang mengganjal. Kakinya yang pincang menjadi penghadang badannya untuk ikut dalam peperangan. Pernah suatu ketika Amr telah berketetapan hati dan telah menyiapkan peralatannya untuk turut dalam perang Badar. Namun putra-putranya memohon agar beliau mengurungkan niatnya dengan kesadaran sendiri atau bila terpaksa dengan larangan dari Nabi. Nabi pun menyampaikan kepada Amr bahwa Islam membebaskan dirinya dari kewajiban perang dengan alasan ketidakmampuan disebabkan cacat kakinya yang berat itu. Kemudian Rasulullah mengeluarkan perintah agar ia tetap tinggal di Madinah. Walau merasa kecewa tapi Amr tahu itu untuk kebaikannya.

Tapi ketika masa perang uhud telah tiba, tekad Amr semakin tak terbendung. Udah kebelet banget pengen ngerasain syahid di medan perang seperti parasahabat lainnya. Dengan penuh keyakinan Amr menemui Nabi saw dan memohon kepadanya agar diizinkan terjun ke medan perang.
"Ya Rasulullah, putra-putraku bermaksud hendak menghalangiku pergi bertempur bersama Anda. Demi Allah, aku amat berharap kiranya dengan kepincanganku ini aku dapat merebut surga!'' ungkap Amr. Rasul tak kuasa menahan tekad kuat Amr yang sangat ingin berjihad. Nabi saw pun akhirnya memberikan izin pada Amr untuk berperang. Betapa bahagianya Amr mendapat ijin dari Nabi. Dengan sigap, Amr segera mengambil persenjataan perangnya. Dengan hati yang diliputi oleh rasa puas dan gembira, ia berjalan berjingkat-jingkat sambil memohon kepada Allah: "Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk menemui syahid, dan janganlah aku dikembalikan kepada keluargaku!"
Dalam perang Uhud, Amr ibnul Jamuh bersama keempat putranya maju ke depan menebaskan pedangnya dengan membabi-buta kepada para tentara musuh. Di tengah-tengah pertarungan yang hiruk-pikuk itu Amr melompat dan berjingkat. Sekali lompat, pedangnya berhasil memenggal satu kepala dari anggota pasukan musuh. Ia pun semakin bersemangat melepaskan sabetan pedang di tangan kanannya sambil menengok ke sekelilingnya. Seolah-olah mengharapkan kedatangan Malaikat Izrail yang akan menemani dan mengawalnya masuk surga. Karena, ia telah memohon kepada Allah swt agar diberi syahid dan ia yakin Allah swt pasti akan mengabulkannya. Dan apa yang diharapkannya pun terjadi. Sebuah sabetan pedang dari prajurit musuh yang berkelebat memaklumkan datangnya saat keberangkatan, yakni keberangkatan seorang syahid yang mulia menuju surga jannatul khuldi, surga Firdaus yang abadi!
Driser, kisah Amr Ibnul Jamuh ra di atas nunjukkin pada kita kalo sebuah keberhasilan bermula dari sebuah impian apakah kita ingin memperjuangkanya hingga menjadi sebuah tekad atau hanya cukup menjadi keinginan. Jika tekad sudah bulat, akan menggerakkan seluruh organ tubuh dan otak kita untuk fokus meraih impian tanpa menghiraukan kendala yang menjadi penghalang. Dengan berdoa dan tekad yang kuat, Allah pasti akan memberikan jalan keluar terbaik. Jika impian tidak tercapai dalam waktu dekat, jangan pernah berkecil hati. Tetaplah belajar, berusaha, dan selalu berpikir positif. Innallaha ma’ana.. karena bersama kita...[Ridwan]

Penemuan Penemuan Oleh Tokoh-Tokoh Islam Yang Mempengaruhi Dunia

Minggu, 17 Juni 2012
Kehidupan modern tentunya tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim. Projek 1001 kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang dilupakan.
“Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisance langsung kepada Yunani,” ujar Pengerusi Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim al-Hassani pemimpin 1001 Penemuan.
Penemuan 1001 di Pameran Museum Sains London mendedahkan banyak perkara yang menegaskan kembali sumbangan peradaban non-barat, seperti kerajaan muslim yang suatu waktu pernah meliputi Spanyol dan Portugis, Itali selatan dan terbentang seluas daratan China.

Inilah penemuan muslim yang luar biasa:
1. Operasi Bedah
Sekitar tahun 1000, seorang doktor Al Zahrawi menerbitkan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi bedah yang digunakan di Eropah sebagai rujukan pakar perubatan selama lebih dari 500 tahun. Diantara banyak penemuan, Zahrawi yang menggunakan larutan usus kucing menjadi benang jahitan, sebelum menangani operasi kedua untuk memindahkan jahitan pada luka. Dia juga yang dilaporkan melakukan operasi caesar dan menciptakan sepasang alat penyepit untuk pembedahan. 







2. Kopi.

Saat ini warga Dunia meminum sajian khas tersebut tetapi, kopi pertama kali dibuat di Yaman pada sekitar abad ke-9. Pada awalnya kopi membantu kaum sufi tetap terjaga ibadah larut malam. Kemudian dibawa ke Kaherah oleh sekelompok pelajrt yang kemudian kopi disukai oleh seluruh kerajaan. Pada abad ke-13 kopi menyeberang ke Turki, tetapi baru pada abad ke-16 ketika kacang mulai direbus di Eropah, kopi dibawa ke Itali oleh pedagang Venice. 







3. Mesin Terbang
Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya. Di abad ke-9 dia melakarkan sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percubaannya yang terkenal di Kordova Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Itali Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian. 


