Sepakbolaa????

Sabtu, 07 Juli 2012
Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat, dari mulai orang tua, remaja, bahkan anak-anak. Bahkan bagi kebanyakan remaja, menjadi penggila pemain bola ternama merupakan satu kebanggaan dan cita-citanya. Mereka rela melakukan apapun demi kepentingan tim yang mereka idolakan. Sekalipun untuk menonton langsung pertandingan sepakbola tentunya memerlukan biaya yang cukup besar dan menyita waktu. 

Seperti halnya pada perhelatan sepakbola Piala Euro 2012 yang baru saja berakhir, euphorianya tidak hanya terjadi di Eropa tapi juga menggema di Indonesia. Di setiap topic pembicaraan, pasti pembahasan yang diulas adalah mengenai hasil pertandingan ataupun pemain sepakbola di Euro. Parahnya, dari pertandingan sepakbola semacam Euro ini, masyarakat termasuk remaja banyak yang sampai melakukan aktivitas perjudian dari mulai taruhan kecil-kecilan sampai perjudian yang menggunakan uang yang melimpah. Inilah yang memicu para pengusaha untuk menjadikan euphoria event sebagai peluang usaha mereka. Dari mulai menyediakan berbagai pernak-pernik tim yang berlaga di piala euro, bahkan bekerja sama dengan tempat hiburan untuk mengadakan nonton bareng, termasuk memfasilitasi taruhan atau perjudian sehingga keuntungan besar bisa didapat oleh para pengusaha tersebut. 

Sepakbola antarnegara seperti Euro 2012 dan event-event akan memupuk rasa nasionalisme (ikatan kebangsaan). Contoh, orang Spanyol pasti akan mendukung timnas Spanyol, Orang Yunani akan mendukung timnas Yunani. Begitu juga ketika timnas Indonesia berlaga di AFF Cup, orang indonesia pastinya akan mendukung timnas habis-habisan. Nah, dengan adanya ajang sepakbola ini nasionalisme pastinya akan menguat. Padahal Rasulullah saw pernah bersabda : “Barang siapa berperang di bawah bendera kebutaan, ia marah karena ashobiyah atau menyeru kepada ashobiyah atau menolong berdasarkan ashobiyah, maka matinya mati jahiliyah.” (HR Muslim). Ashobiyah ini berdampak terjadinya banyak kerusuhan yang disebabkan karena sepakbola bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. 

Islam sendiri memang membolehkan sepakbola, tapi dengan catatan tidak sampai melalaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Apalagi jika sampai menyebabkan berbagai kerusuhan dan korban jiwa. 

Untuk mengatasi masalah yang kompleks seperti ini, tentu saja peran pemerintah yang memiliki wewenang atas masyarakat dibutuhkan. Tentu saja dibutuhkan peran pemerintah sebagai pihak yg memiliki wewenang, tapi dalam penerapan sistem seperti sekarang, sulit rasanya untuk menuntaskan smeua masalah sampai ke akarnya, termasuk perjudian sepakbola, karena semua itu akan terkait dengan pihak2 tertentu dan bisa mendatangkan keuntungan tentunya. Iilah sistem yg berlandaskan pada keuntungan materi, tidak mengindahkan halal haram lagi. Oleh karena itu, untuk menuntaskan semua itu, marilah kita semua mempertebal keimanan kita pd Allah, kembali kpd aturan Allah, merasa diawasi oleh Allah, dan menyadari bahwa semua perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Untuk mendukung itu semua, dibutuhkan aturan dan sistem yg kondusif. Sistem itu adalah sistem Islam yang penerapannya berdasarkan pd Al Quran dan Assunah.


Dunia Lain Pun Terguncang..Tidak Hanya Amerika Yang Meradang Terhadap Hizbut Tahrir

Minggu, 01 Juli 2012

(Saya dengar langsung dari Ustad Abu Nashir, waktu kunjung ke pesantren beliau di Pangkalan Banteng Kalteng akhir bulan Oktober 2011, kemudian beliau menuliskannya)
Demi Allah, cerita inspiratif yang saya sampaikan ini adalah benar adanya. Bukan cerita fiktif atau sesuatu yang mengada-ngada. Tujuannya agar bagi yang membaca khususnya para pengemban dakwah dapat semakin istiqomah dan bersemangat dalam memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah.