4. Universiti 

Pada tahun 859 seorang putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan sebuah universiti tingkat pertama di Fez Maroko. Saudara perempuannya Miriam mendirikan masjid indah secara bersamaan menjadi masjid dan universitas al-Qarawiyyin dan terus beroperasi selama 1.200 tahun kemudian. Hassani mengatakan dia berharap orang akan ingat bahwa belajar adalah inti utama tradisi Islam dan cerita tentang al-Firhi bersaudara akan menginspirasi wanita muslim di mana pun di Dunia. 



5. Aljabar

Kata aljabar berasal dari judul kitab ahli matematik terkenal Persia abad ke-9 ‘Kitab al-Jabr Wal-Mugabala’, yang diterjemahkan ke dalam buku ‘The Book of Reasoning and Balancing’. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem pemersatu untuk nombor rasional, nombor tidak rasional dan gelombang magnitud. Matematikawan lainnya Al-Khwarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan yang bisa menjadi kekuatan.

   
6. Optik.

“Banyak kemajuan penting dalam studi optik datang dari Dunia muslm,” ujar Hassani. Diantara tahun 1000 Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat objek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, mengacuhkan teori Euclid dan Ptolemy bahwa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Ahli Fisik hebat muslim lainnya juga menemukan fenomena pengukuran kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan hubungan antara optik dan otak. 

7. Musik

Musik muslim memiliki pengaruh signifikan di Eropa. Di antara banyak instrumen yang hadir ke Eropa melalui timur tengah adalah lute dan rahab, nenek moyang biola. Skala notasi musik modern juga dikatakan berasal dari alfabet Arab.






8. Sikat Gigi

Menurut Hassani, Nabi Muhammad SAW mempopularkan penggunaan berus gigi pertama kali pada tahun 600. Menggunakan ranting pohon Miswak, untuk membersihkan gigi dan menyegarkan nafas. Substansi kandungan di dalam Miswak juga digunakan dalam obat gigi modern.





















9. Engkol

Banyak dasar sistem automatis moden pertama kali berasal dari Dunia muslim, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan menukarkan gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan objek berat terangkat relatif lebih mudah. Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-jazari pada abad ke-12, kemudian digunakan dalam penggunaan basikal hingga kini.



















10. Penemuan Sabun di Dunia Islam

Salah satu penemuan penting yang dicapai umat Islam di era keemasan adalah sabun. Sejak abad ke- 7 M, umat Muslim telah mengembangkan sebuah gaya hidup higienis yang mutakhir. Menurut Ahmad Y Al-Hassan dalam bukunya berjudul, Technology Transfer in the Chemical Industries, kota-kota Islam seperti Nablus (Palestin), Kufah (Irak), dan Basrah (Irak) telah menjadi pusat industri sabun.‘’Sabun yang kita kenal hari ini adalah warisan dari peradaban Islam,’’ papar Al-Hassan. Menurut Al-Hassan, sabun yang terbuat dari minyak sayuran, seperti minyak zaitun serta minyak aroma, pertama kali dihasilkan para ahli kimia Muslim di era kekhalifahan. Salah seorang sarjana Muslim yang telah mampu menciptakan formula sabun adalah Al-Razikimiawan legendaris dari Persia.

‘’Hingga kini, formula untuk membuat sabun tak pernah berubah,’’ cetus Al-Hassan. Sabun yang dibuat umat Muslim di zaman kejayaan sudah menggunakan pewarna dan pewangi. Selain itu, ada sabun cair dan ada pula sabun basuh tangan. Bahkan, pada masa itu sudah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut. Harga sabun pada 981 M berkisar tiga Dirham (koin perak) atau setara 0,3 Dinar (koin emas). Resepi pembuatan sabun di Dunia Islam juga telah ditulis seorang doktor terkemuka dari Andalusia Sepanyol Islam bernama Abu Al-Qasim Al-Zahrawi alias Abulcassis (936-1013 M).
   

 11. ROBOT


Patung-patung bergerak al-Jazari 
Banyak yang menyangka Robot pertama diciptakan oleh sang genius Leonardo da Vinci di tahun 1495. Tapi lihat ini di Wikipedia. Di tahun 1206, seorang ilmuwan bernama Al-Jazari sudah menciptakan sebuah ”mesin” yang bisa bergerak-gerak menggunakan tenaga air berbentuk manusia.
Ini, adalah salahsatu Robot pertama dalam sejarah manusia. Khususnya adalah robot pertama yang diprogram secara mekanis, the first programmable humanoid robots. Robot-robot ini berbentuk musisi yang secara otomatis boleh memainkan alat muzik bila dihidupkan. Lihat di Wikipedia : Robot, History of Robots. Para ilmuwan Islam sudah membuatnya jauh sebelum Leonardo Da Vinci.


12. Rumus graviti universal

Penemuan "Hukum Graviti Universal" oleh Newton (Principia, 1687) dianggap sebagai salah satu puncak tertinggi dari seluruh eskalasi kecerdasan spesies manusia. Tapi lihat juga ini di Wikipedia.
Seorang ilmuwan bernama Muhammad Ibn Musa di abad 9 sudah menciptakan hipotesis akan adanya suatu Daya Tarik raksasa dalam pergerakan benda-benda luar angkasa. Ilmuwan Islam bahkan sudah
mendahului Newton.

13. Angka 0, 1-9

Bayangkan saja angka-angka standar 0, 1-9 yang sekarang digunakan di seluruh Dunia. Angka-angka ini diperkenalkan pertama kalinya oleh ilmuwan Islam. Nama ilmuwan genius itu adalah Al-Khwarizmi.
    Dia juga menciptakan sistem penghitungan aljabar, yang dalam bahasa Inggris antarabangsa dikenal sebagai Algebra, yang diambil dari judul buku Al-Khwarizmi, Hisab al-jabr w’al-muqabala. Al-Khwarizmi dianggap sebagai Bapak Aljabar Dunia.
Dan Algorithma (algorithm) yang tentu menjadi inti flowchart pemecahan masalah dan sistem sebuah program komputer, berasal dari nama Al-Khwarizmi. Al-Khawrimi adalah seorang genius yang merubah seluruh Dunia. 


Umar Bin Khattab

Jumat, 15 Juni 2012


Kebesaran Islam


"Ya Allah...buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini. Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab." 


Salah satu dari doa Rasulullah pada saat Islam masih dalam tahap awal penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera dikabulkan oleh Allah. Allah memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan islam, sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal.
Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah saw. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatmah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan.
Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy. Beliau merupakan  khalifah kedua didalam islam setelah Abu Bakar As Siddiq.
Nasabnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin 'Adiy bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi pada kakeknya Ka'ab. Antara beliau dengan Nabi selisih 8 kakek. lbu beliau bernama Hantamah binti Hasyim bin al-Mughirah al-Makhzumiyah. Rasulullah memberi beliau "kun-yah" Abu Hafsh (bapak Hafsh) karena Hafshah adalah anaknya yang paling tua; dan memberi "laqab" (julukan) al Faruq.



Umar bin Khattab masuk Islam


Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang keras permusuhannya dengan kaum Muslimin, bertaklid kepada ajaran nenek moyangnya, dan melakukan perbuatan-perbuatan jelek yang umumnya dilakukan kaum jahiliyah, namun tetap bisa menjaga harga diri. Beliau masuk Islam pada bulan Dzulhijah tahun ke-6 kenabian, tiga hari setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam.


Ringkas cerita, pada suatu malam beliau datang ke Masjidil Haram secara sembunyi-sembunyi untuk mendengarkan bacaan shalat Nabi. Waktu itu Nabi membaca surat al-Haqqah. Umar bin 
Khattab kagum dengan susunan kalimatnya lantas berkata pada dirinya sendiri- "Demi Allah, ini adalah syair sebagaimana yang dikatakan kaum Quraisy." Kemudian beliau mendengar Rasulullah membaca ayat 40-41 (yang menyatakan bahwa Al Qur'an bukan syair), lantas beliau berkata, "Kalau begitu berarti dia itu dukun." Kemudian beliau mendengar bacaan Nabi ayat 42, (Yang menyatakan bahwa Al-Qur'an bukan perkataan dukun.) akhirnya beliau berkata, "Telah terbetik lslam di dalam hatiku." Akan tetapi karena kuatnya adat jahiliyah, fanatik buta, pengagungan terhadap agama nenek moyang, maka beliau tetap memusuhi Islam.


Kemudian pada suatu hari, beliau keluar dengan menghunus pedangnya bermaksud membunuh Nabi. Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan Nu`aim bin Abdullah al 'Adawi, seorang laki-laki dari Bani Zuhrah. Lekaki itu berkata kepada Umar bin Khattab, "Mau kemana wahai Umar?" Umar bin Khattab menjawab, "Aku ingin membunuh Muhammad." Lelaki tadi berkata, "Bagaimana kamu akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhrah, kalau kamu membunuh Muhammad?" Maka Umar menjawab, "Tidaklah aku melihatmu melainkan kamu telah meninggalkan agama nenek moyangmu." Tetapi lelaki tadi menimpali, "Maukah aku tunjukkan yang lebih mencengangkanmu, hai Umar? Sesuugguhnya adik perampuanmu dan iparmu telah meninggalkan agama yang kamu yakini."


Kemudian dia bergegas mendatangi adiknya yang sedang belajar Al Qur'an, surat Thaha kepada Khabab bin al Arat. Tatkala mendengar Umar bin Khattab datang, maka Khabab bersembunyi. 
Umar bin Khattab masuk rumahnya dan menanyakan suara yang didengarnya. Kemudian adik perempuan Umar bin Khattab dan suaminya berkata, "Kami tidak sedang membicarakan apa-apa." Umar bin Khattab menimpali, "Sepertinya kalian telah keluar dari agama nenek moyang kalian." Iparnya menjawab, "wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran itu bukan berada pada agamamu?"  Mendengar ungkapan tersebut Umar bin Khattab memukulnya hingga terluka dan berdarah, karena tetap saja saudaranya itu mempertahankan agama Islam yang dianutnya, Umar bin Khattab berputus asa dan menyesal melihat darah mengalir pada iparnya.
Umar bin Khattab berkata, 'Berikan kitab yang ada pada kalian kepadaku, aku ingin membacanya.' Maka adik perempuannya berkata," Kamu itu kotor. Tidak boleh menyentuh kitab itu kecuali orang yang bersuci. Mandilah terlebih dahulu!" lantas Umar bin Khattab mandi dan mengambil kitab yang ada pada adik perempuannya. Ketika dia membaca surat Thaha, dia memuji dan muliakan isinya, kemudian minta ditunjukkan keberadaan Rasulullah.


Tatkala Khabab mendengar perkataan Umar bin Khattab, dia muncul dari persembunyiannya dan berkata, "Aku akan beri kabar gembira kepadamu, wahai Umar! Aku berharap engkau adalah orang yang didoakan Rasulullah pada malam Kamis, 'Ya Allah, muliakan Islam.dengan 
Umar bin Khatthab atau Abu Jahl (Amru) bin Hisyam.' Waktu itu, Rasulullah berada di sebuah rumah di daerah Shafa." Umar bin Khattab mengambil pedangnya dan menuju rumah tersebut, kemudian mengetuk pintunya. Ketika ada salah seorang melihat Umar bin Khattab datang dengan pedang terhunus dari celah pintu rumahnya, dikabarkannya kepada Rasulullah. Lantas mereka berkumpul. Hamzah bin Abdul Muthalib bertanya, "Ada apa kalian?" Mereka menjawab, 'Umar (datang)!" Hamzah bin Abdul Muthalib berkata, "Bukalah pintunya. Kalau dia menginginkan kebaikan, maka kita akan menerimanya, tetapi kalau menginginkan kejelekan, maka kita akan membunuhnya dengan pedangnya." Kemudian Nabi menemui Umar bin Khattab dan berkata kepadanya. "... Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab." Dan dalam riwayat lain: "Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar."
Seketika itu pula Umar bin Khattab bersyahadat, dan orang-orang yang berada di rumah tersebut bertakbir dengan keras. Menurut pengakuannya dia adalah orang yang ke-40 masuk Islam. Abdullah bin Mas'ud berkomentar, "Kami senantiasa berada dalam kejayaan semenjak Umar bin Khattab masuk Islam."