Perkenalkan, nama saya Abu Nasir. Saya asli dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan sudah dua belas tahun merantau ke Kalimantan dan menetap di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalteng. Saya aktif sebagai aktivis HTI Kecamatan sejak 2007. Sehari-hari saya berprofesi sebagai pengasuh Ponpes Darul Hikam Pangkalan Banteng. Pendidikan agama saya dapatkan ketika nyantri di Ponpes Lirboyo Kediri.

Saya memiliki 8 orang saudara dan 2 di antaranya sudah meninggal dunia. Yang bungsu bernama Muhammad Za’far An Nuh (19 tahun). Ketika masih duduk di bangku SD, Za’far sering di siksa secara fisik oleh seorang teman satu sekolah sampai kelas enam akhir. Karena fisiknya lemah (memang karakternya yang pendiam dan tertutup), Za’far tidak bisa membela diri. Meski demikian, Za’far tetep berjanji dalam hatinya bahwa kalau teman yang menyiksa itu meminta maaf kepadanya pasti Za’far memaafkanya dengan setulus hati. Kenyataannya, sampai lulus SD, teman tersebut tidak pernah meminta maaf kepada Za’far. Ketika duduk di kelas 1 MTs PSM Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, gejala-gejala supranatural mulai nampak dalam diri Zafar. Di awali dengan sering munculnya bisikan Hatif (suara tanpa wujud) yang menyuruh Zafar untuk menjalankan sebuah lelakon tertentu. Begitu Zafar selesai melakukan satu lelakon, muncul kembali hatif yang meminta Zafar melakukan lelakon yang lain. Begitu seterusnya. Dan itu terjadi dengan sendirinya sampai Zafar mendapatkan kekuatan supranatural yang sangat jarang di miliki orang lain.

Di antaranya, Zafar bisa membaca pikiran (hati) teman-temannya yang sedang membencinya dan mengetahui alasan kenapa teman teman membenci dirinya secara detail. Dia mampu melihat/menerawang peristiwa yang akan terjadi pada masa mendatang. Sebagai contoh, dia melihat dinding atas (layar atap bagian luar) masjid di desanya roboh ketika menjalankan sholat Jum’at dan menimpa sejumlah jamaah serta beberapa kendaraan. Meskipun, secara kasat mata pada saat itu kondisi masjid masih utuh. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada sang ayah. Mendengar ucapan Za’far, ayah kami tidak merespon dan hanya mengatakan kuwi jenenge laduni. Artinya, ilmu yang di dapat secara langsung tanpa melalui proses belajar. Ternyata, satu bulan kemudian apa yang di lihat Za’far menjadi kenyataan. Mulai saat itulah, Za’far akhirnya semakin penasaran dan mendalami kemampuan supranatural yang dimiliki. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang tidak bisa kami ceritakan satu persatu.

Lulus dari MTs pada tahun 2006/2007, Za’far ingin nyantri di ponpes yang masih berada di Kabupaten Nganjuk untuk mempelajari ilmu agama dan pengobatan alternatif menggunakan herbal dan pijat syaraf. Setelah selesai nyantri di ponpes di ngajuk (nama pesantren tidak kami sebutkan), Zafar pindah belajar agama ke salah satu Pesantren (nama ponpes dirahasiakan) di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Di pesantren tersebut, Za’far bermaksud mencari guru ngaji sekaligus guru spiritual supaya nantinya ketika suara Hatif tersebut muncul sang gurulah yang memutuskan apakah dilaksanakan atau tidak bisikan tersebut. Selama berada di pesantren itu, kemampuan supranatural yang dimiliki Za’far semakin meningkat karena mendapat dukungan ustad di pesantren setempat. Di antaranya, Zafar memiliki kemampuan hipnotis, bisa menghilang dan berpindah-pindah tempat hanya dalam hitungan detik.

Puncaknya, dia dengan mudah mendapatkan ilmu tasawuf sampai pada level wihdatul wujud dengan sendirinya tanpa di pandu oleh siapapun.