Kepemimpinan Umar bin Khattab


Keislaman beliau telah memberikan andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin. Pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid'ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah setelah Abu Bakar As Siddiq.
Kepemimpinan Umar bin Khattab tak seorangpun yang dapat meragukannya. Seorang tokoh besar setelah Rasulullah SAW dan Abu Bakar As Siddiq. Pada masa kepemimpinannya kekuasaan islam bertambah luas. Beliau berhasil menaklukkan Persia, Mesir, Syam, Irak, Burqah, Tripoli bagian barat, Azerbaijan, Jurjan, Basrah, Kufah dan Kairo.


Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun Umar bin Khattab itulah, penaklukan-penaklukan penting dilakukan Islam. Tak lama sesudah Umar bin Khattab memegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Islam menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Islam berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Islam telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Islam menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.


Penyerangan Islam terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum Umar bin Khattab naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Islam terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637, terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Menjelang tahun 641, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Islam. Dan bukan hanya itu, pasukan Islam bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642), mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya Umar bin Khattab di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala Umar bin Khattab wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara. 


Selain pemberani, Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas. Dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, ”Seandainya ilmu Umar bin Khattab diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbangan yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab lebih berat dibandingkan ilmu mereka. Mayoritas sahabatpun berpendapat bahwa Umar bin Khattab menguasai 9 dari 10 ilmu. 
Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al Qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orang-orang yang melakukan sholat sunah tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lembaga perkantoran, membangun balai pengobatan, membangun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan, menetapkan hukuman cambuk bagi peminum "khamr" (minuman keras) sebanyak 80 kali cambuk, mencetak mata uang dirham, audit bagi para pejabat serta pegawai dan juga konsep yang lainnya.


Namun dengan begitu beliau tidaklah menjadi congkak dan tinggi hati. Justru beliau seorang pemimpin yang zuhud lagi wara’. Beliau berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. Dalam satu riwayat Qatadah berkata, ”Pada suatu hari Umar bin Khattab memakai jubah yang terbuat dari bulu domba yang sebagiannnya dipenuhi dengan tambalan dari kulit, padahal waktu itu beliau adalah seorang khalifah, sambil memikul jagung ia lantas berjalan mendatangi pasar untuk menjamu orang-orang.” Abdullah, puteranya berkata, ”Umar bin Khattab berkata, ”Seandainya ada anak kambing yang mati di tepian sungai Eufrat, maka umar merasa takut diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.”


Beliaulah yang lebih dahulu lapar dan yang paling terakhir kenyang, Beliau berjanji tidak akan makan minyak samin dan daging hingga seluruh kaum muslimin kenyang memakannya…
Tidak diragukan lagi, khalifah Umar bin Khattab adalah seorang pemimpin yang arif, bijaksana dan adil dalam mengendalikan roda pemerintahan. Bahkan ia rela keluarganya hidup dalam serba kekurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepadanya tentang pengelolaan kekayaan negara. Bahkan Umar bin Khattab sering terlambat salat Jum'at hanya menunggu bajunya kering, karena dia hanya mempunyai dua baju.


Kebijaksanaan dan keadilan Umar bin Khattab ini dilandasi oleh kekuatirannya terhadap rasa tanggung jawabnya kepada Allah SWT. Sehingga jauh-jauh hari Umar bin Khattab sudah mempersiapkan penggantinya jika kelak dia wafat. Sebelum wafat, Umar berwasiat agar urusan khilafah dan pimpinan pemerintahan, dimusyawarahkan oleh enam orang yang telah mendapat ridha Nabi SAW. Mereka adalah Utsman bin AffanAli bin Abu ThalibThalhah bin UbaidilahZubair binl AwwamSa'ad bin Abi Waqqash, dan Abdurrahman bin Auf. Umar menolak menetapkan salah seorang dari mereka, dengan berkata, aku tidak mau bertanggung jawab selagi hidup sesudah mati. Kalau AIlah menghendaki kebaikan bagi kalian, maka Allah akan melahirkannya atas kebaikan mereka (keenam orang itu) sebagaimana telah ditimbulkan kebaikan bagi kamu oleh Nabimu.
Wafatnya Umar bin Khattab


Pada hari Rabu bulan Dzulhijah tahun 23 H Umar Bin Kattab wafat, Beliau ditikam ketika sedang melakukan Shalat Subuh oleh seorang Majusi yang bernama Abu Lu’luah, budak milik al-Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah dari kalangan Majusi. Umar bin Khattab dimakamkan di samping Nabi saw dan Abu Bakar as Siddiq, beliau wafat dalam usia 63 tahun.

Thariq Bin Ziyad

Rabu, 13 Juni 2012

Setelah Rasulullah saw. wafat, Islam menyebar dalam spektrum yang luas. Tiga benua lama -Asia, Afrika, dan Eropa-pernah merasakan rahmat dan keadilan dalam naungan pemerintahan Islam. Tidak terkecuali Spanyol (Andalusia). Ini negeri di daratan Eropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam di zaman Pemerintahan Kekhalifahan Bani Umaiyah.

Sebelumnya, sejak tahun 597 M, Spanyol dikuasai bangsa Gotic, Jerman. Raja Roderick yang berkuasa saat itu. Ia berkuasa dengan lalim. Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kelas sosial. Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat.

Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Mereka paling menderita hidupnya.

Kisah Cinta Rasulullah Kepada Siti Khadijah

Selasa, 12 Juni 2012

Kisah indah Nabi Muhammad saw dan Siti Khadijah ra. selalu berkesan untuk dibaca. Dan entah mengapa aku tak pernah bosan membacanya. 

Cinta sejati dan kesetiaan mencintai diukur setelah perkawinan, bahkan lebih terbukti setelah kepergian yang dicintai. Kendati Nabi Muhammad saw. Sangat mencintai Aisyah ra., namun cinta beliau kepada Siti Khadijah ra. pada hakekatnya melebihi cintanya beliau kepada Aisyah ra., bahkan cinta itu melebihi semua cinta yang dikenal umat manusia terhadap lawan jenisnya. Sementara hikayat tentang cinta, seperti Romeo dan Juliet, Lailah dan Majnun, tidak teruji melalui kehidupan bersama mereka sebagai suami istri. 



Karena itu, sekali lagi dikatakan bahwa cinta Rasulullah saw. Kepada Khadijah ra. Adalah puncak cinta yang diperankan oleh seorang laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya. 

Sangat besar rasa cinta Rasulullah kepada Khadijah, sampai-sampai Aisyah mengatakan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, “Tidak pernah aku merasa cemburu kepada seorang pun dari istri-istri Rasulullah seperti kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah seringkali menyebut-nyebutnya. Jika ia memotong seekor kambing, ia potong-potong dagingnya, dan mengirimkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah.




Maka aku pun berkata kepadanya, “Sepertinya tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah…!”





Maka berkatalah Rasulullah, “Ya, begitulah ia, dan darinyalah aku mendapatkan anak.”

Dalam suatu riwayat dikisahkan, suatu saat Aisyah merasa cemburu, lalu berkata, “Bukankah ia (Khadijah) hanya seorang wanita tua dan Allah telah memberi gantinya untukmu yang lebih baik darinya? (maksud Aisyah yang menggatikan Khadijah adalah dirinya). Maka Belaiu pun marah sampai berguncang rambut depannya. Lalu Beliau bersabda, “Demi Allah! Ia tidak memberikan ganti untukku yang lebih baik darinya. Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang-orang masih kufur, ia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika manusia lain tidak mau memberiku, dan Allah memberikan kepadu anak darinya dan tidak memberiku anak dari yang lain.”
Maka aku berkata dalam hati,” Demi Allah, aku tidak akan lagi menyebut Khadijah dengan sesuatu yang buruk selama-lamanya.”




Ketika Aisyah ingin menampakkan kelebihannya atas Khadijah, ia berkata kepada Fatimah ra., putri Nabi dari Khadijah ra.: “Aku gadis ketika dinikahi ayahmu sedang ibumu adalah janda ketika dinikahi ayahmu.” Rasul saw. Yang mendengar ucapan ini dari putrinya yang mengeluh bersabda: “Sampaikanlah kepadanya ‘Ibuku (maksudnya Khadijah ra) lebih hebat dari engkau, beliau menikahi ayahku yang jejaka, sedang engkau menikahinya saat beliau duda.”





Disamping itu Rasulullah tidak memadu Khadijah dengan wanita lain, sedang semua istri selainnya dimadu.

Teman-teman Khadiijah pun masih diingat oleh Rasul dan berpesan kepada putri-putri beliau agar terus menjalin hubungan kasih dengan mengirimkan hadiah-walau sederhana- kepada mereka.
Ketika Fath Makkah, yakni hari keberhasilan rasul saw memasuki kota Mekkah bersama kaum Muslim, beliau berkunjung ke lokasi rumah Khadijah ra., karena rumah itu sendiri telah tiada. Beliau juga-pada hari itu- menyendiri, di tengah kesibukan bersama pasukan kaum Muslim, dengan seorang wanita tua sambil bercakap-cakap dengan wajah berseri-seri. 




Aisyah ra yang melihat hal tersebut bertanya:”Siapa orang itu dan apa yang dibicarakannya?” Ternyata wanita tua itu sobat karib Khadijah ra dan pembicaraan Nabi saw dengannya berkisar pada kenangan manis masa lalu.





Gerak langkah suara dan ketukan pintu yang biasa dilakukan Khadijah ra pun terus segar dalam benak dan pikiran beliau. Suatu ketika beliau mendengar ketukan dan suara serupa. Beliau berkomentar:”Ini cara ketukan Khadijah. Saya duga yang dating adalah Hala ( saudara perempuan Khadijah ra.) dan ternyata dugaan beliau benar.

Demikianlah keagungan cinta Rasulullah swa. kepada Khadijah ra. Yang akan tetap terukir indah sepajang zaman.

Sinopsis Buku Muhammad Al-Fatih 1453

Sinopsis Buku

     Buku Muhammad Al-Fatih 1453 adalah buku yang menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda cerdas dan jenius berusia 21 tahun yang berhasil mewujudkan impiannya dan impian kaum Muslim dalam penaklukkan sebuah kota Imperium Romawi yaitu Konstantinopel dengan berbagai strategi perang yang sangat luar biasa bahkan tidak pernah diperkirakan sebelumnya, “see beyond the eyes can see”. Konstantinopel didirikan ribuan tahun yang lalu oleh pahlawan legendaris Yunani; Byzas, kota ini dinamai sesuai dengan namanya yaitu Byzantium. Pada 324, Kaisar Konstantin memindahkan ibukota Romawi Timur ke kota ini dan sejak itu namanya diubah jadi Konstantinopel dan negaranya disebut Byzantium. Kota ini merupakan pusat dari dunia saat itu, menjadi tempat yang sangat strategis untuk jalur perdagangan dunia. Emas dan perak sangat berlimpah di kota ini, sehingga banyak Negara berebut ingin menaklukkan kota ini. Termasuk Khilafah Islam yang mencoba berbagai cara dan strategi perang yang hebat untuk bisa menaklukkan kota ini sekaligus untuk membuktikan janji Allah dan Rasul-Nya melalui bisyarah Rasulullah saw. 