Pada level ini, Za’far kembali mendapat bisikan kuat yang menjelaskan bahwa wihdatul wujud sebenarnya bukanlah “Manunggaling kawulo marang gusti” (bersatunya mahluk dengan khaliq), TETAPI yang benar adalah mengamalkan syariat Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Disini Za’far mulai merenung dan mengoreksi diri. Pada satu sisi, dia mendalami ilmu tasawuf. Pada sisi lain, juga melihat fakta umat yang aktifitasnya banyak bertentangan dengan syariah Islam. Dalam hati, Zafar mulai bertanya-tanya “apakah mungkin cinta seorang hamba di terima oleh-Nya sedangkan umat terus dalam kerusakan yang membabi buta?”. Alhamdulillah, dari sini Za’far mendapat pencerahan dan bertekad kuat untuk melepas dan membuang ilmu yang pernah di pelajarinya. Zafar juga bertekad untuk berperan aktif memikirkan nasib umat, tetapi masih binggug karena belum memiliki fikrah yang jelas. Untuk membuang ilmu tersebut, Za’far membutuhkan bantuan tiga orang ustadz dan Alhmdulillah berhasil. Bisikan fakta umat itu semakin kuat hingga memaksa Za’far untuk pindah ke pesantren tahfidzul Quran guna memperdalamnya dan masih berada di wilayah administrasi Kabupaten Tegal.. Di sisi lain, keinginan untuk mempelajari Syariat Islam semakin kuat.. Pada titik ini, Za'far kembali menerima cobaan berupa sakit kepala yang luar biasa di bagian kiri, seperti ada benda tajam di dalamnya,semakin hari rasa sakitnya tambah parah hingga sempat terhenti akfitas Qurannya beberapa bulan . Setelah di periksa secara medis, dokter memvonis Za’far terserang penyakit semacam gangguan syaraf pada kepala dan untuk mengobatinya harus dengan jalan operasi. Setelah itu, kami keluarga yang ada di Kalimantan menyarankan agar Za’far di bawa ke Kalimantan tempat kami menetap di Desa Karang Mulya, Kabupaten Kobar. Kebetulan saya pernah kursus thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi). Setelah saya terapi sekitar dua minggu, sakitnya semakin parah dan sering pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit yang luar biasa. Akhirnya kami memutuskan untuk membawa Za’far ke Thibbun Nabawi El Iman Bogor Cabang Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama satu hari satu malam. Begitu tiba di Banjarmasin, pada pagi hari, Za’far di ruqyah oleh para ustad di sana, namun tidak ada reaksi hanya bau yang sangat busuk yang menyelimuti tubuh Za’far sedangkan yang lain tidak merasakan. Kemudian sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Za’far kembali di ruqyah. Hasilnya, Za’far kesurupan, meraung dan berteriak keras sehingga kami berlima kewalahan dalam menenangkan Za’far. Dalam kondisi kesurupan, jin dalam tubuh jafar melontarkan sejumlah perkataan antara lain tidak terima kalau Za’far bisa menghafalkan Al Quran dan meminta pihak keluarga untuk menghentikan aktivitas hafalan Quran Za’far. Setelah kurang lebih dua jam mengamuk hingga pukul 23.00 waktu setempat, Za’far tersadar. Kemudian oleh sang terapis, Za’far di suruh mengambil air wudhu dan segera tidur. Kemudian Za’far tidur di temani salah seorang kakaknya (adik saya yang lain), Ayyub di salah satu ruang ruqyah. Saya sendiri tidak bisa tidur dan memilih duduk di ruang tunggu. Jarak antara tempat tidur Za’far dan tempat saya duduk sekitar 20 meter dan dipisahkan oleh lorong panjang. Tak berselang lama, saya terkejut bukan kepalang karena tiba-tiba Za’far sudah berdiri di belakang saya dalam kondisi kerasukan.
Kemudian terjadilah dialog antara kami berdua (Kode AB : Abu Nasir, MZA (Muhammad Za’far An Nuh)

AB : Nuh... (memanggil nama Za’far dengan suara merendah)