     Mehmed II, adalah salah seorang anak yang ditakdirkan untuk menjadi panglima terbaik yang akan menaklukkan Konstantinopel. Mehmed II adalah seorang anak dari Sultan Murad II, khalifah dari Khilafah Utsmani. Menjelang kelahiran Mehmed II pada 29 Maret 1432, Sultan Murad II menenangkan hatinya dengan mambaca Al-Qur’an dan lahirlah Mehmed saat sampai pada surat Al-Fath, surat yang berisi janji-janji Allah akan kemenangan kaum Muslim. Maka dari itulah Sultan Murad II memberinya nama Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II. Mehmed II adalah adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, namun kedua kakaknya dibunuh oleh musuh Utsmani. Dari kecil, Sultan murad II sudah mendidik Mehmed dengan pendidikan terbaik oleh ulama-ulama terbaik pula. Mehmed mempelajari berbagai disiplin ilmu, baik ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an, Fiqih, tsaqafah Islam, maupun ilmu-ilmu lain seperti bahasa, astronomi, matematika, sastra, kimia, fisika, dan juga teknik perang dan militer. Selain merupakan seorang yang cerdas dalam pendidikan, Mehmed pun adalah satu-satunya panglima yang tidak pernah masbuq dalam shalatnya, bahkan dia selalu menunaikannya dalam keadaan berjama’ah. Menjadikan shalat malam sebagai mahkotanya dan shalat rawatib sebagai pedangnya. Penaklukkan Konstantinopel memang adalah impian terbesar bagi umat Muslim, bahkan setiap hari umat Muslim selalu mempersiapkan rencana-rencana penaklukkan kota itu. Bahkan, Sultan Murad II pun telah mencoba berbagai strategi untuk menaklukkan Konstantinopel, namun janji Allah itu belum mau terwujud. 

     Ketika Mehmed berusia 6 tahun, Mehmed diangkat menjadi Gubernur Amasya oleh sang ayah. Dan pada usia 12 tahun, Mehmed yang masih muda belia diangkat menjadi Sultan menggantikan posisi ayahnya sebagai khalifah Utsmani. Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Sultan Mehmed II, banyak kemajuan pesat yang dilakukan oleh Utsmani. Strategi demi strategi terus dilancarkan Sultan Mehmed II untuk melancarkan impian terbesarnya dan impian umat Muslim, yaitu menaklukkan kota Konstantinopel. Pada tahun 1452, Sultan Mehmed II membangun sebuah benteng yang raksasa dan luar biasa di selat Bosphorus dengan 14 menara, yang tinggi masing-masing menaranya berkisar antara 22 – 28 m dengan ketebalan dinding antara 5 – 7 m. Benteng yang hanya diselesaikan dalam kurun waktu 4 bulan ini menggambarkan kejeniusan Sultan Mehmed II yang luar biasa dalam mempersiapkan strategi perang. 

     Pada akhir bulan di tahun 1452, Sultan Mehmed II mulai melancarkan strateginya untuk penaklukkan Konstantinopel. Saat itu, Sultan Mehmed II mengisolasi warga Konstantinopel sehingga mereka tidak mendapatkan pasokan makanan dan bantuan apapun dari luar. Namun, proses pengisolasian ini sengaja dilakukan untuk membuat pasukan bertahan Konstantinopel lemah, karena Konstantinopel merupakan kota dengan pertahanan terbaik sepanjang masa. Ini terbukti dari 20 km garis pertahanan kota, 13 km diantaranya dibatasi laut. Sebelah selatan dilindungi ombak dan badai yang luar biasa di laut Marmara, seluruh batas laut inipun dijaga dengan tembok setinggi 15 meter dan dikuatkan 188 menara dengan ketinggian 70 meter. Inilah yang membuat Konstantinopel tetap tegak bertahan menahan gempuran dan serangan yang datang dari pasukan musuh yang mencoba menaklukkannya. Di teluk tanduk emas pun, dibentangkan rantai raksasa sepanjang 275 meter untuk menutup akses ke teluk tanduk emas hingga menyulitkan musuh untuk masuk ke kota Konstantinopel. Mengetahui bahwa tembok pertahanan Konstantinopel sangatlah luar biasa hebat dan bertahan selama belasan abad. Maka strategi yang dilakukan oleh Sultan Mehmed pun merupakan hal yang luar biasa dan diluar nalar manusia. Suatu hari, ada seorang pembuat meriam dari Konstantinopel datang kepada Sultan Mehmed II untuk menawarkan meriam yang ia buat. Meriam ini sebenarnya telah ditawarkan pada Kaisar Konstantinopel, namun karena Konstantinopel sedang dalam keadaan terisolasi maka Kaisar tidak mampu untuk membeli meriam yang harganya sangat mahal. Sebelum Sultan membeli meriam tersebut, beliau bertanya pada pembuat meriam tersebut apakah meriam yang ia buat itu bisa menghancurkan tembok Konstantinopel atau tidak. Dan ternyata pembuat meriam yang bernama Orban itu meyakinkan bahwa meriam yang ia buat pasti bisa menghancurkan tembok sehebat tembok pertahanan kontsantinopel. Akhirnya, walaupun harga meriam itu sangat tinggi, Sultan tetap membelinya. Dan meminta Orban untuk membuat meriam yang lebih besar lagi. Setelah 3 hari, akhirnya proses pembuatan meriam raksasa dengan ukuran 8.2 meter dengan diameter sepanjang 70 cm dapat diselesaikan. Akhirnya pada bulan maret 1453, Sultan menugaskan 200 pekerja untuk meratakan jalan sepanjang 225 km yang menghubungkan antara Edirne dengan Konstantinopel. Sehingga meriam raksasa dan 69 meriam lain yang ukurannya beragam berhasil ditarik oleh 60 sapi dan 200 tentara dengan kecepatan 4 km perhari. Begitupun pergerakan pasukan Utsmani di laut, semua kekuatan dikerahkan oleh Sultan Mehmed II menunjukkan kesungguhannya dalam rencana penaklukkan Konstantinopel. 