MZA : Nama saya bukan An Nuh. Nama saya Ubaid

AB : Siapapun kamu, saya minta kamu duduk (dengan nada datar)
MZA akhirnya duduk dan menundukkan kepala. Hening sejenak. Kemudian MZA mengangkat kepala sambil mengancungkan tangan kanan ke atas dan berkata
MZA : Ini semua gara-gara Hizbut Tahrir. Sebetulnya anak ini sudah lama mencari pemahaman yang benar tentang Syariat Islam namun tidak menemukannya. Setelah di Kalimantan, dia bertemu Hizbut Tahrir dan akhirnya menemukan apa yang telah di carinya.
Maka ini semua tidak boleh terjadi.... (dengan nada yang tinggi)

AB : Kenapa kamu menyalahkan Hizbut Tahrir. Apa yang kamu tahu tentang Hizbut Tahrir ?
MZA : Kamu tahu dengan Hizbut Tahrir (balik bertanya). Gara-gara Hizbut –Tahrir kami bangsa jin di seluruh dunia luluh lantah dan saya tidak terima. Kami pada saat ini bangsa jin merapatkan barisan untuk menghalang-halangi tegaknya syariah dan khilafah.

AB : Apa lagi yang kamu tahu dari Hizbut Tahrir ?
MZA : Hizbut Tahrir itu akan membangunkan umat Islam dari tidur panjangnya, mengingatkan kembali sejarah kejayaan Islam selama 1.300 tahun dan akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Dan itu sebentar lagi. Namun, semua itu tidak boleh terjadi.

AB : Kenapa tidak boleh terjadi ?
MZA : Karena kami bangsa jin susah mencari teman dari kalangan manusia
Karena saya ketakutan, saya lari ke lorong dan membangunkan Ayyub yang sedang tertidur agar menjadi saksi. Kemudian kami kembali ke ruang tunggu dan menghampiri Za’far yang masih dalam kondisi kerasukan. (Kode AY : Ayyub)

AY : Sudah, kamu keluar (dari tubuh Za’far) aja. Kasihan Za’far kecapean belum tidur.
MZA : Saya mau keluar asalkan ada perjanjian. Syaratnya, kamu harus menghalang-halangi anak ini agar tidak menghafalkan Al Quran, Sebab, ketika dia hafal Al Quran dan mendakwahkan syariah. Maka seluruh ulama se Jawa Timur akan hancur (sadar dan memperjuangkan tegaknya Syariah).

AY : Tidak ada perjanjian antara manusia dan Jin. Siapa yang menyuruh kamu ? (dengan nada tegas)
MZA : Yang menyuruh saya, ya jin , ya manusia.

AY : Kamu Islam atau bukan ?
MZA : Saya Islam

AY : Kalau kamu Islam, coba baca syahadat.
MZA : As as as.... (dengan nada yang terputus-putus)

AY : Bohong kamu. Kalau kamu memang benar Islam, cepat baca syahadat
MZA : Asyahadu Allah Ilaha Ila llah

AY : Teruskan...
MZA kemudian menjulurkan lidahnya.

AY : Teruskan...
MZA : Wa Ashaduanna Muhammadarasulullah
Usai membaca syahadat, MZA kemudian menangis dan meneteskan air mata sambil berkata
MZA : Sebetulnya saya sudah mau pergi. Tapi pergi kemana ? kami sudah membangun rumah di kepala anak ini lebih dari setahun. Sekarang sudah di hancurkan.

AY : Tidakkah kau tahu bahwa bumi Allah itu luas


AB : Sudah, jangan banyak bicara. Pergi aja...
MZA kembali menangis sambil berkata
MZA : Saya tetap tidak bisa menerima tegaknya syariah dan khilafah.

AB : Kenapa kemarin tidak ikut ngaji (JM di masjid Al Muhajirin, Pangkalan Banteng)
MZA : Sebetulnya anak ini sudah mau ngaji. Namun, saya halang-halangi karena anak ini tidak boleh mengikuti kajian Hizbut Tahrir.
Akhirnya, ngak jadi ngaji kan ? Menang saya kan !! tepuk tangan (sambil tertawa HA HA HA)

AB : Siapapun kamu, kamu harus pergi hari ini dan ketahuilah bahwa Syariah dan Khilafah janji Allah. Dan itu pasti akan terjadi. (dengan suara lantang)
MZA : (sambil teriak) Jangan!! Jangan katakan itu. Tolong-tolong.

AB : Kamu adalah mahluk lemah. Ketika kamu tidak segera bertaubat, maka kamu segera di azab oleh Allah. Kalau kamu tidak percaya, maka datangkanlah semua jin untuk menghalang-halangi tegaknya Syariah dan Khilafah. Pasti kalian tidak akan mampu. Karena itu janji Allah.
MZA : Jangan... jangan katakan itu. Jangan..... panas... (sambil teriak). Ya sudah, saya pergi saat ini juga.

Seketika, Za’far lemas dan jatuh ke lantai. Kemudian tertidur. Sejenak Ust Abu dan Ayyub membiarkan tubuh Za’far yang terkulai lemas di lantai. Tak lama berselang, keduanya membangunkan Za’far untuk kembali istrihat ke dalam kamar.
Pagi harinya, Z’afar terbangun dan kepalanya terasa ringan. Sakitnya pun sudah mulai berkurang. Bada subuh, kami berpamitan dengan para terapis. Sebelum pulang, kami meminta para terapis meruqyah sekali lagi untuk memastikan rasa sakit Za’far sudah sembuh atau belum.
Alhamdulillah, setelah beberapa kali di ruqyah, tidak ada reaksi dan Za’far dalam keadaan normal.

Akhirnya, terapis bertanya kepada Za’far. (Kode T : Terapis)
T : Apakah sebelumnya pernah mimpi buruk ?
MZA : Tidak pernah bermimpi, kecuali dua hari sebelum ke sini. Sekitar jam 02.00 dini hari. Saya bermimpi bertemu dengan Rasul dan Rasul duduk di dalam masjid dan di kelilingi oleh lima orang satu diantaranya saya,posisi saya tepat berada di depan Rasul.

T : Berlima itu siapa saja ?
MZA : Saya tidak kenal kecuali satu orang. Teman saya di Tahfidzul Quran
T : Apa yang disampaikan Rasul kepada kalian ?
MZA : Saya tidak hapal saking banyaknya pesan yang disampaikan Rasul. Namun, garis besarnya beliau mengajarkan saya tentang thariqul iman(dalam hati saya berfikir ‘lho kok sama penjelasanya,seperti kakak saya tentang thariqul iman?’). Beliau menjelaskan alam semesta, manusia dan kehidupan. Di baliknya (pencipta) ada Allah dan setelahnya ada yaumul hisab. Selain itu, Rasul menjelaskan tentang keterkaitan antara sebelum, saat, dan setelah kehidupan ada hubungan perintah dan larangan. Setelah beliau menjelaskan tentang thariqul iman akhirnya saya terbangun dari tempat tidur saya.
Selesai berdialog, kami pun pamit kembali ke Desa Karang Mulya.
Sebagai informasi tambahan, hingga kini Za’far sudah khatam 20 juz dan Alhamdulillah dalam kondisi sehat.

*Diceritakan langsung oleh Ustad Abu Nasir dan Ayyub pada hari Senin, 24 Oktober 2011 bada Isya. Ditulis ulang Andri Saputra (Humas HTI Kobar)

Masih Muda, Kok Sering Lupa?



Pelupa bukan ‘penyakit’ baru, tapi pamornya naik daun karena berita menyangkut berita Nunun Nurbaeti Daradjatun beberapa saat lalu. Kabarnya, kombinasi migrain dan vertigo menyebabkan saksi kunci kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) itu mengalami serangan ‘lupa berat’. Akibatnya, upaya penyidikan terhadap kasus itu terhambat. 

Berita ini ditanggapi dengan serius dan guyon. Hayoo... benarkah ia lupa atau pura-pura lupa? Tak perlu berprasangka dulu, sakit lupa memang lumrah terjadi dan lupa berat bisa muncul seiring bertambahnya usia.

MENGAPA BISA LUPA?