     Pada tanggal 6 April, Sultan Mehmed II dengan pasukannya membuat pasukan pertahanan kota bergidik ketakutan. Sultan dan pasukannya melaksanakan shalat jum’at dengan berbaris sepanjang 4 km dari pantai Marmara hingga Selat Tanduk Emas (Golden Horn). Pekikan takbir dengan pergerakan yang cepat dan sangat terorganisir rapi dari pasukan Muslim membuat pasukan bertahan ketakutan. Ketika kedua pasukan telah berhadap-hadapan, Sultan Mehmed mengirimkan utusan yang membawa sepucuk surat kepada Kaisar Constantine, surat yang berisi 3 pilihan yang bisa diambil oleh penguasa Byzantium. Bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah lalu menjadi Muslim maka serangan fisik akan segera dibatalkan, atau membayar jizyah dan tunduk pada syariat Islam, atau diperangi sampai Allah memenangkan kaum Muslim. Tentu saja, Kaisar menolak masuk Islam dan tidak juga menyerahkan Konstantinopel. Sultan segera memerintahkan pasukan artilerinya untuk mengetes kekuatan meriam Orban. Kaum Muslim menggunakan meriam-meriam yang dapat menembakkan peluru seberat 200-300 kg, sementara Konstantinopel hanya dilengkapi meriam yang berukuran jauh lebih kecil. Meriam Orban melakukan tugasnya dengan baik, tembakan demi tembakan yang dilancarkan di setiap sudut tembok memberikan efek masing-masing, namun dengan hasil yang tetap efektif. Proses bombardier tembok sepanjang 7,5 km terus menerus dilancarkan hingga satu pekan. Legenda 1300 tahun pertahanan tembok Konstantinopel akan segera dihapuskan oleh pasukan Sultan Mehmed II dengan meriam raksasanya. Namun, kelemahan dari meriam ini baru diketahui setelah dioperasikan beberapa saat, ternyata meriam ini hanya bisa dioperasikan setiap 3 jam sekali karena dikhawatirkan meriam retak jika terlalu sering digunakan. Penduduk Konstantinopel panik, mereka berlari menjauhi tembok, berteriak dan menyelamatkan dirinya masing-masing, sementara Kaisar segera mengendalikan keadaan dengan membunyikan lonceng-lonceng gereja. Tentara Muslim berhamburan di depan tembok Konstantinopel, hingga suasana menjadi sangat kacau. Namun keberuntungan masih berada di pihak pasukan bertahan. Jumlah pasukan Muslim yang banyak bisa diimbangi dengan jetinggian tempat yang dikuasai oleh pasukan bertahan. 

     Setelah 6 jam, suara-suara teriakan perlahan menjadi desahan pelan dan masyat-mayat bergelimpangan, tentara Utsmani kalah. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi pasukan Muslim juga Sultan Mehmed II, mereka kehilangan 18000 tentara pada saat itu. Langkah mereka gontai karena kelelahan, namun yang paling menakutkan dari kekalahan ini adalah kerugian moril yang besar dan sangat berbahaya. Begitupun yang menimpa armada laut Utsmani, nampaknya situasi laut tidak berpihak pada mereka. Teriakan gembira dan harapan menyelimuti penduduk Konstantinopel setelah kekalahan yang menimpa pasukan Utsmani. Sementara bagi pihak Utsmani kekalahan ini menjadi pukulan berat, dipermalukan 2 kali selama sepekan. Namun, Sultan Mehmed II justru menjawab kekalahan ini dengan taktik yang jauh lebih berani. Saat penduduk Konstantinopel sedang menikmati euphoria kemenangan di Teluk tanduk emas yang dilindungi oleh rantai raksasa, pasukan Utsmani kembali menyerang mereka dengan peluru-peluru meriam. Pertarungan kembali terjadi di antara kedua pihak. Namun sekali lagi, Allah swt belum memberikan kemenangan yang telah dijanjikan pada Sultan Mehmed. Sultan Mehmed “terpaku, tak berucap sepatah kata pun ia berbalik lalu meninggalkan lautan dengan kudanya” dengan penuh kegalauan dan kegetiran. Kembali, penduduk Konstantinopel berbahagia atas keberuntungan yang masih menyelimuti kota mereka. Euphoria pun berlangsung dengan sangat meriah di Kota Konstantinopel. Namun di pihak Utsmani, hal ini bagaikan ledakan yang tak tertahan, kritik dan protes datang kepada Sultan. 

     Sultan tak ingin hal ini terus menerus menyelimuti pasukannya, Sultan pun memahami bahwasannya cara untuk menaikkan moral pasukan yang paling baik adalah dengan pengalaman kemenangan dan dia harus menciptakan hal itu. Sultan pun terus menerus memikirkan bagaimana cara untuk menaikkan moral pasukannya, seperti yang dikatakan oleh gurunya bahwa “sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya” yang bisa membuat kemenangan berpihak pada pasukan Utsmani. Oleh karena itu, Sultan menyiapkan kejutan, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan membuat kondisi perang berubah dan menaikkan moral pasukannya. Malam hari, Sultan Mehmed dan pasukan Utsmani berdiskusi tentang rencana selanjutnya untuk menaklukkan Konstantinopel. Akhirnya, Sultan Mehmed menengahi diskusi tersebut dengan sebuah solusi yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun. “Bila kita tidak akan bisa memutuskan rantainya, maka kita akan melewatinya.” Melewati yang dimaksud oleh Sultan adalah melewati rantai raksasa yang adal di teluk tanduk emas melalui jalur darat, ini berarti mengangkat kapal-kapal dari selat Bosphorus melewati daratan Galata. Walaupun terdengar mustahil, tidak ada seorang pasukan Utsmani pun yang menganggap ini mustahil. 