Lupa merupakan proses normal. Menurut dr. Adre Mayza, SpS(K), Kepala Bidang Penanggulan Inteligensi Kesehatan Depkes RI, dan anggota Perdossi (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia), setiap informasi yang masuk ke otak sebagian disimpan dan sebagian yang lain dilupakan.
 

Dokter Adre memaparkan, informasi yang masuk ke otak diterim oleh otak dalam bentuk persepsi. Persepsi adalah rangkaian proses mengenali, mengatur, dan memahami sensasi dari pancaindra yang diterima dari rangsang lingkungan. Persepsi memerlukan konsentrasi. Jika konsentrasi menurun, informasi ke otak tidak lengkap. Terjadilah lupa.
 

“Misalnya, Anda bisa mengenal seseorang lewat suara, itu berarti persepsi. Nah, ketika lupa, berarti Anda mengalami gangguan persepsi,” katanya lagi.

Kesibukan dan cemas berlebihan juga bisa membuat kita mudah lupa. Makin cemas dan makin stres, makin sedikit pula energi otak yang dialokasikan untuk mencari informasi di otak. Masing-masing orang menghadapi stres berbeda. Ada yang terbiasa bekerja dalam tekanan tinggi dalam jangka waktu lama, sehingga fungsi memorinya tetap baik.
 

Sementara, tidak sedikit orang yang dalam situasi tersebut justru kewalahan. Dalam hal ini, stres intensif memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat mengganggu ingatan.

MACAM-MACAM LUPA

Apakah penyakit lupa ini bawaan lahir atau genetis? “Tidak ada lupa yang disebabkan secara genetis,” tegas dr. Adre. Proses lupa yang abnormal dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi, seperti gaya hidup, stres, penyakit, dan makanan-makanan yang memacu perubahan pembuluh darah otak di pusat pengingatan. Sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan juga bisa menjadi ‘biang keladi’ hilangnya memori. Misalnya, penyakit vaskuler (pembuluh darah otak), stroke, terutama bila mengenai pembuluh darah, dan infeksi otak.

“Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan minyak bisa memicu terjadinya penebalan pembuluh darah yang mengakibatkan peredaran darah ke seluruh tubuh melambat. Akhirnya, otak kita kekurangan persediaan darah, sehingga tidak dapat bekerja secara optimal,” papar dr. Adre.

Ada tiga tingkatan lupa yang bisa dialami orang. Pertama, lupa ringan, terjadi saat Anda mengalami gangguan atau kehilangan atensi, sehingga informasi tidak bisa dipersepsi. Atensi adalah kebiasaan memperhatikan barang sekecil apa pun, seperti menaruh pulpen, meletakkan kacamata, atau kunci rumah.
 

Atensi sebenarnya bisa dilatih. Caranya, ketika mengambil kunci rumah, ingat-ingat di mana Anda mengambilnya, kunci apa yang Anda ambil, seperti apa bentuknya, dan di mana Anda biasa meletakkan kunci itu. Latihan yang terus-menerus bisa meningkatkan konsentrasi. Konsentrasi inilah yang akan membuat kita lebih fokus dan lebih mudah memanggil kembali ingatan kita akan sesuatu.

Kedua, lupa medium atau sedang, bisa terjadi bila ‘storage’ alias gudang penyimpanan dalam otak tidak bisa menyimpan memori dengan baik. Akibatnya, terjadi short term memory loss, yaitu hilangnya memori jangka pendek. Misalnya, Anda lupa tadi makan dengan lauk apa, atau, ingin melakukan sesuatu tapi tiba-tiba lupa. Atau, Anda mulai lupa pada hal-hal yang baru saja terjadi dan suka mengulang ingatan yang lama.
 

Ketiga, lupa berat, terjadi bila ‘gudang’ penyimpanan memori dalam otak rusak, sehingga tidak bisa menyimpan memori lagi. Kondisi ini disebut pikun, dan banyak terjadi pada manula. Biasanya, pada kondisi ini yang diingat hanya cerita masa lalu. Sebab, memori lama tersimpan dalam otak bagian bawah (ketika fungsi otak masih normal). Sementara itu, memori baru tersimpan dalam otak bagian atas. ‘Gudang’ otak bagian atas ini mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia.