     Pada tanggal 22 april 1453, pasukan Konstantinopel dikagetkan dengan pemandangan yang membuat mereka ngeri dan sama sekali tidak pernah menduga hal tersebut akan terjadi. Tentu saja hal ini sangat membuat penduduk Konstantinopel ketakutan, dan meyakini bahwa sebentar lagi kota mereka akan dapat ditaklukkan. Perpecahan antar pasukan Konstantinopel terus saja terjadi, ditambah dengan berkurangnya persediaan makanan, factor kelelahan, serta keputusasaan menyelimuti penduduk Konstantinopel. Pada tanggal 5 Mei 1453, lagi-lagi mendapatkan kejutan baru khas Sultan Mehmed, always unpredictable. Meriam yang pada awalnya ditemukan bisa menjadi mortar diproduksi dengan skala besar dan beberapa meriam telah siap menembakkan peluru-peluru dari bukit Galata. Penembakan ini terjadi sampai 14 Mei 1453. Bombardier tanpa henti membuat penduduk dan pasukan Konstantinopel putus asa, mereka sibuk mencari makanan untuk keluarga mereka sehingga pertahanan kota melemah. Waktu dilewati pasukan Konstantinopel dengan menghitung mayat yang terus bergelimpangan. Penyerangan berkala terus dilancarkan oleh Sultan Mehmed. Setiap hari, selalu saja ada rencana baru luar biasa Sultan Mehmed untuk menaklukkan kota Konstantinopel. 
      
      Pada pertengahan bulan Mei 1453, hamper semua teknik peperangan telah dicoba oleh Sultan Mehmed, berikut beberapa strategi yang telah dilakukan. Bombardier artileri, serangan umum dengan tangga, panah tombak dan pedang, bahkan mengangkat 72 kapal dan memblokade bantuan, sekarang cara penyerangan akan ditambah lagi melalui penggalian terowongan bawah tanah. Belum hilang kekagetan pasukan bertahan menghadapi serangan bawah tanah, pada 18 Mei 1453 pagi hari, pasukan bertahan menghadapi hari baru dengan penuh kengerian dan pandangan tidak percaya. Di hadapan mereka, di tengah-tengah tenda-tenda Utsmani yang menghampar luas, entah darimana muncul satu menara menjulang tinggi sedang mendekati mereka. Menara itu terbuat dari kayu, lebih tinggi dari menara Konstantinopel. Sultan Mehmed kembali menunjukkan pekerjaan yang menjadi ciri khasnya; penuh kerahasiaan dengan kecepatan dan skala besar. Pada 22 mei 1453, saat itu pengepungan Konstantinopel telah berlangsung selama 47 hari dan kedua pihak mengalami kelelahan yang luar biasa. Hal yang menjadi salah satu kelemahan dari pihak Kristen adalah percayanya mereka pada takhayul dan mitos-mitos sehingga lengkaplah penyakit pemikiran masyarakat Kristen Byzantium. Panen gagal, asap tebal, hujan yang turun berhari-hari, kilat di langit, mimpi anak kecil bahwa Malaikat telah meninggalkan kota, patung perawan Maria yang menangis mengeluarkan darah, penampakan roh perawan Maria di tembok kota dan sebagainya termasuk anggapan yang muncul bahwa Konstantinopel akan bangun dan jatuh oleh yang bernama sama dan menmpunyai nama ibu yang sama. Sialnya, Kaisar Constantine The Great dan Constantine Palaiologos XI sama-sama memiliki ibu bernama Helen. Mitos-mitos ini menambah ketakutan pihak Konstantinopel dan meyakini bahwa sebentar lagi kota mereka akan ditaklukkan. Selasa, 29 mei 1453. Kala itu langit masih gelap dan pengepungan yang dilakukan pasukan Utsmani sudah memasuki hari ke 54. Saat itu masih pukul 01.00 dini hari, namun tirai panggung penaklukkan mulai terbuka. Satu demi satu actor mulai berdatangan, siap memainkan skenario Tuhan pencipta semesta alam dalam kisah penaklukkan yang selalu akan diingat sepanjang masa. Panik yang nyata melanda kota, semua penduduk sipil menyelamatkan dirinya masuk ke dalam gereja. 
    
     Pasukan bertahan dikepung dan dipaksa menyerah tanpa syarat sementara yang lain memilih mati di pedang atau tombak kaum Muslim. Selapis demi selapis garis pertahanan Konstantinopel lumpuh. Saat Kaisar Constantine mendengar hal ini, dia mengetahui bahwa Byzantium telah berakhir dan kota Konstantinopel yang agung telah jatuh. Inilah akhir dari dinasti keluarga Palaiogis selama 194 tahun, sekaligus akhir bagi Byzantium. 29 mei 1453 atau bertepatan dengan tanggal 20 jumadil ula 857 H, adalah saat yang dinanti-nanti. Sultan Mehmed II memasuki kota dari gerbang Charisian. Sultan memasuki gerbang kota, mengagumi isi di dalamnya dan mengalir dari lisannya puji dan syukur kepada Tuhannya, sang pemberi kemenangan. Teriakan takbir berkumandang, merekam momen yang bersejarah dan fenomenal ini, lukisan-lukisan kini terpajang di seluruh dunia, mengingat hari dimana dia mendapatkan gelar sebagai Ahlu Bisyarah, gelar mulia yang diperebutkan orang-orang yang mulia. Dialah Muhammad Al-Fatih. Usianya baru 21 tahun lewat 2 bulan ketika itu, namun bisyarah Rasulullah keluar dari lisannya yang mulia berhasil direalisasikan.


Lisda Kania Yuliani, 29 Mei 2012 14:53