Ada juga penyakit demensia, yaitu penyakit lupa yang disebabkan oleh gangguan di pembuluh darah (demensia vascular) atau proses penuaan (Alzheimer).
 

Sementara, amnesia (yang kerap terjadi di sinetron) adalah lupa sejenak yang diakibatkan oleh trauma di bagian kepala. Dalam hal ini, ada dua jenis amnesia, yaitu Amnesia retrograde (terjadi sebelum trauma) dan Amnesia anterograde (terjadi setelah trauma). Pada amnesia retrograde penderita dapat mengingat kejadian sebelumnya, sedangkan penderita amnesia anterograde sama sekali tidak bisa mengingat kejadian sebelumnya.

WANITA LUPA 3 HAL TIAP HARI

Anda sering ketinggalan barang? Ternyata, Anda tidak sendiri.
 

Riset yang dilakukan oleh National-Lottery.co.uk menunjukkan bahwa rata-rata orang dewasa di Inggris melupakan 3 hal setiap hari. Begitu tiba di supermarket, 12 juta orang lupa harus berbelanja apa, 15 juta orang lupa meninggalkan makan atau minuman mereka hingga dingin, dan 15 juta lainnya lupa meletakkan kunci rumah atau mobil.

Gaya hidup modern yang sangat sibuk, beban kerja yang meningkat, tekanan serta teknologi modern disebut sebagai penyebab ‘penyakit’ lupa. Juru bicara National Lottery mengatakan, saat ini orang lebih sibuk dengan pekerjaan dan urusan pribadi. Sehingga, ruang untuk mengingat dalam pikiran telah penuh sesak.
 

Hal senada juga terungkap dari hasil pengamatan dr. Adre. Ia mengatakan, transisi budaya yang minim interaksi sosial menjadi penyebab tingginya angka kelupaan pada orang muda. Contohnya, sekarang orang cenderung untuk belanja ke mal. Begitu barang dan harganya cocok, Anda akan langsung membayar dan melenggang ke luar. Aktivitas ini bisa dibilang hanya mengeluarkan tidak lebih dari 10 kalimat.

Sementara itu, dulu orang berbelanja di pasar, sehingga terjadi interaksi tawar-menawar antara penjual dan pembeli. Tawar-menawar dan hitung- menghitung inilah yang membuat daya kerja otak makin terasah. “Sekarang, interaksi seperti ini jarang terjadi, sehingga mengakibatkan menurunnya kemampuan verbal (autism syndrome)  pada otak,” jelasnya.
 

Menurunnya konsentrasi pada wanita usia produktif juga dapat disebabkan oleh pekerjaannya yang ‘overload’, pengaturan sistem kerja yang tidak tersusun rapi, dan tidak fokus pada satu pekerjaan. Akibatnya, otak yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi terganggu. “Memfokuskan pikiran pada hal-hal yang lebih penting dan melakukan pekerjaan dengan pengaturan jadwal yang rapi bisa membantu meningkatkan atensi dan konsentrasi,” lanjut dr. Adre memberikan tip.

Selain itu, biasakan diri untuk tidak tergantung pada orang lain. “Sel-sel otak manusia berjumlah sekitar 1 triliun. Dan, rata-rata manusia hanya menggunakan 5% saja dari asetnya ini. Anda perlu mengoptimalkan kerja sel dengan melatih atensi dan konsentrasi dengan tidak bergantung pada orang lain untuk mengingatkan Anda,” lanjutnya.
 

TIPS

CARA SEDERHANA MELATIH OTAK

Mencatat dan memprioritaskan pekerjaan pada hal-hal yang dapat dilakukan dalam jangka pendek dan menengah.
Mengimbangi kesibukan kantor dengan aktivitas lain, seperti kegiatan hobi atau bersosialisasi.
Neurobik alias senam saraf. Caranya, mengubah alur rutinitas atau melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Cobalah melalui jalur berbeda saat pulang kantor. Atau, kalau biasanya Anda terbiasa memakai jam di tangan kiri, pindahkan ke tangan kanan. 

Sumber : 
http://www.femina.co.id/archive/main/issue/issue_detail.asp?id=634&cid=2&views=84